Header Dompet Dhuafa Jatim
MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, DOMPET DHUAFA JATIM BERSAMA YES MALANG GELAR NGAJI BARENG

MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, DOMPET DHUAFA JATIM BERSAMA YES MALANG GELAR NGAJI BARENG

Malang, 28 September 2024 – Dompet Dhuafa Jatim bersama YES Malang, menggelar acara Ngaji Bareng untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bertempat di Plaza Begawan, Begawan Apartemen, Jl. Raya Tlogomas, kegiatan ini dihadiri oleh 42 peserta yang datang dengan semangat untuk menambah ilmu dan mempererat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh salah satu peserta YES Malang, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh makna. Setelah itu, sambutan diberikan oleh Bapak Wahyu Yudo selaku koordinator acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan terlibat dalam pelaksanaan acara ini. “Semoga dengan adanya acara Maulid yang kita kemas dengan konsep Ngaji Bareng Dompet Dhuafa ini, kita dapat meneladani sifat-sifat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta berkah dari materi yang disampaikan hari ini,” ujar Bapak Wahyu.

Sesi inti dari acara ini adalah kajian yang dibawakan oleh Ustadz Amir Rifa’i. Beliau menyampaikan materi yang bertema Meneladani Sifat Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari. Ustadz Amir menekankan pentingnya mencontoh keteladanan Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam hal kejujuran, kedermawanan, kesederhanaan, maupun kasih sayang terhadap sesama. Para peserta terlihat antusias mengikuti kajian ini, yang ditandai dengan interaksi aktif melalui pertanyaan dan diskusi yang berlangsung selama sesi tersebut.

Ngaji Bareng ini bukan hanya sekadar ajang memperingati Maulid Nabi, namun juga sebagai bentuk dakwah untuk mengajak masyarakat semakin mencintai Rasulullah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat dan menebar manfaat bagi sesama.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dan meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW, serta semakin dekat dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Reporter: Octa Ria Anjani
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Tim YES Malang

Grammar Correction by AI

UPAYA MENGAKHIRI DAHAGA, DISTRIBUSI AIR BERSIH MEMBAWA HARAPAN BARU DESA SENEPO

UPAYA MENGAKHIRI DAHAGA, DISTRIBUSI AIR BERSIH MEMBAWA HARAPAN BARU DESA SENEPO

Ponorogo, Jawa Timur – Krisis air bersih yang telah melanda Desa Senepo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mendapat perhatian serius melalui program distribusi air bersih yang diinisiasi oleh DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Jawa Timur. Program yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Selasa hingga Kamis, 24-26 September 2024, berhasil menyalurkan bantuan air bersih kepada 352 Kepala Keluarga (KK), yang berjumlah total 1278 jiwa. Program ini diselenggarakan dengan melibatkan Karang Taruna Desa, serta warga lokal, sebagai bentuk nyata kolaborasi antar-elemen masyarakat dalam menangani krisis air.

Agus Triabudi Waloyo, Koordinator Distribusi Program Dompet Dhuafa Jawa Timur, menjelaskan betapa gentingnya situasi di Desa Senepo. “Ditinjau dari segi medan dan peta kawasan zona sumber air, desa ini benar-benar sangat membutuhkan air bersih. Warga desa harus berjalan berkilo-kilometer demi mendapat air, itupun belum tentu bersih karena sering tercemar oleh lumpur dan pasir. Bahkan lebih parah, di musim kemarau seperti sekarang, sumber air itu kering dan gersang,” kata Agus.

Pernyataan tersebut diamini oleh Eko, perwakilan dari Karang Taruna Desa, yang mengakui bahwa situasi krisis air di Senepo sudah berlangsung lama. “Kondisinya sudah begini bertahun-tahun, malah sekarang bisa dibilang lebih parah karena musim hujan dan kemarau tidak bisa diprediksi lagi,” ujar Eko. Situasi ini memaksa warga untuk melakukan segala cara demi memperoleh air bersih, bahkan harus menempuh jalan terjal yang berbahaya.

