DMC Dompet Dhuafa Respon Banjir Bandang di Kabupaten Malang

WhatsApp-Image-2022-10-19-at-17.08.56-1024x768

Bagikan kabar ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin

DMC Dompet Dhuafa Respon Banjir Bandang di Kabupaten Malang

MALANG, JAWA TIMUR — Beberapa wilayah di Kabupaten Malang mengalami banjir akibat guyuran hujan, Senin kemarin (17/10/2022). Dompet Dhuafa melalui tim Disaster Management Center (DMC) langsung terjun bersama Dompet Dhuafa Jawa Timur.

“Selain berkoordinasi dengan tim SAR lainnya, kami juga mengumpulkan data-data terkait kebutuhan para penyintas banjir bandang di lokasi,” tutur Agus Triabudi Waloyo atau yang akrab disapa Jhon selaku penanggungjawab dari Dompet Dhuafa Jawa Timur.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, beberapa wilayah yang terdampak banjir yakni Desa Lebakharjo di Kecamatan Ampelgading, Desa Purowodadi dan Desa Pujiharjo di Kecamatan Tirtoyudo. Kemudian Desa Sitiarjo, Desa Sidoasri, dan Desa Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Lalu, Desa Sumbermanjing Kulon di Kecamatan Pagak, dan Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Nur Fuad Fauzi mengatakan, “banjir itu diduga akibat meningkatnya debit air sungai dan laut setelah hujan yang turun sejak Minggu kemarin (16/10/2022) malam. Banjir terparah terjadi di kawasan Desa Sitiarjo, di sana banjir merendam rumah warga hingga 1,5 meter,” jelasnya.

Akibatnya, sedikitnya ada 4 (empat) dusun di kawasan Desa Sitiarjo terisolasi akibat banjir, serta akses menuju pantai Sendangbiru juga terputus. Melalui data yang diperoleh per Minggu (16/10/2022), terdapat tanah longsor yang menimpa 5 (lima) kecamatan yakni Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Dampit, Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Sumawe, dan Kecamatan Tirtoyudo.

Sementara itu, banjir luapan terdapat di Kecamatan Bantur khususnya di Desa Bandungrejo, Dusun Sumberagung terdapat 6 (enam) kepala keluarga (KK) dari 20 jiwa yang terdampak. Kecamatan Gedangan terdiri dari Desa Gajahrejo, Dusun Bajulmati terdiri 53 KK 166 Jiwa terdampak. Desa Sidodadi, Dusun Umbulrejo RT 13/04 dan RT 14/05 terdapat 154 KK. Lalu Dusun Kedung Rampal Kidul terdapat 3 (tiga) KK yang terdampak sementara di Kecamatan Sumawe, Desa Kedungbanteng terdapat saluran irigasi jebol RT 05 hingga beberapa rumah RT 27 terdampak kemasukan air di 60 KK.

Selanjutnya Desa Tambakrejo air masuk rumah RT 27 serta Desa Sitiarjo terdapat tergenang air dengan 4 (empat) Dusun kurang lebih 50 cm – 200 cm rumah terdampak 622 KK hingga di  Desa  Sumberoto, Kecamatan Donomulyo (proses pendataan). Kemudian di Desa Pandanrejo, Kecamatan Pagak terdapat dampak yakni bibit ikan terbawa banjir.

Hingga saat ini kebutuhan penyintas banjir di Kabupaten Malang, yakni air bersih, vitamin, logistik sebagai kebutuhan dasar, obat-obatan terutama untuk  demam  hingga diare, selimut, pakaian dalam pria dan wanita, pakaian bayi serta alat-alat kebersihan. “DMC bersama DD Jatim berencana pengadaan dan pendistribusian logistik, membantu droping makanan siap saji hingga mendirikan pos,” ujar Jhon.

(Aldhi/Markom/Dompet Dhuafa Jatim)