Header Dompet Dhuafa Jatim
TURUT BANTU RESPONS KARHUTLA BROMO, DOMPET DHUAFA JATIM DUKUNG RELAWAN DAN PENANGANAN LAPANGAN

TURUT BANTU RESPONS KARHUTLA BROMO, DOMPET DHUAFA JATIM DUKUNG RELAWAN DAN PENANGANAN LAPANGAN

Malang, 9 Agustus 2026 – DMC Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama Dompet Dhuafa Volunteer Jawa Timur turut membantu respons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang dan Probolinggo. Empat personel diterjunkan untuk mendukung penanganan yang dilakukan tim gabungan melalui layanan Pos Hangat, distribusi logistik, pembasahan lahan, pemadaman sisa titik api, serta bantuan evakuasi kendaraan di tengah medan yang sulit dijangkau.

Karhutla yang terjadi sejak 3 Agustus 2026 telah berdampak pada sekitar 176 hektare lebih kawasan. Penanganan utama dilakukan berbagai unsur terkait melalui jalur darat, water bombing, pemantauan drone, hingga pembuatan sekat bakar.

Sebagai bagian dari dukungan lapangan, tim Dompet Dhuafa Jawa Timur membuka Pos Hangat di Jemplang, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Layanan berupa minuman hangat dan distribusi buah diberikan untuk mendukung sekitar 200 personel dan relawan yang bertugas.

Tim juga turut membantu pembasahan lahan Savana dan penanganan sisa titik api di Blok Bantengan, Probolinggo. Di kawasan Lautan Pasir, personel membantu proses evakuasi dua mobil tangki yang terjebak akibat kondisi jalan berpasir.

Respons dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Malang, Perhutani, dan TNBTS. Dukungan akan dilanjutkan melalui asesmen, pelayanan Pos Hangat, distribusi makanan bagi relawan, serta membantu proses pembasahan dan pendinginan area terdampak.

Keterlibatan Dompet Dhuafa Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat kolaborasi seluruh unsur yang tengah berupaya mengendalikan kebakaran dan menjaga kawasan Bromo dari dampak yang semakin meluas.

Reporter: Agus Triabudi Waloyo
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Cahya Muhammad Attaqwa

SEMANGAT KEMERDEKAAN DI RBDD, 16 ANAK BELAJAR SPORTIVITAS LEWAT LOMBA 17-AN

SEMANGAT KEMERDEKAAN DI RBDD, 16 ANAK BELAJAR SPORTIVITAS LEWAT LOMBA 17-AN

Madiun, 8 Agustus 2026 – Rumah Belajar Dompet Dhuafa (RBDD) Jawa Timur menghadirkan kemeriahan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bersama 16 anak dan dua tutor melalui rangkaian lomba 17-an, Sabtu (8/8). Kegiatan yang berlangsung di RBDD Madiun ini dikemas dalam permainan edukatif untuk menghadirkan ruang bermain yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan sportivitas, kekompakan, dan kedekatan antarpeserta.

Tawa anak-anak pecah sejak perlombaan dimulai. Mereka beradu ketangkasan dalam lomba Roti Imbang di Wajah, Sedotan Berpindah, hingga Pindah Air Menggunakan Punggung. Permainan sederhana itu berubah menjadi pengalaman penuh cerita ketika setiap anak saling menyemangati dan berusaha menyelesaikan tantangan bersama.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, perayaan kemerdekaan ini menjadi bagian dari proses belajar anak-anak RBDD. Mereka diajak memahami arti berani mencoba, menerima hasil dengan sportif, bekerja sama, serta menghargai teman.

Melalui kegiatan tersebut, Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap RBDD terus menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berekspresi, dan bertumbuh. Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi tumbuh menjadi keberanian untuk bermimpi dan berkarya.

Merdeka bermain, merdeka belajar, dan merdeka menggapai masa depan.

Reporter: Tim DDV Jatim Chapter Madiun
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Sunawan Hadi Saputra

PERLUAS DUKUNGAN BAGI PASIEN, DOMPET DHUAFA JATIM BERSAMA SEJUMLAH YAYASAN JALIN KOLABORASI DENGAN RSUD DR. SOETOMO

PERLUAS DUKUNGAN BAGI PASIEN, DOMPET DHUAFA JATIM BERSAMA SEJUMLAH YAYASAN JALIN KOLABORASI DENGAN RSUD DR. SOETOMO

Surabaya, 4 Agustus 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur dan sejumlah Yayasan bersama RSUD dr. Soetomo menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pendampingan nonmedis serta penyediaan rumah singgah bagi pasien dan pendamping pasien, Selasa (4/8), di Ruang Bimoseno, Gedung Manajemen RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Kolaborasi ini memperkuat dukungan pelayanan bagi pasien yang membutuhkan fasilitas pendamping selama menjalani rangkaian pengobatan.

