Madiun, 9 Juli 2026 — Hari itu, suasana Rumah Belajar Dompet Dhuafa (RBDD) Madiun dipenuhi senyum dan semangat. Sebanyak 15 peserta didik menerima paket School Kit yang disalurkan oleh Rumah Belajar Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Madiun.
Didampingi oleh lima relawan DDV Madiun, anak-anak menerima perlengkapan sekolah yang dapat digunakan untuk menunjang aktivitas belajar mereka. Satu per satu paket dibagikan dalam suasana akrab dan penuh keceriaan. Wajah bahagia para peserta menunjukkan betapa berharganya perhatian sederhana yang mereka terima.
Bagi anak-anak, perlengkapan sekolah bukan hanya kumpulan alat tulis dan kebutuhan belajar. Di dalamnya tersimpan dukungan, semangat, dan pesan bahwa perjalanan mereka dalam meraih cita-cita tidak dijalani sendirian.
Salah satu penerima manfaat, Luthfiyah, siswi kelas VI MI Al Hikmah Ngronggo, mengaku senang dan bersyukur menerima paket School Kit tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang mendapat paket School Kit ini. Perlengkapan sekolahnya sangat bermanfaat dan membuat saya semakin semangat untuk belajar. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa, para donatur, dan kakak-kakak relawan yang sudah peduli kepada kami. Semoga semua kebaikan yang telah diberikan menjadi berkah dan dibalas dengan pahala yang berlipat oleh Allah SWT,” tutur Luthfiyah.
Melalui kegiatan ini, Rumah Belajar Dompet Dhuafa ingin terus menghadirkan ruang tumbuh yang mendukung anak-anak untuk belajar, membaca, mengembangkan potensi, dan berani merancang masa depan yang lebih baik.
Dukungan berupa paket School Kit diharapkan dapat menambah semangat para peserta didik dalam menjalani kegiatan belajar, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu dan literasi sejak dini.
Terima kasih kepada para donatur dan relawan yang telah menjadi bagian dari perjalanan belajar anak-anak Rumah Belajar Dompet Dhuafa. Semoga setiap alat tulis yang digunakan, setiap ilmu yang dipelajari, dan setiap cita-cita yang diperjuangkan menjadi aliran kebaikan serta amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.
Reporter: Benny Wijaya
Editor: Benny Wijaya
Fotografer: Benny Wijaya