Header Dompet Dhuafa Jatim
MODAL USAHA JADI JALAN BANGKIT, DOMPET DHUAFA JATIM DAMPINGI JANDA TANGGUH DI KEDIRI

MODAL USAHA JADI JALAN BANGKIT, DOMPET DHUAFA JATIM DAMPINGI JANDA TANGGUH DI KEDIRI

Kediri, 18 Oktober 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur menyalurkan bantuan peralatan dan modal usaha kepada seorang janda paruh baya di Kediri, Minggu (18/10). Bantuan diberikan untuk mendukung usaha pembuatan roti sebagai sumber penghasilan baru setelah pekerjaan penerima manfaat sebagai asisten rumah tangga terhenti. Program pemberdayaan ekonomi ini menjadi ikhtiar untuk memperkuat kemandirian keluarga rentan melalui dukungan usaha produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Tiga tahun menjalani hidup tanpa pendamping membuatnya harus mengambil peran besar: menjadi orang tua sekaligus tulang punggung bagi ketiga anaknya. Di tengah penghasilan yang terhenti dan kebutuhan keluarga yang terus berjalan, ia memilih tidak menyerah. Dari keterbatasan itu, usaha pembuatan roti menjadi harapan untuk kembali menata kehidupan.

Dompet Dhuafa Jawa Timur kemudian menghadirkan dukungan berupa peralatan serta modal usaha agar langkah kecil tersebut dapat tumbuh menjadi sumber pendapatan. Bantuan ini diharapkan membantu proses produksi, pengembangan usaha, hingga membuka peluang pemasukan yang lebih stabil.

Lebih dari sekadar bantuan modal, program ini menjadi dorongan agar keluarga penerima manfaat mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri. Penghasilan dari usaha roti nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya tempat tinggal, serta keberlanjutan pendidikan ketiga anaknya.

Melalui pemberdayaan ekonomi, Dompet Dhuafa Jawa Timur terus mendorong hadirnya jalan menuju kemandirian, agar mereka yang sedang berjuang tidak hanya mampu bertahan, tetapi perlahan bangkit dan menatap masa depan dengan harapan baru.

Reporter: Mei Saiful Rohman
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Mei Saiful Rohman

MANIK-MANIK KECIL, KREATIVITAS BESAR DARI RUMAH BELAJAR DOMPET DHUAFA

MANIK-MANIK KECIL, KREATIVITAS BESAR DARI RUMAH BELAJAR DOMPET DHUAFA

Madiun, 16 Oktober 2026 – Rumah Belajar Dompet Dhuafa (RBDD) kembali menghadirkan kegiatan belajar kreatif melalui aktivitas meronce gelang manik-manik, Jumat (16/10). Sebanyak 10 anak didampingi tiga volunteer mengikuti kegiatan yang dirancang untuk melatih kreativitas, kesabaran, ketelitian, serta keberanian berekspresi melalui proses belajar yang menyenangkan.

Manik-manik warna-warni memenuhi meja belajar. Dengan penuh antusias, anak-anak mulai memilih warna, menyusun pola, hingga merangkainya satu per satu menjadi gelang sesuai imajinasi masing-masing. Tawa dan cerita kecil turut mengiringi proses hingga karya mereka selesai.

Lebih dari sekadar menghasilkan gelang cantik, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar menikmati proses. Mereka berlatih fokus, menentukan pilihan, menyelesaikan karya, sekaligus berani menuangkan ide dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Pendampingan tiga volunteer membuat suasana belajar semakin hangat. Anak-anak mendapat ruang untuk mencoba, bertanya, dan menyelesaikan hasil karyanya dengan kemampuan masing-masing.

Melalui Rumah Belajar Dompet Dhuafa, kegiatan kreatif seperti ini diharapkan terus menjadi bagian dari pengalaman belajar anak-anak. Sebab, dari manik-manik kecil yang dirangkai dengan sabar, tumbuh kreativitas, rasa percaya diri, dan kenangan belajar yang bermakna.

