Header Dompet Dhuafa Jatim
MODAL USAHA JADI JALAN BANGKIT, DOMPET DHUAFA JATIM DAMPINGI JANDA TANGGUH DI KEDIRI

MODAL USAHA JADI JALAN BANGKIT, DOMPET DHUAFA JATIM DAMPINGI JANDA TANGGUH DI KEDIRI

Kediri, 18 Oktober 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur menyalurkan bantuan peralatan dan modal usaha kepada seorang janda paruh baya di Kediri, Minggu (18/10). Bantuan diberikan untuk mendukung usaha pembuatan roti sebagai sumber penghasilan baru setelah pekerjaan penerima manfaat sebagai asisten rumah tangga terhenti. Program pemberdayaan ekonomi ini menjadi ikhtiar untuk memperkuat kemandirian keluarga rentan melalui dukungan usaha produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Tiga tahun menjalani hidup tanpa pendamping membuatnya harus mengambil peran besar: menjadi orang tua sekaligus tulang punggung bagi ketiga anaknya. Di tengah penghasilan yang terhenti dan kebutuhan keluarga yang terus berjalan, ia memilih tidak menyerah. Dari keterbatasan itu, usaha pembuatan roti menjadi harapan untuk kembali menata kehidupan.

Dompet Dhuafa Jawa Timur kemudian menghadirkan dukungan berupa peralatan serta modal usaha agar langkah kecil tersebut dapat tumbuh menjadi sumber pendapatan. Bantuan ini diharapkan membantu proses produksi, pengembangan usaha, hingga membuka peluang pemasukan yang lebih stabil.

Lebih dari sekadar bantuan modal, program ini menjadi dorongan agar keluarga penerima manfaat mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri. Penghasilan dari usaha roti nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya tempat tinggal, serta keberlanjutan pendidikan ketiga anaknya.

Melalui pemberdayaan ekonomi, Dompet Dhuafa Jawa Timur terus mendorong hadirnya jalan menuju kemandirian, agar mereka yang sedang berjuang tidak hanya mampu bertahan, tetapi perlahan bangkit dan menatap masa depan dengan harapan baru.

Reporter: Mei Saiful Rohman
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Mei Saiful Rohman

MANIK-MANIK KECIL, KREATIVITAS BESAR DARI RUMAH BELAJAR DOMPET DHUAFA

MANIK-MANIK KECIL, KREATIVITAS BESAR DARI RUMAH BELAJAR DOMPET DHUAFA

Madiun, 16 Oktober 2026 – Rumah Belajar Dompet Dhuafa (RBDD) kembali menghadirkan kegiatan belajar kreatif melalui aktivitas meronce gelang manik-manik, Jumat (16/10). Sebanyak 10 anak didampingi tiga volunteer mengikuti kegiatan yang dirancang untuk melatih kreativitas, kesabaran, ketelitian, serta keberanian berekspresi melalui proses belajar yang menyenangkan.

Manik-manik warna-warni memenuhi meja belajar. Dengan penuh antusias, anak-anak mulai memilih warna, menyusun pola, hingga merangkainya satu per satu menjadi gelang sesuai imajinasi masing-masing. Tawa dan cerita kecil turut mengiringi proses hingga karya mereka selesai.

Lebih dari sekadar menghasilkan gelang cantik, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar menikmati proses. Mereka berlatih fokus, menentukan pilihan, menyelesaikan karya, sekaligus berani menuangkan ide dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Pendampingan tiga volunteer membuat suasana belajar semakin hangat. Anak-anak mendapat ruang untuk mencoba, bertanya, dan menyelesaikan hasil karyanya dengan kemampuan masing-masing.

Melalui Rumah Belajar Dompet Dhuafa, kegiatan kreatif seperti ini diharapkan terus menjadi bagian dari pengalaman belajar anak-anak. Sebab, dari manik-manik kecil yang dirangkai dengan sabar, tumbuh kreativitas, rasa percaya diri, dan kenangan belajar yang bermakna.

