Header Dompet Dhuafa Jatim
SIMULASI TRIAGE BENCANA TSUNAMI DI PANTAI MARTAJASAH, BANGKALAN: DOMPET DHUAFA JATIM BERKOLABORASI DENGAN UNIVERSITAS NHM TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MAHASISWA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

SIMULASI TRIAGE BENCANA TSUNAMI DI PANTAI MARTAJASAH, BANGKALAN: DOMPET DHUAFA JATIM BERKOLABORASI DENGAN UNIVERSITAS NHM TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MAHASISWA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

Bangkalan, Madura, 19 November 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana, Dompet Dhuafa Jawa Timur (DD Jatim) berkolaborasi dengan Universitas Noor Huda Mustofa (NHM) menggelar simulasi triage bencana tsunami di kawasan wisata Pantai Martajasah, Bangkalan, Madura, pada Rabu, 19 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 142 mahasiswa yang dibagi menjadi dua kloter, memungkinkan simulasi berjalan dengan efektif, terstruktur, dan realistis.

Simulasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa tentang penanganan bencana dengan korban massal. Para peserta dilatih dalam berbagai tahapan kritis, termasuk triage atau seleksi korban, evakuasi, serta penanganan medis awal. Melalui simulasi ini, mahasiswa diajarkan bagaimana mengidentifikasi korban yang membutuhkan perawatan segera, serta teknik evakuasi yang tepat untuk menyelamatkan nyawa.

Dompet Dhuafa Jatim berperan sebagai pendamping dalam kegiatan ini, memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa mengenai prosedur penanganan bencana yang efektif. Tim relawan Dompet Dhuafa turut berbagi pengetahuan mengenai koordinasi yang baik antar lembaga kemanusiaan dalam situasi darurat, serta pentingnya kerjasama tim dan komunikasi yang efisien.

“Simulasi triage ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi. Kami berharap, mahasiswa yang terlibat bisa menerapkan keterampilan ini langsung di lapangan, serta memiliki kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi bencana nyata,” ujar salah satu perwakilan Dompet Dhuafa Jatim.

Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen kedua lembaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah Jawa Timur. Melalui kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam situasi bencana yang sebenarnya. Ke depan, DD Jatim dan Universitas NHM berencana untuk memperluas program pelatihan ini, sehingga lebih banyak mahasiswa yang siap terlibat dalam penanggulangan bencana.

Simulasi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah daerah dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana. Dengan adanya kolaborasi yang solid, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dan efektif.

Reporter: Agus Triabudi Waloyo
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Sunawan Hadi Saputra

DOMPET DHUAFA JATIM HADIR DALAM PROGRAM “SURABAYA BEBAS SAMPAH POPOK DAN PEMBALUT” DI PUSKESMAS TAMBAKREJO

DOMPET DHUAFA JATIM HADIR DALAM PROGRAM “SURABAYA BEBAS SAMPAH POPOK DAN PEMBALUT” DI PUSKESMAS TAMBAKREJO

Surabaya, 14 November 2025 — Hari ini Dompet Dhuafa berpartisipasi dalam kegiatan edukasi Program “Surabaya Bebas Sampah Popok dan Pembalut” yang diselenggarakan oleh BUMBI (PT Cinta Segara Indonesia) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, dengan melibatkan puluhan ibu dan balita dari wilayah Tambaksari.

Pada pelaksanaan tahap awal ini, program memberikan dukungan kepada 40 keluarga, khususnya ibu dengan anak usia 0–3 tahun dari kalangan menengah ke bawah. Peserta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan produk pakai ulang sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurangi sampah popok dan pembalut yang sulit terurai.

Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa dan Wahana Visi Indonesia, kegiatan ini tidak hanya menekankan perubahan perilaku konsumsi, tetapi juga membuka peluang dampak ekonomi jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat. Penggunaan popok pakai ulang dinilai dapat menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Perwakilan Dompet Dhuafa turut menghadiri kegiatan sekaligus memberikan sambutan, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap inisiatif yang digagas untuk mengurangi sampah non-organik di Surabaya.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal perluasan edukasi dan pendampingan masyarakat dalam mendorong gaya hidup berkelanjutan serta menjaga kualitas lingkungan di kawasan perkotaan.