Ibu Rukmini, warga Dusun Jeruk, mengungkapkan bahwa krisis air membuat warga harus menghemat air dengan ketat. “Kondisinya gersang, sehari-hari warga harus berhemat. Kalau hujan, kami semua menadah air hujan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. Sementara itu, Ibu Wati, warga Dusun Caluk, menceritakan bahwa warga harus berjalan beberapa kilometer demi mendapatkan air. “Kami harus ngangsu, jalan beberapa kilometer, naik turun bukit hanya untuk mengisi satu galon air. Di sini sudah pernah dibuat sumur bor, kedalamannya sampai 70 meter, tapi tidak ada airnya sama sekali,” tuturnya dengan penuh keprihatinan.

Distribusi air bersih ini dilakukan oleh tim DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Jawa Timur dengan menggunakan armada satu unit triton, dua mobil colt diesel yang masing-masing dilengkapi dua toren berkapasitas 3000 liter. Secara keseluruhan, sebanyak 12 rit distribusi air dilakukan di 9 titik distribusi utama di desa tersebut. Setiap rit mengangkut 12.000 liter air, memastikan distribusi air bersih yang merata di seluruh wilayah desa.

Selain distribusi air, tim juga melakukan asesmen kebutuhan warga terkait solusi jangka panjang. Hasil dari asesmen menunjukkan bahwa solusi yang memungkinkan adalah dengan program pipanisasi. Pipanisasi ini diusulkan untuk menghubungkan Desa Senepo dengan sumber mata air dari desa tetangganya, yang memiliki akses air bersih lebih stabil.

“Setelah berkomunikasi dengan warga dan memahami medan serta tantangan yang ada, kami akan mengeksplorasi kemungkinan kolaborasi lebih lanjut untuk program pipanisasi. Dengan jaringan pipa air yang menghubungkan Desa Senepo dengan sumber air dari desa sebelah, diharapkan masalah air bersih di desa ini dapat teratasi secara berkelanjutan tapi, ini harus usaha bersama, kolaborasi banyak pihak dan tentunya juga memerlukan bantuan dari para donor,” jelas Agus Triabudi.

Distribusi air tidak berjalan tanpa tantangan. Kondisi medan di Desa Senepo yang ekstrem, dengan jalanan menanjak, sempit, dan berbatu, membuat tim harus ekstra hati-hati. Kiri kanan jalan dipenuhi tebing dan jurang, sehingga distribusi air harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Di beberapa titik, pemadaman listrik juga menjadi kendala tersendiri yang memperlambat proses distribusi air bersih. Meski demikian, semangat para relawan dan warga desa yang bahu-membahu dalam upaya ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan.

Program distribusi air bersih oleh DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Jawa Timur ini diharapkan dapat meringankan beban warga Desa Senepo dalam jangka pendek, sambil menunggu realisasi program jangka panjang berupa pipanisasi yang diusulkan.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, upaya ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mengatasi dampak buruk kekeringan yang terus melanda daerah pedesaan seperti Desa Senepo, Ponorogo, yang hingga kini masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

Grammar Correction by AI

RESPON KEKERINGAN DI MOJOKERTO, GIAT AKSI DISTRIBUSI AIR BERSIH DAMPAK MUSIM KEMARAU

RESPON KEKERINGAN DI MOJOKERTO, GIAT AKSI DISTRIBUSI AIR BERSIH DAMPAK MUSIM KEMARAU

Mojokerto, 12-13 September 2024 – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Jawa Timur menggelar aksi distribusi air bersih di dua desa di Kabupaten Mojokerto, yakni Desa Duyung, Kecamatan Trawas, dan Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas krisis air bersih yang dialami warga setempat akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Sekitar 100 hingga 150 kepala keluarga (KK) menjadi penerima manfaat dari bantuan ini.

Pada Kamis, 12 September 2024, aksi distribusi air bersih dilakukan di Desa Duyung. Sebanyak dua tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter disalurkan ke pusat tandon air warga. Dari tandon tersebut, air kemudian didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Distribusi dilanjutkan ke Desa Kunjorowesi pada Jumat, 13 September 2024, dengan penyaluran tiga tangki air bersih yang juga berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Distribusi air dilakukan di tiga titik berbeda di desa tersebut, sehingga warga di berbagai lokasi dapat menjangkau air bersih secara merata.

