ImagePatungan Ambulans Siaga Warga Bantu Warga...
Image

Patungan Ambulans Siaga Warga Bantu Warga

Image
Desa Mambulu Barat
Rp 100.133 dan masih terus dikumpulkan
3 Donatur 2 bulan, 29 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Kalau sakit datang tengah malam, siapa yang akan mengantar ke rumah sakit?

Bagi warga Desa Mambulu Barat, Sampang, pertanyaan ini bukan sekadar kekhawatiran. Ini adalah situasi yang benar-benar mereka hadapi. Saat ada warga yang sakit, lansia yang membutuhkan pertolongan, atau kondisi darurat lainnya, perjalanan menuju fasilitas kesehatan bisa menjadi perjuangan tersendiri.

Desa Mambulu Barat terdiri dari empat dusun dengan sekitar 1.000–2.000 warga. Banyak di antaranya adalah lansia, keluarga dhuafa, petani, buruh tani, dan pekerja harian dengan penghasilan yang tidak menentu.

Puskesmas terdekat berjarak sekitar 7–8 kilometer. Sementara untuk menuju RSUD dr. Mohammad Zyn, warga harus menempuh perjalanan sekitar 30–40 kilometer.

Biaya berobat sebenarnya sudah cukup terbantu melalui program UHC. Tapi ada satu persoalan yang belum selesai: kendaraan untuk membawa pasien. Selama lebih dari empat tahun, warga mengandalkan sebuah mobil wakaf yang dialihfungsikan menjadi ambulans swadaya. Hampir setiap minggu kendaraan ini digunakan untuk mengantar pasien.

Sayangnya, kondisinya kini semakin memprihatinkan. Aki, mesin, hingga kaki-kaki kendaraan mulai bermasalah. Bagian dalam dan luar kendaraan juga sudah rusak dan belum memenuhi standar keselamatan pasien. Untuk perjalanan jauh menuju rumah sakit, kendaraan ini bahkan sudah tidak bisa lagi diandalkan. Ketika ambulans tidak dapat digunakan, pilihan warga sangat terbatas.

Sekitar 85% warga masih harus membawa pasien menggunakan mobil pikap dengan kasur sebagai alas. Bayangkan seorang lansia, ibu yang akan melahirkan, atau pasien dalam kondisi kritis harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan kondisi seperti itu.

Menyewa kendaraan pun membutuhkan biaya sekitar Rp250.000–Rp300.000 per hari. Nominal yang cukup berat bagi keluarga yang sebagian besar hidup dari hasil pertanian dan pekerjaan harian.

Warga sebenarnya punya semangat gotong royong yang luar biasa. Fahri, salah satu relawan desa, bahkan secara sukarela menjadi sopir untuk mengantar warga yang membutuhkan pertolongan. Pernah suatu dini hari, warga bersama-sama menolong seorang lansia sebatang kara untuk dibawa menuju fasilitas kesehatan. Mereka sudah berusaha membawa beliau mendapatkan pertolongan, meski pada akhirnya nyawanya tidak tertolong.

Kejadian itu meninggalkan satu harapan besar: ketika keadaan darurat datang lagi, semoga warga punya kendaraan yang lebih siap untuk membawa mereka mendapatkan pertolongan.

Hari ini, kita bisa ikut menghadirkan Ambulans Siaga yang lebih aman dan layak untuk warga Desa Mambulu Barat. Bukan sekadar sebuah kendaraan. Ambulans ini akan menjadi jalan bagi seorang lansia untuk mendapatkan pertolongan lebih cepat, bagi ibu yang membutuhkan layanan persalinan, bagi pasien yang harus kontrol rutin, dan bagi keluarga dhuafa agar tidak lagi kebingungan mencari kendaraan ketika keadaan darurat datang.

Mari gotong royong hadirkan Ambulans Siaga untuk Desa Mambulu Barat.

Ambulans layak untuk akses kesehatan yang lebih dekat.

  • October, 2 2026

    Campaign is published

Farhan asyhar15 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.057
Budi16 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.059
Aladib19 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.017

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (2)

Farhan asyhar15 jam yang lalu
Bersinergi untuk kemaslahatan umat
Image
1 Aaminn
+1
Aladib19 jam yang lalu
Bismillah... Qobul hajate
Image
1 Aaminn
+1
Bagikan melalui:
✕ Close
Konsultasi/Bantuan? Yuk Hubungi Admin