Reporter: Agus Triabudi Waloyo
Editor: Agus Triabudi Waloyo
Fotografer: Sunawan Hadi Saputra

Tata Bahasa diolah oleh AI

AKSI LAYANAN SEHAT LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS) DAN DOMPET DHUAFA JATIM HADIRKAN PEMERIKSAAN GRATIS UNTUK 450 WARGA DI TIGA KABUPATEN (PACITAN, PONOROGO, DAN MADIUN).

AKSI LAYANAN SEHAT LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS) DAN DOMPET DHUAFA JATIM HADIRKAN PEMERIKSAAN GRATIS UNTUK 450 WARGA DI TIGA KABUPATEN (PACITAN, PONOROGO, DAN MADIUN).

Pacitan, Ponorogo, Madiun, 11-13 November 2025 – Aksi Layanan Sehat berhasil digelar pada 11–13 November 2025 oleh Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menyasar tiga titik layanan di Pacitan, Ponorogo, dan Madiun. Program ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 450 warga, terutama di wilayah pedesaan yang akses kesehatannya terbatas. Kolaborasi ini terlaksana untuk memperluas edukasi kesehatan, memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan, serta memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat pelosok.

Gelaran pertama dilaksanakan di Masjid Al-Birr, Pringkuku, Pacitan, lalu berlanjut di Balai Desa Wates, Ponorogo, dan ditutup di Aula Kantor Desa Randualas, Kare, Madiun. Di setiap lokasi, masyarakat disambut dengan rangkaian layanan seperti cek kesehatan, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, pemberian obat, serta pembagian nutrisi seperti susu, telur, dan buah-buahan. Suasana hangat terasa karena banyak warga lanjut usia yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa kesehatan mereka secara lengkap.

Bambang Samsul Hidayat, Kepala Kantor Perwakilan LPS II, menekankan pentingnya kehadiran layanan ini. Ia menyatakan bahwa Aksi Layanan Sehat merupakan bentuk nyata kepedulian LPS, bukan hanya melalui edukasi perbankan tetapi juga melalui pemerataan layanan kesehatan hingga wilayah sulit dijangkau. “Aksi Layanan Sehat ini merupakan bentuk wujud kepedulian sosial Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kepada masyarakat, kita banyak melakukan kegiatan edukasi & sosialisasi tapi juga merupakan tanggung jawab kami juga. Yang paling utama adalah membantu menjaga kesehatan masyarakat, pemerataan pemeriksaan tidak hanya tidak kota kota besar saja, tapi di kota kota yang menantang secara jangkauannya. Tujuan lainnya adalah melalui sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan selain itu juga pada tahun 2028 LPS juga akan menjamin polis asuransi. Ujungnya nanti bisa membantu meningkatkan sistem stablitias keuangan,” ujarnya.

Miftahul Huda, perwakilan Dompet Dhuafa Jawa Timur, menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. “Tentunya diharapkan aksi layanan kesehatan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan.”. Sumaryono, Kepala Dusun Gumulharjo Pacitan, menyampaikan rasa terima kasih karena kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan warganya. Hal senada juga diungkapkan Heru Edi Suyanto, Sekretaris Desa Wates Ponorogo, dan Suratno, Kasi Kesra Desa Randualas Madiun, yang menyebut aksi ini membantu warga lanjut usia mendapatkan layanan kesehatan yang biasanya sulit diakses.

Perjalanan tim tidak tanpa hambatan. Akses menuju daerah pelosok serta cuaca yang tidak menentu sempat menghambat distribusi logistik. Namun seluruh tantangan berhasil diatasi berkat koordinasi lintas tim dan dukungan masyarakat setempat.

Aksi ini diharapkan menjadi pemantik bagi hadirnya layanan-layanan kesehatan serupa di wilayah lain, sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga sosial dan institusi keuangan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis