Ponorogo, 3 September 2025 – Di usianya yang menginjak 80 tahun, Bapak Djakiman, warga Dukuh Pohsawit, Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Ponorogo, kini menjalani hidup seorang diri dengan penuh keterbatasan. Mantan buruh tani serabutan ini harus berjuang menghadapi penyakit jantung dan paru-paru yang kian melemahkan tubuhnya. Sehari-hari, ia hanya bisa berbaring di rumah sederhana tanpa keluarga yang mendampingi, bergantung pada kepedulian warga sekitar.
Sejak muda, Pak Djakiman bekerja keras berpindah dari satu ladang ke ladang lain, membantu para pemilik sawah dengan upah yang tak menentu. Penghasilan itu hanya cukup untuk sekadar bertahan hidup. Kini, di masa tuanya, jasanya tak lagi mampu ia andalkan. Ketika sakitnya semakin parah, ia sempat dirawat di RSUD Dr. Hardjono Ponorogo, ditemani secara bergantian oleh para santri pondok yang dengan tulus menjaganya.
Meski telah menjalani rawat jalan, kondisi Pak Djakiman tetap lemah. Tubuhnya kurus, napasnya sesak, dan aktivitasnya terbatas. Hidup dalam kesunyian, ia tetap berusaha tegar, meski jelas beban hidup kian berat. Warga sekitar bahu-membahu menengok dan merawatnya, menjadi keluarga pengganti di tengah kesendiriannya.
Pak Djakiman adalah potret dari banyak orang tua di pelosok negeri yang menghabiskan masa tua dengan penuh keterbatasan. Dari kerja kerasnya sebagai buruh tani hingga kini terbaring lemah, ia menggantungkan harap pada kebaikan hati sesama. Semoga akan ada lebih banyak uluran tangan yang meringankan langkah hidupnya, agar sisa usia beliau dapat dijalani dengan lebih tenang dan bermartabat.
Reporter: Benny Wijaya
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Benny Wijaya
Tata Bahasa diolah oleh AI