Reporter: Benny Wijaya
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Dompet Dhuafa Volunteer Chapter Madiun

DEMI ASTIYAH TETAP SEKOLAH, PAK DJOKO BERJUANG DARI BERJUALAN TEMPE HINGGA NGERONGSOK

DEMI ASTIYAH TETAP SEKOLAH, PAK DJOKO BERJUANG DARI BERJUALAN TEMPE HINGGA NGERONGSOK

Surabaya, 14 Oktober 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur menyalurkan bantuan pendidikan kepada Astiyah, anak Pak Djoko yang sehari-hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan tempe dan mencari barang bekas. Bantuan ini diberikan untuk membantu kebutuhan pendidikan Astiyah agar keterbatasan ekonomi tidak menghentikan langkahnya untuk terus bersekolah.

Pak Djoko tinggal berdua bersama Astiyah. Setiap pagi, ia berkeliling menjajakan tempe milik orang lain. Dari satu tempe yang terjual, ia memperoleh keuntungan sekitar Rp2.000. Dalam sehari, rata-rata 20 tempe mampu dijual dengan penghasilan sekitar Rp40.000 apabila dagangannya habis.

Penghasilan tersebut belum cukup membuat Pak Djoko berhenti bekerja. Selepas berjualan, ia melanjutkan aktivitas dengan mencari barang bekas yang masih memiliki nilai jual. Hasil dari dua pekerjaan itulah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga pendidikan Astiyah tetap berjalan.

Di tengah penghasilan yang terbatas, pendidikan anak tetap menjadi salah satu hal yang diperjuangkan Pak Djoko. Ia berharap Astiyah mendapat kesempatan belajar dan kelak memiliki kehidupan yang lebih baik.

Melalui bantuan pendidikan ini, Dompet Dhuafa Jawa Timur turut meringankan kebutuhan sekolah Astiyah sekaligus menjaga harapan Pak Djoko agar putrinya dapat terus belajar dan mengejar cita-cita.

Perjuangan Pak Djoko mengingatkan bahwa di balik seorang anak yang terus bersekolah, ada orang tua yang setiap hari berusaha agar langkah itu tidak terhenti.

Reporter: Miftahul Huda
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Miftahul Huda

LAYANAN MUSTAHIK (LAMUSTA) EKONOMI HADIRKAN HARAPAN BARU, BU FARIDA MEMULAI USAHA DI USIA SENJA

LAYANAN MUSTAHIK (LAMUSTA) EKONOMI HADIRKAN HARAPAN BARU, BU FARIDA MEMULAI USAHA DI USIA SENJA

Surabaya, 5 Oktober 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur melalui program LAMUSTA menyalurkan bantuan gerobak dan modal usaha kepada Bu Farida, seorang lansia yang hidup seorang diri di Surabaya, untuk membangun usaha makanan dan minuman keliling sebagai sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan di tengah keterbatasan fisik akibat usia.

Selama ini, Bu Farida bertahan hidup dengan mengandalkan berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, usia yang semakin senja membuat pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik tidak lagi mudah dijalani. Keinginannya untuk tetap bekerja menjadi alasan kuat baginya untuk mencoba membangun usaha sendiri.

Melalui bantuan gerobak dan modal usaha, Bu Farida kini memiliki kesempatan memulai langkah baru. Gerobak tersebut akan digunakannya untuk menjajakan makanan dan minuman secara keliling di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya ingin tetap bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan sendiri. Semoga dengan gerobak dan modal usaha ini saya bisa berjualan dan mendapatkan penghasilan,” ungkap Bu Farida.

Bagi Bu Farida, gerobak itu bukan sekadar alat usaha. Di balik roda-roda kecilnya tumbuh harapan untuk menjalani hari dengan lebih mandiri, tanpa terus bergantung pada pekerjaan serabutan yang semakin berat dilakukan.

Melalui LAMUSTA, Dompet Dhuafa Jawa Timur berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi mendorong penerima manfaat memiliki aset produktif dan sumber penghidupan sesuai kemampuan mereka.

Semoga usaha Bu Farida terus tumbuh dan menjadi jalan baginya untuk menjalani masa senja dengan lebih berdaya, mandiri, dan penuh harapan.

