

Sahabat Kebaikan, Dalam dua tahun terakhir, data dari Badan Pusat Statistik dan berbagai riset ketahanan pangan menunjukkan bahwa lebih dari 23 juta penduduk Indonesia masih tergolong dalam kategori rentan rawan pangan. Salah satu indikatornya adalah rendahnya konsumsi protein hewani, termasuk daging, di wilayah-wilayah pelosok. Tidak sedikit masyarakat di pedalaman yang hanya bisa mencium aroma daging saat Idul Adha tiba—itu pun belum tentu kebagian. Sementara di wilayah perkotaan, konsumsi daging telah menjadi bagian rutin dalam keseharian. Kesenjangan ini nyata dan menyakitkan.

Sedekah Daging Pelosok hadir sebagai ikhtiar Dompet Dhuafa Jawa Timur untuk menjawab kesenjangan gizi dan keadilan pangan tersebut. Ini bukan sekadar tentang berbagi daging, tapi tentang menghadirkan kembali rasa keadilan sosial—di mana setiap orang, tanpa memandang latar belakang dan lokasi, memiliki hak yang sama untuk merasakan kenikmatan yang layak. Sedekah Daging adalah bentuk solidaritas umat, menghidupkan nilai kurban dalam bentuk yang lebih luas, tanpa batas waktu dan tempat.
Dompet Dhuafa Jawa Timur menghadirkan program ini dengan berbagai bentuk intervensi nyata yang terukur dan tepat sasaran, antara lain:
Distribusi daging kurban ke wilayah pelosok yang tidak terjangkau kurban reguler.
Pengolahan daging menjadi rendang kaleng atau kornet agar lebih tahan lama dan mudah didistribusikan.
Pemberdayaan peternak lokal dalam penyediaan hewan kurban, sehingga nilai ekonominya pun kembali ke masyarakat sekitar.
Monitoring dan pelaporan yang transparan, agar para donatur mengetahui dampak dan sebaran manfaat dari sedekah mereka.
Melalui program ini, kita tidak hanya berbagi daging, tetapi juga menyampaikan pesan cinta, perhatian, dan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang hidup jauh dari akses kemudahan. Sedekah Daging Pelosok menjadi jembatan kebaikan yang mempertemukan kelebihanmu dengan kekurangan mereka. Inilah saat terbaik untuk menyalurkan rezeki agar menjadi berkah bagi banyak orang.
Sahabat Kebaikan,
Bayangkan wajah bahagia seorang ibu yang akhirnya bisa menyajikan lauk daging untuk anaknya setelah sekian lama. Bayangkan senyum haru para lansia yang merasa masih diperhatikan. Semua itu bisa terwujud dari sedekah sederhana darimu. Tak perlu menunggu berlebih untuk berbagi, karena dari tanganmu, nikmat bisa menjelma harapan.

Yuk, bahu membahu dalam Sedekah Daging Pelosok. Saatnya kita kirimkan kebaikan sejauh mungkin—hingga ke titik paling sunyi negeri ini. Karena setiap suapan yang lahir dari tangan kita adalah bukti cinta yang tak terputus oleh jarak. Mari bersedekah hari ini juga, sebelum kita lupa betapa berharganya bisa berbagi.