Header Dompet Dhuafa Jatim
PT DONGGI SENORO LNG DAN DOMPET DHUAFA JATIM SALURKAN SCHOOL KIT DAN HYGIENE KIT UNTUK PENYINTAS ERUPSI SEMERU

PT DONGGI SENORO LNG DAN DOMPET DHUAFA JATIM SALURKAN SCHOOL KIT DAN HYGIENE KIT UNTUK PENYINTAS ERUPSI SEMERU

Lumajang, 6 Desember 2025 – Sebanyak 103 paket school kit dan 75 hygiene kit disalurkan kepada 178 penyintas erupsi Gunung Semeru pada kegiatan Bantuan School Kit untuk Sekolah Darurat dan Hygiene Kit yang digelar di Sekolah Darurat SDN Supiturang 02 serta Hunian Tetap (HUNTAP) Sumber Mujur. Program ini terlaksana berkat kolaborasi PT Donggi Senoro LNG, Dompet Dhuafa Jawa Timur dan Tim Reaksi Cepat (TRC) KAHMI Lumajang sebagai bentuk respons atas kebutuhan pendidikan darurat dan kebersihan diri para penyintas.

Kehadiran tim di lokasi membawa energi baru bagi anak-anak SDN Supiturang 02 melalui sesi motivasi ceria sebelum pembagian school kit dilakukan. Dalam sambutannya, Pradipta Sidi, Manager External Relation PT Donggi Senoro LNG, menyampaikan empati mendalam kepada warga terdampak. “Kami bersimpati yang mendalam kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Kami datang membawa sedikit bantuan, semoga dapat meringankan beban masyarakat. Mungkin tidak sepenuhnya, tetapi ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan kita. Kami berdoa semoga situasi kembali pulih dan masyarakat dapat bangkit lebih kuat lagi,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh P. Haryono, S.Pd, perwakilan guru SDN Supiturang 02, yang menegaskan bahwa bantuan ini menjadi dukungan berarti dalam keberlanjutan pembelajaran di masa darurat. Setelah penyaluran school kit, kegiatan berlanjut dengan seremonial dan ramah tamah bersama penyintas di HUNTAP Sumber Mujur, kemudian dilanjutkan distribusi hygiene kit yang sangat dibutuhkan keluarga terdampak.

Melalui intervensi ini, Dompet Dhuafa Jawa Timur dan PT Donggi Senoro LNG berupaya menghadirkan kembali harapan bagi penyintas—memastikan anak-anak tetap dapat belajar dan keluarga tetap menjaga kebersihan diri di tengah masa pemulihan. Harapannya, bantuan ini mampu mempercepat proses bangkitnya para penyintas menuju kehidupan yang lebih baik.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

SIMULASI TRIAGE BENCANA TSUNAMI DI PANTAI MARTAJASAH, BANGKALAN: DOMPET DHUAFA JATIM BERKOLABORASI DENGAN UNIVERSITAS NHM TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MAHASISWA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

SIMULASI TRIAGE BENCANA TSUNAMI DI PANTAI MARTAJASAH, BANGKALAN: DOMPET DHUAFA JATIM BERKOLABORASI DENGAN UNIVERSITAS NHM TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MAHASISWA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

Bangkalan, Madura, 19 November 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana, Dompet Dhuafa Jawa Timur (DD Jatim) berkolaborasi dengan Universitas Noor Huda Mustofa (NHM) menggelar simulasi triage bencana tsunami di kawasan wisata Pantai Martajasah, Bangkalan, Madura, pada Rabu, 19 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 142 mahasiswa yang dibagi menjadi dua kloter, memungkinkan simulasi berjalan dengan efektif, terstruktur, dan realistis.

Simulasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa tentang penanganan bencana dengan korban massal. Para peserta dilatih dalam berbagai tahapan kritis, termasuk triage atau seleksi korban, evakuasi, serta penanganan medis awal. Melalui simulasi ini, mahasiswa diajarkan bagaimana mengidentifikasi korban yang membutuhkan perawatan segera, serta teknik evakuasi yang tepat untuk menyelamatkan nyawa.