Reporter: Mei Saiful Rohman
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Mei Saiful Rohman

KOLABORASI BANK JAGO DAN DOMPET DHUAFA HADIRKAN AIR BERSIH DI TENGAH KEKERINGAN TULUNGAGUNG

KOLABORASI BANK JAGO DAN DOMPET DHUAFA HADIRKAN AIR BERSIH DI TENGAH KEKERINGAN TULUNGAGUNG

Tulungagung, 27 September 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur berkolaborasi dengan para donatur Bank Jago dan Bank Jago Syariah melalui program Air Untuk Kehidupan menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada 54 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa di RW 02 Dusun Piayajaya, Desa Kresikan, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Minggu (27/9). Penyaluran dilakukan sebagai respons atas keterbatasan sumber air akibat kekeringan dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama tokoh setempat agar bantuan diterima secara merata oleh warga yang membutuhkan.

Perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Armada pengangkut air harus menembus kawasan perbukitan dengan medan yang menantang di bawah terik matahari. Namun, ribuan liter air tetap dibawa hingga ke permukiman warga yang selama musim kemarau menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Setibanya di lokasi, warga berdatangan membawa jeriken dan wadah penampungan. Air yang mengalir dari tangki menjadi kabar baik bagi keluarga yang selama ini harus bertahan di tengah terbatasnya sumber air.

Kepala Dusun Piayajaya menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Program ini sangat membantu masyarakat yang terdampak, terutama di wilayah yang langganan kekeringan seperti daerah sini. Terima kasih banyak kepada Bank Jago, Bank Jago Syariah, dan Dompet Dhuafa,” ujarnya.

Melalui Air Untuk Kehidupan, kolaborasi ini diharapkan terus menghadirkan akses air bersih sekaligus menguatkan kepedulian terhadap masyarakat di wilayah rawan kekeringan.

Reporter: Mei Saiful Rohman
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Mei Saiful Rohman

KRISIS AIR BERSIH, DOMPET DHUAFA JATIM DAN PLN INDONESIA POWER UBP GRATI SALURKAN 26 RIBU LITER AIR UNTUK WARGA PASURUAN

KRISIS AIR BERSIH, DOMPET DHUAFA JATIM DAN PLN INDONESIA POWER UBP GRATI SALURKAN 26 RIBU LITER AIR UNTUK WARGA PASURUAN

Pasuruan, 21 September 2026 — Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama PT PLN Indonesia Power UBP Grati, PT Garda Power Mandiri, dan PT Bakti Jaya Abadi menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 26.000 liter kepada masyarakat di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Distribusi air bersih tersebut menyasar empat dusun, yakni Dusun Krajan 5, Dusun Sumbertelur, Dusun Krajan 1, dan Dusun Krajan 2. Secara keseluruhan, bantuan ini diterima oleh 114 kepala keluarga atau 482 jiwa.

Rinciannya, Dusun Krajan 5 menerima 6.500 liter untuk 35 KK atau 151 jiwa. Dusun Sumbertelur mendapatkan 6.500 liter untuk 21 KK atau 90 jiwa. Sementara Dusun Krajan 1 menerima 6.500 liter untuk 31 KK atau 131 jiwa, dan Dusun Krajan 2 sebanyak 6.500 liter untuk 27 KK atau 110 jiwa.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, Moch Rizzqi Aladib, mengatakan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk respons bersama terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadapi kondisi kekeringan,” ujar Rizzqi.

Kolaborasi ini direncanakan mencakup delapan titik distribusi air bersih di wilayah Pasuruan. Setelah empat titik terselesaikan pada 21 September, distribusi akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan menyasar empat titik lainnya di sekitar wilayah Kumbang, Pasuruan.

Sementara itu, Akhmad Khayubi, Pimpinan CSR Indonesia Power, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Dompet Dhuafa Jawa Timur merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami berharap bantuan air bersih ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi seperti ini penting agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak yang nyata bagi warga,” ungkap Akhmad Khayubi.

Bagi warga, bantuan air bersih tersebut menjadi sangat berarti di tengah keterbatasan sumber air. Martini (52 tahun), salah satu penerima manfaat dari Desa Kedungrejo, mengaku terbantu dengan adanya distribusi air bersih.

“Alhamdulillah, bantuan air ini sangat membantu kami. Air sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan PLN Indonesia Power yang sudah membantu warga di sini,” tutur Martini.

Distribusi air bersih ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara lembaga filantropi dan dunia usaha dalam merespons persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat. Dompet Dhuafa Jawa Timur dan PT PLN Indonesia Power UBP Grati berharap rangkaian distribusi pada delapan titik dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Pasuruan yang terdampak kekeringan.

Reporter: Dompet Dhuafa Jatim
Editor: Dompet Dhuafa Jatim
Fotografer: Dompet Dhuafa Jatim

BERSAMA JAGO, AIR UNTUK KEHIDUPAN 72.000 LITER AIR BERSIH MENGALIR UNTUK 701 KK DI PACITAN

BERSAMA JAGO, AIR UNTUK KEHIDUPAN 72.000 LITER AIR BERSIH MENGALIR UNTUK 701 KK DI PACITAN

Pacitan, 19 September 2026 – Dompet Dhuafa bersama Bank Jago | Bank Jago Syariah menyalurkan 72.000 liter air bersih melalui program “Air untuk Kehidupan” kepada 701 kepala keluarga (KK) di Desa Donorojo dan Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, pada Sabtu (19/9). Bantuan disalurkan secara bertahap untuk menjawab krisis air akibat kemarau panjang yang mengeringkan sumur warga dan memaksa masyarakat mencari air hingga ke sumber-sumber yang semakin terbatas.

Di bawah terik matahari, jeriken dan ember kosong berjajar menanti giliran. Air yang biasanya mudah dijumpai kini menjadi kebutuhan yang harus diperjuangkan. Sebagian warga bahkan mengandalkan sisa sumber air di kawasan embung yang mulai mengering untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kedatangan armada tangki air membawa kelegaan. Satu per satu wadah warga kembali terisi. Sebanyak 72.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu kebutuhan minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Bank Jago | Bank Jago Syariah ini menjadi ikhtiar menghadirkan solusi langsung di tengah keterbatasan. Setiap liter yang mengalir bukan sekadar air, tetapi juga wujud kepedulian dan semangat gotong royong untuk menguatkan masyarakat menghadapi musim kemarau.

Melalui “Air untuk Kehidupan”, diharapkan akses terhadap air bersih dapat terus diperluas sehingga masyarakat terdampak kekeringan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak.

Reporter: Benny Wijaya
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Relavan DDV Jatim Unit Madiun

PERTAMINA PATRA NIAGA DAN DOMPET DHUAFA JATIM HADIRKAN AIR BERSIH UNTUK WARGA PANGGUL

PERTAMINA PATRA NIAGA DAN DOMPET DHUAFA JATIM HADIRKAN AIR BERSIH UNTUK WARGA PANGGUL

Trenggalek, 15 September 2026 – Pertamina Patra Niaga bersama Dompet Dhuafa Jawa Timur melalui program Air untuk Kehidupan menyalurkan 1.500 liter air bersih kepada 162 kepala keluarga atau 648 jiwa di Desa Ngrencak, Desa Besuki, dan Desa Karangtengah, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi bersama tokoh masyarakat setempat sebagai respons atas keterbatasan sumber air yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan harian warga.

Di tengah sulitnya memperoleh air, kedatangan armada pembawa air menjadi kabar yang dinanti. Air yang mengalir ke wadah-wadah milik warga bukan sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menghadirkan sedikit kelegaan di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.

Sebelum distribusi berlangsung, tim melakukan koordinasi dengan masyarakat dan perangkat setempat untuk memastikan penyaluran berjalan tertib serta menjangkau warga yang membutuhkan. Sebanyak 1.500 liter air kemudian didistribusikan secara langsung kepada masyarakat di tiga desa sasaran.

Bagi warga Panggul, air menjadi kebutuhan mendasar yang menentukan berlangsungnya berbagai aktivitas sehari-hari. Melalui kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga dan Dompet Dhuafa Jawa Timur berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membantu meringankan dampak keterbatasan sumber air.