Kolaborasi dalam aksi ini melibatkan BPBD Mojokerto, guna memastikan proses distribusi berjalan dengan lancar dan sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.

Agus Triabudi Waloyo, Koordinator Distribusi Program Dompet Dhuafa Jawa Timur, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya gotong royong untuk membantu warga yang terdampak krisis air bersih. “Kita gotong royong bantu warga desa yang terdampak, mengingat air bersih ini bukan hanya kebutuhan tapi juga sumber kehidupan sebuah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Al Azar Alief Aqiq, relawan DMC Dompet Dhuafa, mengungkapkan antusiasme warga saat tangki air tiba di lokasi. “Cuacanya memang panas sekali, banyak warga antusias saat tangki datang. Ini artinya memang air bersih sangat amat dibutuhkan warga desa,” tuturnya.

Kondisi di Desa Duyung dan Desa Kunjorowesi memang cukup memprihatinkan akibat musim kemarau yang menyebabkan krisis air bersih. Warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan harian mereka, seperti minum, mandi, mencuci, dan keperluan lainnya.

Diharapkan, aksi distribusi air bersih ini dapat membantu meringankan beban warga dan memenuhi kebutuhan dasar mereka. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menginisiasi gerakan yang lebih besar dan berdampak luas untuk membantu warga desa yang membutuhkan di masa mendatang.

Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

Grammar Correction by AI

TINGKATKAN AKSES KESEHATAN, DOMPET DHUAFA JAWA TIMUR GELAR AKSI LAYANAN SEHAT GRATIS DI PELOSOK PACITAN

TINGKATKAN AKSES KESEHATAN, DOMPET DHUAFA JAWA TIMUR GELAR AKSI LAYANAN SEHAT GRATIS DI PELOSOK PACITAN

Pacitan, 12 September 2024 – Dompet Dhuafa Jawa Timur menggelar kegiatan Aksi Layanan Sehat (ALS) di Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tim Dompet Dhuafa harus melewati jalan yang berliku untuk mencapai desa tersebut, demi membawa harapan yang sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.

Acara dimulai dengan sambutan dan arahan dari perwakilan Dompet Dhuafa Jawa Timur, Benny Wijaya, selaku Kepala Unit Madiun. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membuka akses terhadap berbagai layanan kesehatan gratis yang akan diberikan kepada warga setempat. Beliau berharap kegiatan ini dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan menegaskan bahwa kesehatan dan keberdayaan adalah hak semua orang, tanpa memandang status sosial maupun lokasi geografis.

Dalam kegiatan ALS ini, berbagai layanan kesehatan gratis diberikan, antara lain pengecekan tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, asam urat, kolesterol, serta konsultasi kesehatan. Masyarakat menyambut dengan antusias; sebanyak 120 orang mengikuti kegiatan ini, dan 70 di antaranya merupakan lansia.

Dompet Dhuafa Jawa Timur juga menyediakan makanan ringan yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Dompet Dhuafa Jawa Timur dalam meningkatkan akses kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di wilayah terpencil dan kurang mampu.

Kepala Desa Bandar, Bapak Mawan Nuryanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dompet Dhuafa Jawa Timur dan tim medis yang telah bekerja keras dalam menggelar kegiatan ini. Beliau mengatakan, “Kegiatan Aksi Layanan Sehat ini tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan kepedulian masyarakat Desa Bandar.” Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat di Kecamatan Bandar, Pacitan, mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap layanan kesehatan berkualitas dan gratis.

Reporter: Benny Wijaya
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Relawan

Grammar Correction by AI

LAUNCHING PROGRAM PEMBERDAYAAN UMKM GULA AREN TEMON

LAUNCHING PROGRAM PEMBERDAYAAN UMKM GULA AREN TEMON

Pacitan, 6 September 2024 – Launching Program Pemberdayaan UMKM Gula Aren Temon di Rumah Pemberdayaan Dompet Dhuafa, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sukses diselenggarakan. Program ini diinisiasi bersama atas kolaborasi dengan Gula Aren Temon dan Kelompok Tani Hutan Lestari, dengan tujuan memberdayakan 50 lebih penerima manfaat (PM) dari kalangan petani gula aren setempat.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian warga sekitar, khususnya petani gula aren, melalui pemberian modal, pelatihan, dan pendampingan intensif.

