Pasuruan, 29 Januari 2026 – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus dilakukan. Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama PT PLN Indonesia Power UBP Grati dan BPBD Kabupaten Pasuruan menggelar Penyuluhan dan Peningkatan Kewaspadaan Bencana Puting Beliung, Tanah Longsor, dan Kebakaran Lahan Lereng Gunung di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (29/1) ini melibatkan 35 personel relawan kebencanaan Desa Jatiarjo sebagai garda terdepan mitigasi bencana di wilayah rawan lereng gunung.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan dan sambutan dari para pihak. Haryo Penangsang, Manajer Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Grati, menegaskan pentingnya kesiapan sejak dini. “Kami ingin masyarakat memiliki pemahaman yang baik dan kesiapan menghadapi potensi bencana di Desa Jatiarjo. Bencana tidak bisa diprediksi, tapi dampaknya bisa diminimalkan jika kita siap,” ujarnya.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, Moch. Rizzqi Aladib, menambahkan bahwa langkah mitigasi adalah investasi kemanusiaan jangka panjang. “Banyak yang terlihat heroik saat respons bencana, tapi Indonesia Power justru memikirkan mitigasi. Ini keren, karena kesiapsiagaan bisa menyelamatkan banyak nyawa,” tegasnya.
Materi inti disampaikan oleh BPBD Kabupaten Pasuruan melalui edukasi ancaman dan mitigasi bencana, dilanjutkan dengan penguatan manajemen komunikasi kebencanaan. Peserta kemudian mengikuti simulasi komunikasi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memastikan koordinasi berjalan efektif saat kondisi krisis. Kegiatan ditutup dengan penyaluran paket alat kebencanaan berupa masker respirator, kacamata keselamatan, jet shooter pemadam, serta seragam relawan.
Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana melalui penguatan kapasitas masyarakat, dukungan lintas sektor, serta perbaikan lingkungan. Harapannya, relawan Desa Jatiarjo mampu menjadi penggerak utama desa tangguh bencana yang siap bertahan dan bangkit menghadapi ancaman bencana berulang.
Reporter: Anugrah Arief Yahya Lubis
Editor: Anugrah Arief Yahya Lubis
Fotografer: Anugrah Arief Yahya Lubis