Program Air untuk Kehidupan diharapkan dapat terus memperluas manfaat dan menjadi penguat kolaborasi antara dunia usaha, lembaga filantropi, serta masyarakat dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan secara nyata.

Reporter: Mei Saiful Rohman
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Mei Saiful Rohman

KOLABORASI PT PERTAMINA PATRA NIAGA BITUMEN PLANT GRESIK HADIRKAN AIR BERSIH DI LERENG GUNUNG PENANGGUNGAN MOJOKERTO

KOLABORASI PT PERTAMINA PATRA NIAGA BITUMEN PLANT GRESIK HADIRKAN AIR BERSIH DI LERENG GUNUNG PENANGGUNGAN MOJOKERTO

Mojokerto, 13 September 2026 – KolaborAksi Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama PT Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik menghadirkan program Air Untuk Kehidupan bagi 96 KK atau sekitar 300 warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/9). Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan melalui dua titik penyaluran sebagai respons cepat atas keterbatasan air yang dialami warga, setelah tim berkoordinasi dengan tokoh setempat untuk memastikan bantuan diterima secara merata.

Menembus kawasan desa di ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut bukan perjalanan mudah. Di bawah terik matahari dan medan perbukitan, armada membawa masing-masing 5.000 liter air menuju dua titik distribusi. Setiap liter yang tiba menjadi penopang kebutuhan warga di tengah terbatasnya sumber air bersih.

“Terima kasih bantuannya dari Pertamina. Bantuan ini setidaknya membantu kami mencukupi kebutuhan untuk beberapa waktu ke depan,” ujar Abdul, warga Dusun Kandangan.

Halim, warga Dusun Kunjoro, juga merasakan manfaat serupa. “Bantuan airnya bermanfaat. Air di desa ini sangat terbatas,” ungkapnya.

Program Air Untuk Kehidupan diharapkan tidak berhenti pada satu kali penyaluran, tetapi menjadi pemantik kolaborasi berbagai pihak untuk bersama-sama menjawab persoalan akses air bersih. Bersama PT Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik, langkah kebaikan ini menjadi ikhtiar agar masyarakat yang menghadapi keterbatasan air tetap mampu menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

KOLABORASI LEMBAGA ZAKAT HADIRKAN AIR BERSIH BAGI 209 WARGA BOJONEGORO

KOLABORASI LEMBAGA ZAKAT HADIRKAN AIR BERSIH BAGI 209 WARGA BOJONEGORO

Bojonegoro, 8 September 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama sejumlah lembaga yang tergabung dalam Forum Zakat Daerah (FOZDA) Bojonegoro meresmikan bantuan sarana air bersih di Dusun Nglandean, Desa Margoagung, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro, Selasa (8/9/2026). Kolaborasi ini menghadirkan akses air bagi 95 kepala keluarga atau 209 jiwa yang selama ini menghadapi keterbatasan air bersih, melalui sinergi pengelolaan amanah donatur dalam Program Air untuk Kehidupan.

Peresmian menjadi penanda harapan baru bagi warga. Dompet Dhuafa, LMI, Nurul Hayat, MAI, IBS Foundation, YBM PLN, dan Bumi Bhakti Foundation bergotong royong menghadirkan sarana yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Gunawan, perwakilan FOZDA Bojonegoro, menyebut kolaborasi tersebut sebagai wujud gotong royong lembaga dalam menyambungkan amanah para donatur.Sementara itu, Humanitarian Officer Dompet Dhuafa Jawa Timur, Hanna Illi Yani, mengungkapkan rasa syukur karena warga kini memperoleh akses air bersih dengan lebih mudah.

“Alhamdulillah, akhirnya ada akses air bersih ini. Kami bersyukur sekali,” ungkap Aris, Kepala Dusun Nglandean.

Kegiatan diawali sambutan perwakilan FOZDA Bojonegoro, dilanjutkan pemaparan BPBD Bojonegoro mengenai sejarah kekeringan dan keterbatasan air di wilayah tersebut. Sarana air bersih kemudian diresmikan secara simbolis bersama warga dan ditutup dengan ramah tamah.

Melalui Program Air untuk Kehidupan, Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap kolaborasi ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak gerakan kebaikan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis