Header Dompet Dhuafa Jatim
SEKOLAH TERNAK DD JATIM BATCH-2

SEKOLAH TERNAK DD JATIM BATCH-2

Di era sekarang, usaha peternakan menjadi salah satu usaha yang cukup diminati dan menjanjikan. Namun dibalik itu, dibutuhkan ilmu guna menunjang keberhasilan para peternak apalagi dengan maraknya wabah PMK yang menyerang banyak ternak. Sebagai bentuk kepedulian akan hal tersebut, Dompet Dhuafa Jawa Timur kembali membuka sekolah ternak Batch 2. Setelah berhasil dengan sekolah ternak batch 1, sekolah ternak batch 2 kembali digelar pada Sabtu (28/5) hingga Minggu (29/5).

Di tengah merebaknya wabah PMK yang cukup mengusik para peternak,
materi mengenai PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) juga disertakan pada sekolah ternak kali ini. Adapun pada sekolah ternak kali ini juga sama diadakan di lingkungan kandang DD Farm langsung yang diikuti oleh 12 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Madiun, Ngawi, Ponorogo, Surabaya, hingga Klaten, Jawa Tengah. Keduabelas peserta tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari yang belum pernah beternak sama sekali, hingga peternak yang sudah memiliki ternak 10-100 ekor bahkan 300 ekor.

Tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, para peserta juga aktif saling bertukar ilmu dan pengalaman satu sama lain. Hal ini sejalan dengan harapan Dompet Dhuafa Jawa Timur selaku pihak penyelenggara. “Onok sing iso, aku yo kudu iso. Kari golek dalane. Iso ugo sekolah ternak iki dalane.” Tutur salah satu peserta sekolah ternak sebagai salah satu motivasi untuk belajar. (Ilham/Dompet Dhuafa Jatim)

Ada 700 Santri, Ponpes di Lereng Perbukitan Ponorogo Ini Butuh Ruang Layak Mukim dan Belajar (Bagian Satu)

Ada 700 Santri, Ponpes di Lereng Perbukitan Ponorogo Ini Butuh Ruang Layak Mukim dan Belajar (Bagian Satu)

PONOROGO, JAWA TIMUR — Berdirinya Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Munadi Ponorogo sejak tahun 2007 lalu memang mengalami perkembangan pesat hingga tahun 2022 saat ini. Sekilas tidak tampak seperti Ponpes pada umumnya. Berada di lereng perbukitan, beralaskan tanah, dan sebagian bangunannya menggunakan dinding triplek juga atap anyaman bambu. Meski bergitu, kini Ponpes Hasan Munadi memiliki 700 santri dan telah mencetak banyak generasi hafidz Qur’an.

Disampaikan oleh Ustadz Adi Sukamto selaku Pengurus Ponpes Hasan Munadi, bahwa Pengasuh Ponpes tersebut, K. H. Agus Mahfud, bertekad untuk mengamalkan ilmu pendidikan Qur’an, dan menggunakan nama Hasan Munadi yang merupakan nama seorang leluhur dari keluarga sang istrinya sendiri. Pun tokoh penyebar agama Islam di wilayah Dukuh Pohsawit, Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

“Beliau (Hasan Munadi) juga salah satu orang yang babat tanah di Pohsawit sekitar 100 tahun lalu, dan menyebarkan syiar Islam disini. Tekad amalkan ilmu Qur’an dan menghidupkan kembali sejarah serta peradaban Islam yang disini sejak lama, dari tanah wakaf ini lah kami mulai mendirikan Madrasah Diniyah Awaliyah dan Madrasah Diniyah Musto,” ungkap Ust. Adi, ditemuinya langsung di Ponpes Hasan Munadi, Jum’at (11/3/2022).

Ia lanjutkan, “Lalu tahun 2009 mendirikan Raudhatul Athfal, dan tahun 2011 mendirikan Madrasah Aliyah, cuma ada 6 anak waktu itu. Kondisinya bisa dibilang tidak layak, ada yang bilang, sekolahan kok seperti kandang ayam? Jadi ya ini memang bekas hutan belantara, waktu babat awal saja masih kami temukan ular bahkan macan”.

Perlahan, Ponpes Hasan Munadi mulai mendapat minat serta dukungan lebih dari masyarakat. Pada tahun 2015, santri yang bermukim mulai bertambah. Tahun 2017 dan 2018, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah didirikan disana. Alhasil, pondok putra pun dipindah lokasinya ke Dukuh Tunggur di lereng perbukitan.

“Mulanya, tenaga pengajar juga hanya ada 3 orang, pengurus 5 orang. Sekarang, alhamdulillah, ada 45 orang. Ya, termasuk kami sejak tahun 2017 itu santri di Ponpes Hasan Munadi ini,” jelas Pengurus Bagian Kesekretariatan Pusat Ponpes Hasan Munadi asal Tembilahan, Riau, tersebut

“Awal santri juga memang cuma ada 6 anak, itupun salah satunya anaknya pak Kiyai. Terus berproses dari tahun ke tahun, kini ada 700 santri. Ada yang dari Surabaya, Banyuwangi, bahkan Palembang, Lampung, dan Riau. Yang mukim sekitar 200-an santri putri dan 100-an santri putra. Di Dukuh Pos Sawit sampai tidak muat lagi dan pondok putra dipindah ke Dukuh Tunggur, Desa Puhlowo,” sebutnya. (Dompet Dhuafa / Ilham hidayatulloh)

Menelusuri Pelosok Sekalus, Salurkan Kado Pangan Untuk Masyarakat Dhuafa

Menelusuri Pelosok Sekalus, Salurkan Kado Pangan Untuk Masyarakat Dhuafa

Perjalanan menelusuri pelosok Dusun Sekalus, Des Cermo, Kare berlanjut di hari kedua.
(30/4) Tidak hanya menyalurkan zakat dan Al Quran, di hari kedua kami diamanahkan donatur untuk mengantar kado pangan untuk warga sekalus.