Dompet Dhuafa Jatim berperan sebagai pendamping dalam kegiatan ini, memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa mengenai prosedur penanganan bencana yang efektif. Tim relawan Dompet Dhuafa turut berbagi pengetahuan mengenai koordinasi yang baik antar lembaga kemanusiaan dalam situasi darurat, serta pentingnya kerjasama tim dan komunikasi yang efisien.

“Simulasi triage ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi. Kami berharap, mahasiswa yang terlibat bisa menerapkan keterampilan ini langsung di lapangan, serta memiliki kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi bencana nyata,” ujar salah satu perwakilan Dompet Dhuafa Jatim.

Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen kedua lembaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah Jawa Timur. Melalui kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam situasi bencana yang sebenarnya. Ke depan, DD Jatim dan Universitas NHM berencana untuk memperluas program pelatihan ini, sehingga lebih banyak mahasiswa yang siap terlibat dalam penanggulangan bencana.

Simulasi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah daerah dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana. Dengan adanya kolaborasi yang solid, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dan efektif.

Reporter: Agus Triabudi Waloyo
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Sunawan Hadi Saputra

DOMPET DHUAFA JATIM HADIR DALAM PROGRAM “SURABAYA BEBAS SAMPAH POPOK DAN PEMBALUT” DI PUSKESMAS TAMBAKREJO

DOMPET DHUAFA JATIM HADIR DALAM PROGRAM “SURABAYA BEBAS SAMPAH POPOK DAN PEMBALUT” DI PUSKESMAS TAMBAKREJO

Surabaya, 14 November 2025 — Hari ini Dompet Dhuafa berpartisipasi dalam kegiatan edukasi Program “Surabaya Bebas Sampah Popok dan Pembalut” yang diselenggarakan oleh BUMBI (PT Cinta Segara Indonesia) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, dengan melibatkan puluhan ibu dan balita dari wilayah Tambaksari.

Pada pelaksanaan tahap awal ini, program memberikan dukungan kepada 40 keluarga, khususnya ibu dengan anak usia 0–3 tahun dari kalangan menengah ke bawah. Peserta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan produk pakai ulang sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurangi sampah popok dan pembalut yang sulit terurai.

Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa dan Wahana Visi Indonesia, kegiatan ini tidak hanya menekankan perubahan perilaku konsumsi, tetapi juga membuka peluang dampak ekonomi jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat. Penggunaan popok pakai ulang dinilai dapat menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Perwakilan Dompet Dhuafa turut menghadiri kegiatan sekaligus memberikan sambutan, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap inisiatif yang digagas untuk mengurangi sampah non-organik di Surabaya.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal perluasan edukasi dan pendampingan masyarakat dalam mendorong gaya hidup berkelanjutan serta menjaga kualitas lingkungan di kawasan perkotaan.

Reporter: Agus Triabudi Waloyo
Editor: Agus Triabudi Waloyo
Fotografer: Sunawan Hadi Saputra

Tata Bahasa diolah oleh AI

AKSI LAYANAN SEHAT LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS) DAN DOMPET DHUAFA JATIM HADIRKAN PEMERIKSAAN GRATIS UNTUK 450 WARGA DI TIGA KABUPATEN (PACITAN, PONOROGO, DAN MADIUN).

AKSI LAYANAN SEHAT LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS) DAN DOMPET DHUAFA JATIM HADIRKAN PEMERIKSAAN GRATIS UNTUK 450 WARGA DI TIGA KABUPATEN (PACITAN, PONOROGO, DAN MADIUN).

Pacitan, Ponorogo, Madiun, 11-13 November 2025 – Aksi Layanan Sehat berhasil digelar pada 11–13 November 2025 oleh Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menyasar tiga titik layanan di Pacitan, Ponorogo, dan Madiun. Program ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 450 warga, terutama di wilayah pedesaan yang akses kesehatannya terbatas. Kolaborasi ini terlaksana untuk memperluas edukasi kesehatan, memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan, serta memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat pelosok.