Reporter: Benny Wijaya
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Dompet Dhuafa Volunteer Chapter Madiun

DEMI ASTIYAH TETAP SEKOLAH, PAK DJOKO BERJUANG DARI BERJUALAN TEMPE HINGGA NGERONGSOK

DEMI ASTIYAH TETAP SEKOLAH, PAK DJOKO BERJUANG DARI BERJUALAN TEMPE HINGGA NGERONGSOK

Surabaya, 14 Oktober 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur menyalurkan bantuan pendidikan kepada Astiyah, anak Pak Djoko yang sehari-hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan tempe dan mencari barang bekas. Bantuan ini diberikan untuk membantu kebutuhan pendidikan Astiyah agar keterbatasan ekonomi tidak menghentikan langkahnya untuk terus bersekolah.

Pak Djoko tinggal berdua bersama Astiyah. Setiap pagi, ia berkeliling menjajakan tempe milik orang lain. Dari satu tempe yang terjual, ia memperoleh keuntungan sekitar Rp2.000. Dalam sehari, rata-rata 20 tempe mampu dijual dengan penghasilan sekitar Rp40.000 apabila dagangannya habis.

Penghasilan tersebut belum cukup membuat Pak Djoko berhenti bekerja. Selepas berjualan, ia melanjutkan aktivitas dengan mencari barang bekas yang masih memiliki nilai jual. Hasil dari dua pekerjaan itulah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga pendidikan Astiyah tetap berjalan.

Di tengah penghasilan yang terbatas, pendidikan anak tetap menjadi salah satu hal yang diperjuangkan Pak Djoko. Ia berharap Astiyah mendapat kesempatan belajar dan kelak memiliki kehidupan yang lebih baik.

Melalui bantuan pendidikan ini, Dompet Dhuafa Jawa Timur turut meringankan kebutuhan sekolah Astiyah sekaligus menjaga harapan Pak Djoko agar putrinya dapat terus belajar dan mengejar cita-cita.

Perjuangan Pak Djoko mengingatkan bahwa di balik seorang anak yang terus bersekolah, ada orang tua yang setiap hari berusaha agar langkah itu tidak terhenti.

Reporter: Miftahul Huda
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Miftahul Huda

LAYANAN MUSTAHIK (LAMUSTA) EKONOMI HADIRKAN HARAPAN BARU, BU FARIDA MEMULAI USAHA DI USIA SENJA

LAYANAN MUSTAHIK (LAMUSTA) EKONOMI HADIRKAN HARAPAN BARU, BU FARIDA MEMULAI USAHA DI USIA SENJA

Surabaya, 5 Oktober 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur melalui program LAMUSTA menyalurkan bantuan gerobak dan modal usaha kepada Bu Farida, seorang lansia yang hidup seorang diri di Surabaya, untuk membangun usaha makanan dan minuman keliling sebagai sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan di tengah keterbatasan fisik akibat usia.

Selama ini, Bu Farida bertahan hidup dengan mengandalkan berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, usia yang semakin senja membuat pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik tidak lagi mudah dijalani. Keinginannya untuk tetap bekerja menjadi alasan kuat baginya untuk mencoba membangun usaha sendiri.

Melalui bantuan gerobak dan modal usaha, Bu Farida kini memiliki kesempatan memulai langkah baru. Gerobak tersebut akan digunakannya untuk menjajakan makanan dan minuman secara keliling di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya ingin tetap bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan sendiri. Semoga dengan gerobak dan modal usaha ini saya bisa berjualan dan mendapatkan penghasilan,” ungkap Bu Farida.

Bagi Bu Farida, gerobak itu bukan sekadar alat usaha. Di balik roda-roda kecilnya tumbuh harapan untuk menjalani hari dengan lebih mandiri, tanpa terus bergantung pada pekerjaan serabutan yang semakin berat dilakukan.

Melalui LAMUSTA, Dompet Dhuafa Jawa Timur berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi mendorong penerima manfaat memiliki aset produktif dan sumber penghidupan sesuai kemampuan mereka.

Semoga usaha Bu Farida terus tumbuh dan menjadi jalan baginya untuk menjalani masa senja dengan lebih berdaya, mandiri, dan penuh harapan.

Reporter: Mei Saiful Rohman
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Mei Saiful Rohman