Header Dompet Dhuafa Jatim
AIR KEHIDUPAN UNTUK BONDOWOSO: DOMPET DHUAFA JATIM SALURKAN 12.000 LITER AIR BERSIH

AIR KEHIDUPAN UNTUK BONDOWOSO: DOMPET DHUAFA JATIM SALURKAN 12.000 LITER AIR BERSIH

Bondowoso, 29 Agustus 2025 – Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama BPBD dan PDAM Bondowoso menyalurkan air bersih ke Desa Blimbing dan Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang, Bondowoso, pada Jumat (29/08). Sebanyak 170 Kepala Keluarga (KK) menerima manfaat dari program ini sebagai jawaban atas krisis air bersih yang kerap melanda kawasan tersebut di musim kemarau. Penyaluran ini dilakukan melalui koordinasi lintas pihak, edukasi pemanfaatan air, serta droping langsung ke titik-titik rawan kekeringan.

Air menjadi harapan baru di tengah teriknya musim kemarau. Akses medan yang terjal dan sempit tidak menyurutkan semangat tim gabungan untuk memastikan setiap tetes air sampai di rumah warga. Kepala Dusun Karanganyar, Thohi, menuturkan, “Terima kasih atas kolaborasi dari Dompet Dhuafa Jawa Timur, BPBD, dan PDAM Bondowoso dalam aksi penyaluran air bersih di desa kami. Biasanya kami harus berjalan jauh menuju sungai untuk mendapatkan air, namun kini kami bisa menikmatinya tanpa harus bersusah payah.”

Moch. Rizzqi Aladib, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, menegaskan komitmennya, “Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih. Harapannya aksi seperti ini bisa berkelanjutan dan menginspirasi kolaborasi dari berbagai pihak.”

Tujuan utama aksi ini adalah memastikan warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi dengan layak. Ke depan, Dompet Dhuafa Jatim berharap langkah ini menjadi pintu terbuka untuk semakin banyak sinergi kemanusiaan yang menguatkan masyarakat di pelosok.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

Tata Bahasa diolah oleh AI

HARAPAN BARU UNTUK HAFIDZ: DUKUNGAN PENDIDIKAN DARI DOMPET DHUAFA JATIM

HARAPAN BARU UNTUK HAFIDZ: DUKUNGAN PENDIDIKAN DARI DOMPET DHUAFA JATIM

Ponorogo, 27 Agustus 2025 – Muhammad Hafidz Aziz, siswa kelas 2 SMP Pondok Modern Arrisalah Ponorogo, hampir kehilangan kesempatan mengikuti ujian akibat tunggakan biaya pendidikan. Keluarganya yang tinggal di Dukuh Krajan, Desa Gombang, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, tengah berjuang keras setelah serangkaian musibah menimpa. Sang ibu, Katiyah, yang sehari-hari berdagang gerabah, mengalami kecelakaan pada 2023, disusul Hafidz sebulan kemudian. Kondisi ini membuat perekonomian keluarga semakin sulit, hingga biaya pendidikan tak lagi mampu ditutupi.

“Untuk tahun ini benar-benar bingung dengan tunggakan biaya pendidikan anak saya, karena kalau tidak dilunasi, anak saya tidak bisa ikut ujian,” ungkap Katiyah dengan suara lirih penuh kekhawatiran.

Di tengah keterpurukan itu, Dompet Dhuafa Jawa Timur hadir melalui program Bantuan Biaya Pendidikan. Dukungan ini bukan sekadar pelunasan biaya sekolah, melainkan penyelamat mimpi seorang anak bangsa agar tetap bisa belajar tanpa terputus. Kehadiran bantuan ini membuka harapan baru bagi Hafidz untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik, meski langkah keluarganya sempat tertatih karena ujian hidup.

Dompet Dhuafa Jawa Timur meyakini bahwa pendidikan adalah kunci pemutus rantai kesulitan. Harapan besar dititipkan, agar Hafidz tidak hanya mampu menyelesaikan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berilmu, dan siap membangun negeri.

Reporter: Benny Wijaya
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Benny Wijaya

Tata Bahasa diolah oleh AI

SINERGI DOMPET DHUAFA JATIM DAN UINSA: WUJUDKAN PROGRAM EKONOMI BERDAYA UNTUK MAHASISWA

SINERGI DOMPET DHUAFA JATIM DAN UINSA: WUJUDKAN PROGRAM EKONOMI BERDAYA UNTUK MAHASISWA

Surabaya, 27 Agustus 2025 – Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar audiensi perencanaan kerjasama Program Ekonomi Berdaya pada Rabu (27/08/2025) di Ruang Pertemuan Pusat Bisnis UINSA. Pertemuan yang dihadiri 7 peserta ini membahas peluang sinergi dalam bidang akademik, sosial, dan penguatan ekonomi. Tujuannya, membangun ruang kolaborasi berkelanjutan yang mampu memberdayakan mahasiswa sekaligus masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Moch Rizzqi Aladib, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, menyampaikan, “Kerjasama ini semoga menjadi awalan yang baik dalam pengembangan program akademik maupun sosial dan ekonomi lainnya.” Sementara itu, Hanafi, Sekretaris Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf UINSA, menambahkan, “Kolaborasi program seperti ini yang kami tunggu. Manfaatnya besar, terutama bagi mahasiswa dalam pembelajaran kewirausahaan, magang, dan penelitian berbasis MBKM.”

Pertemuan ini berlangsung penuh semangat dengan diskusi mengenai desain program kewirausahaan, peluang magang mahasiswa, serta penelitian bersama. Meskipun belum ditentukan detail kegiatan, kesepahaman awal ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang berpihak pada pemberdayaan sosial-ekonomi.

Pertemuan ini berlangsung penuh semangat dengan diskusi mengenai desain program kewirausahaan, peluang magang mahasiswa, serta penelitian bersama. Meskipun belum ditentukan detail kegiatan, kesepahaman awal ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang berpihak pada pemberdayaan sosial-ekonomi.

Melalui sinergi ini, Dompet Dhuafa Jatim dan UINSA berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pelopor kemandirian ekonomi umat. Harapannya, kerjasama ini membuka jalan lahirnya inovasi, kesempatan kerja, serta solusi konkret bagi permasalahan sosial di Jawa Timur.

Reporter: Muhammad Hafiar Baidlowi
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Istimewa

Tata Bahasa diolah oleh AI

CIKO, BOCAH TEGAR DENGAN TUMOR MATA YANG SETIA MERAWAT PAMANNYA

CIKO, BOCAH TEGAR DENGAN TUMOR MATA YANG SETIA MERAWAT PAMANNYA

Surakarta, 12 Agustus 2025 – Seorang anak berusia 10 tahun bernama Ciko menjalani hidup yang penuh ujian. Yatim piatu sejak kecil, kini ia tinggal bersama pamannya, Pak Joko, di sebuah rumah kecil di pinggir desa. Kondisi mereka jauh dari kata layak. Pak Joko mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja di Jakarta pada 2004, sementara Ciko sendiri tengah berjuang melawan tumor di mata kanannya yang kian membesar. Meski penuh keterbatasan, keduanya tetap bertahan dengan kasih dan ketabahan.

Setiap pagi, Ciko bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan sederhana. Ia membantu pamannya berpindah di kursi roda sebelum berangkat ke sekolah. Di kelas, ia berusaha mengikuti pelajaran meski penglihatannya mulai kabur. Sepulang sekolah, ia membersihkan rumah dan merawat pamannya. “Mengingat kondisi benjolan di matanya yang semakin besar, harapan saya semoga ada donatur yang bersedia membantu Ciko secara mandiri,” tutur Bu Satik, tetangga yang selalu setia menemani mereka.

Melalui BPJS, Ciko telah tiga kali menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Solo. Rencana operasi pengangkatan tumor dijadwalkan akhir September. Namun, biaya tambahan di luar tanggungan masih menjadi beban yang tak ringan bagi keluarga kecil ini.

Kisah Ciko adalah potret nyata tentang keteguhan hati di tengah sempitnya kehidupan. Ia bukan hanya berjuang demi kesehatannya, tetapi juga tetap setia mendampingi pamannya yang lumpuh. Harapan dan doa kini terus dipanjatkan, semoga pintu kebaikan terbuka lebar dan uluran tangan dermawan dapat meringankan langkah kecil Ciko menuju masa depan yang lebih cerah.

Reporter: Benny Wijaya
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Benny Wijaya

Tata Bahasa diolah oleh AI

JIWANGGA BATCH 1 BANGKITKAN KESADARAN ANTI-BULLYING DI SD KIYAI AMIN SURABAYA

JIWANGGA BATCH 1 BANGKITKAN KESADARAN ANTI-BULLYING DI SD KIYAI AMIN SURABAYA

Surabaya, 9 Agustus 2025 – Dompet Dhuafa Jawa Timur menggelar program Jiwangga Batch 1: #BanggaJadiTemanBaik pada Sabtu (9/8) di SD Kiyai Amin Surabaya. Sebanyak 30 siswa mengikuti psikoedukasi anti-bullying ini untuk memahami apa itu perundungan, mengapa berbahaya, serta bagaimana cara melindungi diri maupun menjadi teman yang baik. Kegiatan ini dilaksanakan guna mencegah maraknya kasus bullying di lingkungan sekolah yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.

Dengan semangat edukasi, acara dibuka dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa. Pemateri kemudian menyampaikan materi bertema Kenali Bullying, Hentikan Sekarang, Aku Pernah Disakiti, hingga Diam atau Bantu? yang mengajak siswa memahami peran sebagai korban maupun saksi. Tak hanya itu, siswa diajak aktif melalui Games Tebak Aksi, di mana mereka berdiskusi menyelesaikan kasus bullying. Di akhir sesi, post-test digelar untuk melihat peningkatan pemahaman, lalu ditutup dengan pemberian hadiah bagi siswa teraktif serta penyerahan sertifikat kepada pihak sekolah.

Dra. Hj. Usriyah, wali kelas, menyampaikan apresiasi besar atas terselenggaranya program ini. “Sangat bermanfaat bagi sekolah kami, terutama untuk anak-anak. Temanya tepat sekali karena isu bullying sedang ramai. Tanpa sosialisasi seperti ini, anak-anak tidak tahu. Harapan saya, semoga kegiatan ini bisa dilanjutkan lagi di tahun depan maupun di tempat lain,” ujarnya.

Meski menghadapi beberapa kendala teknis seperti keterlambatan konsumsi, kesiapan proyektor, dan sound system, semangat siswa maupun tim tetap menyala. Tujuan utama program ini adalah membentuk kesadaran sejak dini agar siswa berani melindungi diri, peduli pada teman yang menjadi korban, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta bebas bullying.

Dengan terlaksananya Jiwangga Batch 1, Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap akan lahir generasi yang berempati, berani membela kebenaran, dan tumbuh dalam suasana sekolah yang penuh kebaikan.

Reporter: DDV Jatim
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: DDV Jatim

Tata Bahasa diolah oleh AI