KABAR
KEBAIKAN

Informasi dan Berita Terkini Seputar Dompet Dhuafa Jawa Timur

Gelar I-HitS 2022, Dompet Dhuafa Bongkar Skema Capaian Tahun 2021

Bagikan Kebaikan Ini »

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA — Membuka gelaran Indonesian Humanity Summit (I-HitS) 2022 pada Selasa (4/1/2021), di Gedung SMESCO Jakarta Selatan, Bambang Suherman selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, memaparkan berbagai gagasan yang dikelola Dompet Dhuafa dalam ragam program untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Bahwa ternyata di bawah garis kemiskinan, di sekitar kita tidak homogen. Dari pengalaman Dompet Dhuafa, paling tidak kemiskinan terbagi dalam 3 (tiga) segmen. Miskin menyerah (tidak berdaya), miskin berpotensi (kelompok anak muda yang terbatas), miskin beraset (perlu pendampingan). Ketiga segmen ini bisa mendapat pelayanan yang baik, lalu ditumbuhkan kapasitasnya agar menjadi lebih mandiri di atas garis kemiskinan tersebut.

“Selama 28 tahun perjalanan Dompet Dhuafa itu tidak singkat. Kami juga telah banyak melakukan proses-proses untuk mendapatkan metode terbaik yang paling efektif dan efisien, yang bisa memberikan dampak yang paling besar bagi masyarakat. Kami dipandu oleh satu visi yang cukup kuat, yang telah ditanamkan sejak Dompet Dhuafa pertama kali hadir di muka bumi ini,” aku Bambang Suherman.

“Yaitu, mewujudkan masyarakat global yang berdaya melalui kegiatan pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan, dengan sistem yang berkeadilan. Ini menempatkan Dompet Dhuafa untuk berkiprah pada skema di atas dan di bawah garis kemiskinan,” lanjutnya.

Berdiri di depan ratusan khalayak, Ia juga menyebutkan, ada 3 tujuan skema pengelolaan kemiskinan Dompet Dhuafa. Menggulirkan Layanan (pada darurat kemiskinan, akses, juga aset), pendampingan program Pemberdayaan (berupa modal, produk, serta pasar), hingga Pembelaan (berupa kebijakan, pendampingan hukum, juga jaringan). Sehingga Dompet Dhuafa mengelola Mustahik, yang berkembang dan menempatkannya sebagai Mitra, hingga berdaya dan mandiri sebagai Muzzaki.

“Nah, yang telah dilakukan Dompet Dhuafa dengan skema-skema inilah, kemudian mewujud menjadi capaian-capaian. Sehingga di tahun 2021 ini, telah mengembangkan partisipasi publik senilai Rp424 Miliar lebih. Dan ini adalah bentuk KolaborAksi yang sekarang sedang dikelola oleh kita bersama-sama,” aku Bambang Suherman.

Berdiri di depan ratusan khalayak, Ia juga menyebutkan, ada 3 tujuan skema pengelolaan kemiskinan Dompet Dhuafa. Menggulirkan Layanan (pada darurat kemiskinan, akses, juga aset), pendampingan program Pemberdayaan (berupa modal, produk, serta pasar), hingga Pembelaan (berupa kebijakan, pendampingan hukum, juga jaringan). Sehingga Dompet Dhuafa mengelola Mustahik, yang berkembang dan menempatkannya sebagai Mitra, hingga berdaya dan mandiri sebagai Muzzaki.

“Nah, yang telah dilakukan Dompet Dhuafa dengan skema-skema inilah, kemudian mewujud menjadi capaian-capaian. Sehingga di tahun 2021 ini, telah mengembangkan partisipasi publik senilai Rp424 Miliar lebih. Dan ini adalah bentuk KolaborAksi yang sekarang sedang dikelola oleh kita bersama-sama,” aku Bambang Suherman.

“Ya, mewujud menjadi intervensi kepada 3 Juta lebih Penerima Manfaat di Indonesia. Tentu saja ini bukan pekerjaan yang besar kalau kita bandingkan dengan PR kemiskinan yang harus kita hadapi. Tetapi kita memulai dari sini, dan saya berharap dengan acara ini, akan memperkuat kembali kolaboraksi di antara kita, sehingga sumber daya kolaborasinya menjadi lebih besar dan penerima manfaatnya turut lebih luas,” serunya.

Bambang Suherman juga mengungkapkan, suatu bentuk syukur bagi Dompet Dhuafa untuk menginspirasi gerakan zakat, gerakan kemanusiaan di dunia ini. Memperkuat KolaborAksi kita bersama dan KolaborAksi Bangun Negeri yang nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang miskin, marginal, yang penuh keterbatasan.

Paparan selanjutnya dalam I-HitS 2022, turut menghadirkan Flip, sebuah aplikasi digital keuangan untuk melakukan transfer antar bank dengan tanpa biaya. Eko Priyanto selaku Head of Enterprise Sales Flip, sebelumnya menyampaikan, ketiga founder Flip, yang salah satunya adalah Rafi Putra Arriyan selaku Co-Founder & CEO Flip, ialah juga merupakan Alumni Beasiswa Aktivis Dompet Dhuafa di tahun 2013.

“Flip terbentuk di 2015, sebagai pioner solusi penyedia layanan transfer antar bank dengan gratis biaya admin. Dan seperti yang Pak Bambang sampaikan, bahwa saat ini adalah waktu yang sangat luar biasa dan challanging untuk paling besar tujuannya adalah saling berkolaborasi. Karena masing-masing dari kita pasti memiliki kemampuan yang saya rasa itu yang perlu dikolaborasi,” ujar Eko.

Ya, Dompet Dhuafa menginisiasi gelaran I-HitS 2022, sebagai bentuk rangkaian agenda tahunan Public Expose dan Social Humanity Outlook. Dengan menghadirkan ragam Narasumber ternama dalam bidang tema sosial kemanusiaan, ekonomi syariah, inovasi teknologi, dan lainnya, yang berlangsung selama 2 (dua) hari sejak tanggal 4 – 5 Januari 2022. Disana, Dompet Dhuafa juga menghadirkan berbagai programnya dalam pameran booth kemanusiaan, yang diramaikan oleh LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma), DMC (Disaster Mangement Center), LPM (Lembaga Pelayan Masyarakat), LPI (Lembaga Pengembangan Insani), Zona Madina, DD Tekno, DD Konstruksi, DDP (Digdaya Dinamika Publika), Institut Kemandirian, KMM (Karya Masyarakat Mandiri), STIM Budi Bakti, juga Kampus Bisnis Umar Usman. (Dompet Dhuafa Jawa Timur/Aldhi)