Penandatanganan kerja sama dihadiri Direktur RSUD dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAl., FINS-DV., FAADV., MARS., Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Timur, Moch. Rizzqi Aladib, dan beberapa perwakilan Yayasan lainnya. Momentum tersebut menjadi langkah bersama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak berhenti di ruang perawatan, tetapi turut menjangkau kebutuhan sosial pasien dan keluarga pendamping.

Melalui kerja sama ini, Rumah Singgah Pasien Dompet Dhuafa Jawa Timur hadir sebagai fasilitas pendukung bagi pasien dan pendamping yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan. Pendampingan nonmedis diharapkan dapat membantu meringankan perjuangan keluarga, terutama mereka yang datang dari luar daerah dan menghadapi keterbatasan selama proses pengobatan.

Kolaborasi bersama RSUD dr. Soetomo diharapkan membangun layanan yang semakin terintegrasi, humanis, dan mudah dijangkau. Sebab, di balik setiap proses pengobatan, ada pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat untuk beristirahat, bertahan, dan menjaga harapan hingga dapat kembali pulang.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Rini Karistijani

PERTAMINA PATRA NIAGA FUEL TERMINAL MADIUN DAN DOMPET DHUAFA JATIM ALIRKAN 6.000 LITER AIR BERSIH UNTUK WARGA PEGUNUNGAN PACITAN

PERTAMINA PATRA NIAGA FUEL TERMINAL MADIUN DAN DOMPET DHUAFA JATIM ALIRKAN 6.000 LITER AIR BERSIH UNTUK WARGA PEGUNUNGAN PACITAN

Pacitan, 26 Juli 2026 – Relawan Tirtalestari, program pengembangan sumber mata air berbasis masyarakat binaan Dompet Dhuafa, bersama PT Pertamina Madiun menyalurkan 6.000 liter air bersih pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, kepada 25 kepala keluarga atau sekitar 75 jiwa di Dusun Kalitengah, Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Bantuan didistribusikan bertahap oleh enam relawan untuk menjawab krisis akibat kemarau panjang yang mengeringkan sumber air dangkal warga.

Di tengah jalur pegunungan yang terjal, armada pembawa air menembus medan demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Mayoritas penerima manfaat merupakan petani tradisional dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah yang bergantung pada sumber air di sekitar permukiman.

“Kondisi di lapangan cukup menantang karena topografi pegunungan dan jalan yang terjal, tetapi kebutuhan warga akan air bersih menjadi prioritas utama kami,” ujar Muhammad Nurromdhoni, perwakilan relawan Tirtalestari.

Kedatangan air bersih disambut haru dan syukur. Bagi warga, setiap tetes menjadi penyambung asa untuk memasak, minum, dan menjalani kehidupan di tengah kemarau. Berdasarkan pendataan relawan, sedikitnya 12 titik rawan kekeringan di Pacitan masih membutuhkan bantuan darurat selama musim kemarau 2026.

Dompet Dhuafa mengajak masyarakat, perusahaan, komunitas, dan berbagai pihak memperkuat kolaborasi agar distribusi air bersih terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak keluarga di wilayah pegunungan.

Reporter: Benny Wijaya, Relawan Tirtalestari
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Relawan Tirtalestari

BEM KM FK UNAIR BERSAMA DOMPET DHUAFA JAWA TIMUR SALURKAN 45 PAKET SEMBAKO UNTUK PENYINTAS GEMPA SIGI

BEM KM FK UNAIR BERSAMA DOMPET DHUAFA JAWA TIMUR SALURKAN 45 PAKET SEMBAKO UNTUK PENYINTAS GEMPA SIGI

Sigi, 25 Juli 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur menyalurkan amanah bantuan kemanusiaan dari BEM KM FK UNAIR berupa 45 paket sembako kepada 45 penyintas gempa bumi di Desa Kamarora A dan Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (25/7). Bantuan diberikan secara langsung dan tepat sasaran untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan pascagempa 16 Juni 2026.