Gelaran pertama dilaksanakan di Masjid Al-Birr, Pringkuku, Pacitan, lalu berlanjut di Balai Desa Wates, Ponorogo, dan ditutup di Aula Kantor Desa Randualas, Kare, Madiun. Di setiap lokasi, masyarakat disambut dengan rangkaian layanan seperti cek kesehatan, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, pemberian obat, serta pembagian nutrisi seperti susu, telur, dan buah-buahan. Suasana hangat terasa karena banyak warga lanjut usia yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa kesehatan mereka secara lengkap.

Bambang Samsul Hidayat, Kepala Kantor Perwakilan LPS II, menekankan pentingnya kehadiran layanan ini. Ia menyatakan bahwa Aksi Layanan Sehat merupakan bentuk nyata kepedulian LPS, bukan hanya melalui edukasi perbankan tetapi juga melalui pemerataan layanan kesehatan hingga wilayah sulit dijangkau. “Aksi Layanan Sehat ini merupakan bentuk wujud kepedulian sosial Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kepada masyarakat, kita banyak melakukan kegiatan edukasi & sosialisasi tapi juga merupakan tanggung jawab kami juga. Yang paling utama adalah membantu menjaga kesehatan masyarakat, pemerataan pemeriksaan tidak hanya tidak kota kota besar saja, tapi di kota kota yang menantang secara jangkauannya. Tujuan lainnya adalah melalui sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan selain itu juga pada tahun 2028 LPS juga akan menjamin polis asuransi. Ujungnya nanti bisa membantu meningkatkan sistem stablitias keuangan,” ujarnya.

Miftahul Huda, perwakilan Dompet Dhuafa Jawa Timur, menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. “Tentunya diharapkan aksi layanan kesehatan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan.”. Sumaryono, Kepala Dusun Gumulharjo Pacitan, menyampaikan rasa terima kasih karena kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan warganya. Hal senada juga diungkapkan Heru Edi Suyanto, Sekretaris Desa Wates Ponorogo, dan Suratno, Kasi Kesra Desa Randualas Madiun, yang menyebut aksi ini membantu warga lanjut usia mendapatkan layanan kesehatan yang biasanya sulit diakses.

Perjalanan tim tidak tanpa hambatan. Akses menuju daerah pelosok serta cuaca yang tidak menentu sempat menghambat distribusi logistik. Namun seluruh tantangan berhasil diatasi berkat koordinasi lintas tim dan dukungan masyarakat setempat.

Aksi ini diharapkan menjadi pemantik bagi hadirnya layanan-layanan kesehatan serupa di wilayah lain, sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga sosial dan institusi keuangan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

DOMPET DHUAFA JATIM DAN YWIB TANAM BIBIT KEBAIKAN LEWAT PROGRAM BUDIDAYA WORTEL DI PUJON

DOMPET DHUAFA JATIM DAN YWIB TANAM BIBIT KEBAIKAN LEWAT PROGRAM BUDIDAYA WORTEL DI PUJON

Malang, 13 Oktober 2025 – Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya (YWIB) dan Kelompok Masyarakat Bakti Bumi Bunder resmi melaksanakan kegiatan Turun Tanam Program Budidaya Wortel di kawasan Bumi Maringi Peni, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Program yang melibatkan 200 penerima manfaat ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pertanian produktif yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret Dompet Dhuafa Jatim dalam mengembangkan model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Di lahan seluas satu hektar, penanaman benih wortel dilakukan secara gotong royong oleh petani, relawan, dan perwakilan lembaga mitra. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan dari Ketua Kelompok Masyarakat Bakti Bumi Bunder, perwakilan Dompet Dhuafa Jatim, doa bersama, serta simbolis penyerahan Good Collaboration (GC) dari pihak DD Jatim, YWIB, dan masyarakat.

Amin Wahyudi, Ketua Kelompok Masyarakat Bakti Bumi Bunder, menyampaikan rasa syukurnya atas inisiatif ini. “Saya sangat bersyukur dengan hadirnya Dompet Dhuafa Jawa Timur dan Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya dalam program Budidaya Wortel di Bumi Maringi Peni. Program ini mendukung kami meningkatkan kesejahteraan sosial melalui kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal dan pelestarian lingkungan. Nantinya, keuntungan dari hasil penjualan wortel akan digunakan untuk pembangunan masjid, perbaikan sarana desa, dan kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.

Turun tanam ini menjadi simbol awal dari semangat kolaborasi dan pemberdayaan yang menumbuhkan harapan. Masyarakat Desa Tawangsari berharap hasil panen wortel dapat melimpah dengan harga jual yang baik, sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi warga dan menjadikan desa lebih sejahtera.

Reporter: Sukeni
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

Tata Bahasa diolah oleh AI

YES DAY OUT “JUMBO”: REMAJA BELAJAR MANDIRI, BERANI, DAN OPTIMIS JAGA KESEHATAN MENTAL

YES DAY OUT “JUMBO”: REMAJA BELAJAR MANDIRI, BERANI, DAN OPTIMIS JAGA KESEHATAN MENTAL

Surabaya, 12 Oktober 2025 – Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan YES Day Out bertema “JUMBO” (Jembatan edUkasi Mandiri, Berani, dan Optimis) yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Jawa Timur di Warung Gratis Surabaya. Kegiatan yang digelar pada Minggu (12/10) ini berkolaborasi dengan GREAT Edunesia, Klinik Psikologi Kusuma, dan Warung Gratis Surabaya. Acara ini menjadi wadah edukasi bagi remaja untuk memahami pentingnya kesehatan mental sekaligus memperkenalkan program beasiswa YES (Youth Ekselensia Scholarship).

Kegiatan dibuka dengan sesi fun games yang mencairkan suasana, kemudian dilanjutkan dengan materi interaktif mengenai kesehatan mental bersama psikolog dari Klinik Psikologi Kusuma. Sesi diskusi berlangsung hangat, di mana para peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman. Agenda kemudian berlanjut pada sosialisasi program beasiswa YES yang diselingi ice breaking dan permainan seru, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama penuh kebersamaan.

Indraqila Sabira Almas, salah satu penerima manfaat program YES, menyampaikan, “Saya merasa jadi lebih mengenal apa itu kesehatan mental, apa dampaknya, dan bagaimana cara mengatasinya.” Sementara itu, narasumber Annisa Zaenab mengungkapkan kesannya, “Alhamdulillah, kegiatannya berkesan banget. Komunikasinya dua arah, peserta semangat, panitia ramah dan sigap. Semoga kegiatan seperti ini terus menebar manfaat.”

Meskipun sempat menghadapi tantangan perubahan lokasi yang cukup jauh dari rencana awal, semangat peserta dan panitia tetap terjaga hingga akhir acara. Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap remaja dapat semakin peduli terhadap kesehatan mentalnya, menjaga keseimbangan emosi, serta fokus mengembangkan potensi diri menuju masa depan yang lebih optimis.

Reporter: Yunida Mustarini
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Yunida Mustarini

Tata Bahasa diolah oleh AI

EDUKASI PERLINDUNGAN DIRI SEJAK DINI, JIWANGGA BATCH 2 TANAMKAN NILAI “AKU BERHARGA, AKU TERJAGA” DI SURABAYA

EDUKASI PERLINDUNGAN DIRI SEJAK DINI, JIWANGGA BATCH 2 TANAMKAN NILAI “AKU BERHARGA, AKU TERJAGA” DI SURABAYA

Surabaya, 11 Oktober 2025 – Sebanyak 18 anak mengikuti kegiatan edukatif Jiwangga Batch 2 bertajuk “Aku Berharga, Aku Terjaga” yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Jawa Timur di Majlis Ta’lim Ar-Rosyid, Surabaya, Sabtu (11/10). Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman pentingnya menjaga diri dan mengenali batasan tubuh sejak dini agar anak-anak mampu melindungi diri dari potensi kekerasan maupun pelecehan.

Suasana hangat terasa sejak pembukaan acara yang diawali dengan doa bersama dan perkenalan ringan. Melalui metode interaktif seperti permainan kartu warna, sticky notes games, serta sesi tanya jawab ringan, anak-anak diajak mengenal bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Peningkatan pemahaman terlihat jelas saat sesi post-test, di mana hampir seluruh peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan menunjukkan keberanian untuk berbicara tentang batasan tubuh mereka.

Salah satu pengajar, Ustadzah Dilla dari TPQ Majelis Ta’lim Ar-Rosyid, menyampaikan kesannya, “Ilmu yang diberikan sangat menarik dan penting untuk anak usia dini ini serta sangat bermanfaat. Pesannya, semoga Jiwangga bisa terus berbagi lebih banyak lagi dan membawa manfaat, tidak hanya untuk anak-anak kecil tapi juga orang dewasa.”

Meskipun sempat mengalami kendala karena adanya warga sekitar yang berduka sehingga kegiatan harus dilaksanakan tanpa mikrofon dan sebagian peserta izin pulang lebih awal, panitia tetap melanjutkan dengan penuh semangat. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat, pembagian hadiah, dan foto bersama yang menandai selesainya kegiatan edukatif penuh makna ini.

Program Jiwangga menjadi komitmen Dompet Dhuafa Jawa Timur dalam membangun kesadaran anak tentang perlindungan diri melalui pendekatan yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai usia. Harapannya, ilmu yang ditanamkan dapat memperkuat karakter anak untuk menghargai diri sendiri serta menularkan pesan perlindungan diri ke lingkungan sekitar.

Reporter: Tim Jiwangga
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Tim Jiwangga

Tata Bahasa diolah oleh AI

DOMPET DHUAFA JATIM AMBIL ANDIL PEMBANGUNAN MASJID IMAM ASHATHIBI UNTUK MASYARAKAT JATISARI

DOMPET DHUAFA JATIM AMBIL ANDIL PEMBANGUNAN MASJID IMAM ASHATHIBI UNTUK MASYARAKAT JATISARI

Madiun, Kamis 25 September 2025 – Dompet Dhuafa Jawa Timur menyalurkan program Bantuan Pembangunan Masjid untuk masyarakat Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Bantuan ini difokuskan pada pembangunan Masjid Imam Ashathibi yang berdiri di kawasan Komplek Lapangan, area yang kini berkembang menjadi pusat keramaian desa. Kehadiran masjid dipandang penting sebagai penyeimbang aktivitas sosial-ekonomi dengan nilai-nilai keimanan masyarakat setempat.

Masjid Imam Ashathibi dirancang bukan sekadar tempat ibadah. Fungsinya akan diperluas menjadi pusat kajian keagamaan, taman pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, serta wadah pembinaan remaja dan masyarakat. Dengan hadirnya masjid, warga Jatisari diharapkan memiliki pusat persatuan, ruang untuk bernaung dalam kegiatan sosial, dan mercusuar kebaikan yang akan membimbing generasi mendatang.

Dompet Dhuafa Jawa Timur menegaskan bahwa pembangunan masjid merupakan amal jariyah, yang pahalanya akan terus mengalir tanpa henti. Dukungan para donatur dan mitra kebaikan memungkinkan realisasi bantuan ini, sehingga masyarakat dapat segera memiliki rumah Allah yang representatif di tengah kawasan baru mereka.

“Semoga Masjid Imam Ashathibi menjadi cahaya iman, ilmu, dan persaudaraan bagi warga Desa Jatisari. Kehadirannya diharapkan memperkuat semangat masyarakat untuk beribadah, belajar, serta menebar manfaat di sekitar mereka,” demikian harapan yang disampaikan dalam penyaluran program ini.