Pada kesempatan ini Kami mengantar donatur Alumni SMPN 1 Madiun, yang terjun langsung dan melihat kondisi disana. Sebanyak 16 paket kado pangan kami salurkan untuk masyarakat dhuafa yang membutuhkan di sana. Adapun bantuan berupa bahan pangan atau sembako guna menyambung hidup masyarakat yang terisolir tersebut.

“Saya baru tahu ini, di Madiun ada desa yang yang bersa di tengah hutan, jauh dari keramaian dan belum adanya listrik. Semoga bantuan yang kami menjadi keberkahan bagi warga masyarkat disini” ujar salah satu Alumni

Semoga dengan adanya kado pangan ini mampu meringankan dan memberikan sedikit kebahagiaan dan meringankan kehidupan masyarakat dhuafa di sana dan semakin menjadikan kita menjadi insan yang lebih bersyukur. Aamiin (DompetDhuafaJatim/Ilham)

Layanan Ambulan Siaga DD Jatim Banyuwangi

Layanan Ambulan Siaga DD Jatim Banyuwangi

12/5/2022, melakukan pelayanan pengantaran pasien dhuafa bernama Ibu Muslikah 57 th. Asal Wongsorejo tetapi saat ini tinggal dirumah saudaranya di Dusun Petang, Desa Grogol, Kec. Giri, Banyuwangi. Beliau sudah hampir 6 bulan tidak bisa beraktifitas diakibatkan saraf kejepit.

 

Sahabat, program pelayanan Barzah ini memang diperuntukan bagi masyarakat dhuafa yang memiliki kendala dalam mengakses layanan pemulasaran barzah. Semoga melalui ikhtiar ini Dompet Dhuafa bisa membantu mereka yang membutuhkan. (DompetDhuafaJatim/Ilham)

Berkah Ramadan, Dompet Dhuafa Jatim Tebar Parcel Ramadan Untuk Anak Yatim

Berkah Ramadan, Dompet Dhuafa Jatim Tebar Parcel Ramadan Untuk Anak Yatim

Namanya Santi (8 th), saat ini tinggal di Wilayah Jombang. Santi saat ini duduk dibangku sekolah dasar kelas 2 SD. 2 tahun yang lalu ayah Santi meninggal dunia karena sakit. Jadi bersama adiknya Santi dirawat oleh ibunya. Sang ibu saat ini bekerja sebagai buruh serabutan.

Program Kado Untuk Yatim terlaksana atas kerjasama antara Dompet Dhuafa bersama I-KINDI. Santi adalah salah satu penerima manfaat dari program kolaborasi kebaikan ini. Kurang lebih sekitar 93 anak yatim telah terbantu dalam program ini.

Program penyaluran tidak hanya terlaksana diwilayahnya Jombang, namun wilayah lain seperti Kediri, Pacitan, Surabaya, Malang dan Karang Anyar juga menjadi sasaran titik lokasi penyaluran. Terimakasih orang baik, semoga Ramadan tahun depan kita bisa berjumpa kembali. (DompetDhuafaJawaTimur/Ilham)

Ringankan Beban Masyarakat, DD JATIM Tebar Zakat Fitrah di Pelosok Jawa Timur

Ringankan Beban Masyarakat, DD JATIM Tebar Zakat Fitrah di Pelosok Jawa Timur

Zakat Fitrahmu sudah kami salurkan. Terima kasih sahabat yang sudah membayarkan Zakat Fitrahnya melalui Dompet Dhuafa Jawa Timur. Zakat Fitrahmu kami salurkan sesuai asnafnya. Salah satunya adalah para dhuafa di daerah Banjarejo, Bareng, Jombang ini.

Di sini banyak dhuafa disabilitas, salah satunya adalah pak Saryono (51). Beliau mengalami tunanetra Sekitar 15 th yang lalu, ada cerita sedih dibalik kehidupan dari Pak Saryono. Beliau sengaja dibuang oleh keluarganya sendiri sejak mengetahui kondisi pak Saryono mengalami kebutaan. Akhirnya tetangganyalah yang sampai saat ini merawat beliau. “Ya tidur disini Mas, makan juga disini, wes tak anggep sebagai keluarga sendiri, kasihan Mas “. Kata Bu Maryati (47 th) yang merawat beliau.

Pak Maryono dan Bu Maryati merupakan salah satu penerima manfaat dari Program Tebar Zakat Fitrah Dompet Dhuafa Jawa Timur. Tahun ini penyaluran zakat fitrah terlaksana di beberapa lokasi di wilayah Jawa Timur, yaitu di Surabaya, Sidoarjo, Malang, Lamongan, Kediri, Pacitan, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Jombang, Nganjuk, Banyuwangi dan Probolinggo.