Lebih dari sebulan setelah gempa mengguncang, perjuangan warga belum sepenuhnya usai. Di tengah upaya menata kembali kehidupan, bantuan pangan menjadi penguat bagi keluarga terdampak untuk melewati masa pemulihan dengan lebih tenang.

Melalui kolaborasi bersama BEM KM FK UNAIR, Dompet Dhuafa Jawa Timur memastikan 45 paket sembako tersalurkan kepada penerima manfaat dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran. Bantuan tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan, kesehatan, serta ketahanan keluarga penyintas pascabencana.

Baharuddin (72), salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian yang hadir di tengah kondisi sulit.

“Terima kasih kepada seluruh donatur atas bantuan yang telah diberikan. Dalam situasi saat ini, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami dan keluarga,” ungkapnya.

Kepedulian BEM KM FK UNAIR yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa Jawa Timur menjadi bukti bahwa penyintas Sigi tidak berjalan sendiri. Dukungan ini diharapkan dapat menguatkan langkah masyarakat untuk pulih, bangkit, dan kembali membangun kehidupan mereka.

Reporter: Tim DDV & DMC DD Sulawesi Selatan
Editor: Edo Setiawan
Fotografer: Tim DDV & DMC DD Sulawesi Selatan

LEAD YOURSELF, IMPACT OTHERS: ELC YES 2026 MEMBENTUK AWARDEE MUDA BERANI BERDAMPAK

LEAD YOURSELF, IMPACT OTHERS: ELC YES 2026 MEMBENTUK AWARDEE MUDA BERANI BERDAMPAK

Mojokerto, 24-26 Juli 2026 – Mengusung tema “Lead Yourself, Impact Others”, Dompet Dhuafa Jawa Timur menyelenggarakan Ekselensia Leadership Camp (ELC) bagi 10 awardee baru Youth Ekselensia Scholarship (YES) Surabaya secara daring dan luring di kawasan Eduwisata BRILiaN Farm Mojokerto pada Jumat–Minggu (24–26/7). Kegiatan ini menjadi langkah awal pembinaan untuk membentuk pemimpin muda yang mampu memimpin dirinya dengan integritas, memiliki visi hidup yang jelas, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Rangkaian ELC diawali dengan pembukaan nasional secara daring yang diikuti 106 awardee YES se-Indonesia. Peserta memperoleh pengenalan Program YES, kurikulum pembinaan, nilai-nilai Dompet Dhuafa, hingga materi kepemimpinan yang menekankan pentingnya menemukan tujuan hidup sebelum menjadi agen perubahan bagi orang lain.

Pada kegiatan luring, Budi Pangestu mengawali pembinaan melalui materi Individual Life Plan dan Career Planning untuk membantu peserta menyusun arah hidup, target pendidikan, serta rencana pengembangan diri. Selanjutnya, Nur Fitria Syawaliyah membimbing peserta dalam sesi tahfiz Al-Qur’an dan motivasi menghafal sebagai pondasi spiritual seorang pemimpin.

Pembekalan dilanjutkan bersama Muhammad Zidny Ubaydillah melalui materi motivasi kuliah dan organisasi yang mendorong awardee menjadi mahasiswa aktif, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial. Sebagai penutup materi utama, Pumadana Witra mengenalkan teknik mind mapping untuk membantu peserta menyusun gagasan, mengambil keputusan, dan memetakan langkah strategis dalam mencapai tujuan hidup.

Selain menerima materi, peserta juga mengikuti outbound, team building, refleksi harian, diskusi kelompok, serta pembiasaan ibadah berjamaah. Seluruh rangkaian dirancang agar para awardee tidak hanya memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga membangun disiplin, komunikasi, kolaborasi, dan karakter yang kuat sebagai bekal untuk memberi dampak positif di tengah masyarakat.

“Kegiatan ELC benar-benar menyenangkan dan membuat saya merasa berada di rumah kedua. Saya belajar banyak hal, salah satunya menggunakan prinsip peta konsep untuk memetakan tujuan jangka pendek, menengah, maupun panjang,” ujar Ayatullah Bintang, salah satu awardee YES.

Melalui ELC, Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap setiap awardee mampu memimpin dirinya dengan baik, memiliki komitmen terhadap proses pengembangan diri, serta tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan dan manfaat bagi sesama.