Reporter: Benny WIjaya
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Benny WIjaya

Tata Bahasa diolah oleh AI

KASIH IBU WIJAYANING: BERTAHAN MESKI DIDERA SAKIT DEMI ANAK TERCINTA

KASIH IBU WIJAYANING: BERTAHAN MESKI DIDERA SAKIT DEMI ANAK TERCINTA

Surabaya, Rabu 24 September 2025 – Di usia 63 tahun, Ibu Wijayaning harus menanggung ujian hidup yang begitu berat. Tubuhnya ringkih oleh deretan penyakit: HNP stadium 4, pelebaran aorta jantung, asam lambung kronis, hingga katarak yang makin mengaburkan penglihatannya. Namun derita itu belum cukup, karena satu-satunya anak yang ia miliki juga divonis mengidap hipertiroid, membuat sang anak kerap lemas dan sulit beraktivitas.

Meski demikian, cinta seorang ibu tidak pernah luntur. Wijayaning tetap memilih berdiri tegak, menjadi sandaran utama bagi anaknya. Dengan tubuh penuh rasa nyeri, ia tetap menyiapkan makanan, mendampingi pengobatan, dan merawat sang anak dengan penuh kesabaran. Setiap kali sakit punggung menyerang, ia memilih menahan demi melihat anaknya makan dengan tenang.

Hidup mereka dijalani dengan penuh keterbatasan. Namun, di balik segala kesulitan itu, terpancar keteguhan hati seorang ibu yang tak kenal lelah. Bagi Wijayaning, setiap hari adalah pertarungan ganda: melawan penyakitnya sendiri sekaligus menjaga semangat anaknya. Kasih sayang menjadi kekuatan yang tidak pernah padam, lebih besar dari segala rasa sakit yang menghimpit.

Reporter: Miftahul Huda
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Miftahul Huda

Tata Bahasa diolah oleh AI

RUMAH SINGGAH DOMPET DHUAFA JATIM JADI PENOPANG HARAPAN KAYESA MELAWAN TUMOR OTAK

RUMAH SINGGAH DOMPET DHUAFA JATIM JADI PENOPANG HARAPAN KAYESA MELAWAN TUMOR OTAK

Surabaya, 23 September 2025 — Kayesa, balita berusia lima tahun, harus menghadapi ujian berat dalam hidupnya. Usai mengalami insiden jatuh pada April lalu, ia diduga menderita tumor otak dengan gejala menyerupai stroke dini. Kondisinya kian memburuk, hingga menyulitkannya berbicara, bergerak, bahkan membuat emosinya lebih sensitif. Di tengah perjuangan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, keluarga Kayesa mendapatkan bantuan dari Program Rumah Singgah Pasien Dompet Dhuafa Jawa Timur, yang memberikan fasilitas tempat tinggal, makanan, hingga transportasi secara gratis.

Kehadiran rumah singgah ini menjadi oase di tengah beban keluarga. “Rumah Singgah Dompet Dhuafa Jawa Timur ini benar-benar membantu kami. Setidaknya kami tidak lagi memikirkan biaya tempat tinggal dan transportasi,” tutur ibu Kayesa dengan mata berkaca-kaca. Meski masih harus menunggu hasil MRI dan kontrol lanjutan di Lamongan, ia bersyukur sudah ada perkembangan kecil setelah opname tujuh hari.

Di sela kesedihan, sang ibu tak lupa menyampaikan rasa terima kasih. “Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur yang sudah membantu kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan mereka dengan kesehatan, rezeki yang berkah, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat,” ucapnya lirih.

Perjuangan Kayesa masih panjang, tetapi kehadiran Rumah Singgah Pasien Dompet Dhuafa Jawa Timur memberi harapan baru. Program ini bukan hanya sekadar menyediakan atap, tetapi juga menghadirkan kekuatan dan semangat untuk bertahan. Dukungan masyarakat dan kepedulian para donatur menjadi pelita yang menyinari langkah keluarga kecil ini dalam menghadapi cobaan berat.

Reporter: Rini Karistijani
Editor: Rini Karistijani
Fotografer: Rini Karistijani

Tata Bahasa diolah oleh AI