Dalam sambutannya, Deputi Direktur 1 Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa, Udhi Tri Kurniawan, menekankan pentingnya keberlanjutan program. “Kami berharap program ini tidak hanya dilihat dari aspek keberlanjutannya, tapi juga berkembang lebih baik dan berdampak luas untuk masyarakat,” ucapnya.

Moch. Rizzqi Aladib, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, menambahkan bahwa intervensi dari aspek on-farm dan off-farm diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. “Semoga amanah dari para donatur ini dapat dikelola dengan baik dan mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar,” ujarnya.

I Gusti Ayu Ngurah Megawati, Local Leader Gula Aren Temon, menyampaikan rasa syukur atas sinergi yang terjalin. “Berawal dari sebuah forum diskusi, hingga berlanjut sampai tahap ini, rasanya bersyukur dan berterima kasih kepada Dompet Dhuafa. Saya yakin ini akan menjadi kebanggaan UMKM lokal desa,” ungkapnya.

Jamiatin, S. Pd., Kepala Desa Temon, turut mengapresiasi program ini yang tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada warga, tetapi juga meningkatkan daya tarik desa Temon sebagai sentra gula aren berkualitas.

Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan para petani gula aren di Desa Temon mampu meningkatkan kualitas produksi serta memperkuat ekonomi desa secara menyeluruh. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah besar menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi warga setempat.

Reporter: Sukeni
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

Grammar Correction by AI

LAUNCHING PROGRAM PEMBERDAYAAN PENGEMBANGAN KAWASAN LEBAH MADU

LAUNCHING PROGRAM PEMBERDAYAAN PENGEMBANGAN KAWASAN LEBAH MADU

Malang, 4 September 2024 – Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan ROIS OJK Malang secara resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pengembangan Kawasan Lebah Madu di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Acara ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberdayakan para peternak lebah madu di wilayah Jawa Timur melalui kolaborasi dengan Local Leader LINE Forum.

Program ini ditujukan untuk membantu 11 peternak lebah madu di dua lokasi, yaitu Desa Ketindan, Kabupaten Malang, dan Desa Alasbuluh, Kabupaten Banyuwangi. Para peternak dalam program ini menggunakan teknik “Migratory Beekeeping,” yakni memindahkan koloni lebah ke lokasi lain selama musim panas untuk mendapatkan nektar, dan kembali ke lokasi asal saat musim paceklik.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, di antaranya Udhi Tri Kurniawan selaku Deputi Direktur 1 Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa, Erna Tigayanti selaku Analis Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Malang, serta Arrissa Fauziarachman dari Local Leader Madu Onggu. Para tokoh masyarakat setempat juga berpartisipasi dalam acara ini.

Dalam sambutannya, Udhi Tri Kurniawan menyampaikan pentingnya pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas seperti ini. Program ini tidak hanya fokus pada pengembangan ekonomi peternak, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan potensi pengembangan kawasan eduwisata berbasis lebah madu.

Erna Tigayanti turut menyampaikan bahwa kolaborasi bersama Dompet Dhuafa telah terjalin secara harmonis sehingga banyak menghasilkan program-program pemberdayaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dompet Dhuafa bersama OJK telah memberikan beberapa bentuk intervensi dalam program ini, di antaranya bantuan modal (pinjaman non-riba) untuk pembelian pakan selama musim paceklik, serta penyediaan peralatan pendukung seperti alat pelindung diri (APD), ekstraktor, dan refractometer. Selain itu, kawasan ini juga ditata sebagai destinasi eduwisata lebah madu yang diharapkan dapat menarik wisatawan sekaligus memberikan edukasi mengenai peternakan lebah.

Reporter: Sukeni
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis

Grammar Correction by AI