Reporter: Nur Fitria Syawaliyah
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

LAUNCHING WAKAF DOMPET DHUAFA JAWA TIMUR: DARI WAKAF, TUMBUH RUANG KEBAIKAN DAN HARAPAN UNTUK SESAMA

LAUNCHING WAKAF DOMPET DHUAFA JAWA TIMUR: DARI WAKAF, TUMBUH RUANG KEBAIKAN DAN HARAPAN UNTUK SESAMA

Surabaya, 24 Juli 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur meresmikan Kantor layanan utama ZISWAFKU, Café Madaya, dan Gerai Sehat pada Jumat (24/7) di Kantor Utama Dompet Dhuafa Jawa Timur. Peluncuran aset wakaf produktif ini melibatkan keluarga pewakif, Dompet Dhuafa, Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, MUI Jawa Timur, LKC Dompet Dhuafa Jawa Timur, serta Selagi Muda Kopi untuk mendekatkan layanan ZISWAF, kesehatan, dan pemberdayaan kepada masyarakat.

Kegiatan dimulai dengan registrasi dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Suasana pembukaan berlangsung khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh teman-teman dari kawan netra, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari para pemangku kepentingan.

Citra Hennida, perwakilan keluarga pewakif, menyampaikan rasa syukurnya atas pemanfaatan wakaf tersebut. “Tempat ini cukup bersejarah ya, harapan kami semua, tempat ini dapat memberikan beragam kebaikan utamanya kesehatan untuk masyarakat,” ungkapnya.

General Manager Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa, Bobby P. Manullang, menegaskan bahwa aset tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan fondasi manfaat jangka panjang. “Wakaf ini merupakan wakaf produktif yang insyaallah terus mengalirkan kebaikan,” ujarnya.

Peresmian dilanjutkan dengan doa dan tasyakuran, penyerahan simbolis Program Muliakan Anak Yatim, serta pembagian paket sembako kepada masyarakat dhuafa. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan pengecekan kesiapan setiap layanan.

Melalui Kantor ZISWAFKU, Café Madaya, dan Gerai Sehat, Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap amanah wakaf terus bertumbuh menjadi pelayanan yang lebih dekat, manfaat yang lebih luas, serta kekuatan pemberdayaan bagi masyarakat.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Edo Setiawan, Sunawan Hadi Saputra

SAKIYA, SATU HARI KITA BERKARYA: BELAJAR DAN BERKREASI

SAKIYA, SATU HARI KITA BERKARYA: BELAJAR DAN BERKREASI

Madiun, 17 Juli 2026 – Rumah Belajar Dompet Dhuafa Jawa Timur menggelar kegiatan SAKIYA (Satu Hari Kita Berkarya) pada Jumat (17/7), dengan melibatkan 11 anak dan dua tutor. Melalui pemanfaatan ranting serta bunga yang ditemukan di sekitar Rumah Belajar, anak-anak diajak mengasah kreativitas, kepedulian terhadap alam, dan keterampilan mengolah benda sederhana menjadi bingkai estetik bernilai seni.

Suasana belajar berubah menjadi ruang penuh warna dan imajinasi. Ranting-ranting yang semula tampak biasa dirangkai dengan bunga, lalu dihias sesuai gagasan masing-masing anak. Tangan-tangan kecil itu bekerja dengan tekun, menghadirkan karya unik yang mencerminkan keberanian mereka dalam bereksplorasi.

Selain melatih motorik halus dan daya cipta, SAKIYA menjadi cara menyenangkan untuk menanamkan pemahaman bahwa inspirasi dapat ditemukan dari lingkungan terdekat. Setiap karya tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga menyimpan cerita tentang proses belajar, kesabaran, dan kebanggaan atas hasil usaha sendiri.

Melalui kegiatan ini, Rumah Belajar Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap anak-anak semakin percaya diri menuangkan ide, menghargai alam, serta tumbuh menjadi generasi kreatif yang mampu memberi nilai pada setiap hal sederhana di sekitarnya.

Reporter: Benny Wijaya
Editor: Edo Setiawan
Fotografer: Benny Wijaya

DI BALIK SUARA AZAN, BADRI DAN NANING MENJAGA HARAPAN DI TENGAH KETERBATASAN

DI BALIK SUARA AZAN, BADRI DAN NANING MENJAGA HARAPAN DI TENGAH KETERBATASAN

Surabaya, 17 Juli 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur mengangkat kisah perjuangan M. Badri dan istrinya, Naning, dua penerima manfaat yang bertahan di sebuah kamar kos sederhana. Dengan penghasilan Rp300.000 per bulan sebagai muazin, Badri terus mengumandangkan azan setiap hari, meski pendapatannya hanya cukup untuk membayar sewa kamar dan listrik sehingga kebutuhan pangan mereka kerap tidak terpenuhi.

Di balik suara azan yang menyeru warga menuju masjid, Badri menyimpan ikhtiar panjang untuk menjaga keluarganya tetap bertahan. Seusai menunaikan tugas, ia kembali ke kamar kecil yang menjadi tempat beristirahat, makan, berdoa, sekaligus menaruh harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Naning pun setia berjalan di samping suaminya. Dalam keterbatasan, keduanya belajar mencukupkan rezeki yang ada, menekan kebutuhan, dan saling menguatkan ketika harus memilih antara membeli makanan atau memenuhi keperluan mendesak lainnya.

Meski hidup serba terbatas, Badri tidak meninggalkan amanahnya. Setiap waktu salat tiba, langkahnya tetap menuju masjid. Ia terus memanggil orang lain dalam kebaikan, sementara dirinya berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar.

Badri dan Naning tidak mendambakan kemewahan. Mereka hanya berharap dapat menikmati makanan yang layak, membayar tempat tinggal tanpa kecemasan, dan menjalani hari dengan lebih tenang. Kisah keduanya menjadi pengingat bahwa di balik suara azan yang menenteramkan, ada keluarga sederhana yang sedang menjaga iman dan harapan agar tidak padam.

Cerita dan dokumentasi yang ditampilkan telah memperoleh persetujuan dari penerima manfaat untuk digunakan sebagai bagian dari laporan pertanggungjawaban dan publikasi program pendayagunaan dana LAMUSTA.

Reporter: Miftahul Huda
Editor: Miftahul Huda
Fotografer: Miftahul Huda

BINA ROHANI PASIEN DAN MANFAAT KAFARAT, MENEGUHKAN HARAPAN DI RUMAH SINGGAH PASIEN DOMPET DHUAFA JATIM

BINA ROHANI PASIEN DAN MANFAAT KAFARAT, MENEGUHKAN HARAPAN DI RUMAH SINGGAH PASIEN DOMPET DHUAFA JATIM

Surabaya, 16 Juli 2026 – Dompet Dhuafa Jawa Timur kembali menggelar Bina Rohani Pasien sekaligus menyalurkan amanah kafarat di Rumah Singgah Pasien Dompet Dhuafa Jatim, Kamis (16/7). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menguatkan spiritual pasien dan pendamping selama menjalani pengobatan, sekaligus memastikan amanah kafarat tersalurkan secara tepat kepada fakir miskin dan dhuafa.

Kegiatan diawali dengan evaluasi dan diskusi bersama Rini Karistijani, PIC Program Rumah Singgah Pasien Dompet Dhuafa Jatim. Pembahasan berfokus pada penguatan mekanisme pelayanan agar rumah singgah tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tenteram bagi pasien maupun keluarga pendamping.

Suasana berlangsung khidmat ketika Ustaz Diaz Patria Yunanto, S.A. melalui program Bina Rohani Pasien menyampaikan beberapa nasihat, motivasi, dan doa untuk menjadi penguat bagi para pasien yang sedang menempuh perjalanan panjang pengobatan.

“Alhamdulillah, Bina Rohani Pasien dapat kembali rutin diselenggarakan untuk menguatkan moral dan spiritual pasien maupun pendamping yang sedang berjuang. Kafarat ini juga menjadi berkah bagi seluruh penerima manfaat di sini,” ujar Rini.

Amanah kafarat disalurkan melalui penyediaan makanan siap santap yang mendukung kebutuhan harian penerima manfaat Rumah Singgah Pasien serta masyarakat fakir miskin dan dhuafa. Melalui penyaluran reguler, program ini dapat menghadirkan hingga 1.920 porsi makanan siap santap bagi mereka yang membutuhkan di seluruh Rumah Singgah Pasien yang dikelola oleh Dompet Dhuafa Jatim.

Pendataan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan penerima manfaat terus diperbarui sehingga amanah kafarat dapat menjangkau lebih banyak keluarga dhuafa dan tidak hanya diterima oleh orang yang sama.

Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap Rumah Singgah Pasien terus menjadi ruang teduh yang menghadirkan kekuatan iman, kepedulian, serta dukungan nyata bagi pasien hingga mereka mampu menuntaskan ikhtiar pengobatan.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis