Tulungagung – Jawa Timur, Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur adakan sosialisasi program pengembangan budidaya belimbing organik kepada petani muda di Desa Bono Kecamatan Boyolangu Tulungagung. Alhamdulillah sebanyak 11 petani muda yang berasal dari Desa Bono, Waung dan Moyoketen mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian tahapan dari pelaksanaan program pengembangan pertanian belimbing yang rencananya akan terlaksana di Wilayah Tulungagung. Selain sosialisasi, dalam rangka untuk menguatkan komitmen bersama maka dilakukan juga proses penandatanganan kerjasama antara Dompet Dhuafa bersama petani muda binaan. ” Alhamdulillah kulo remen bianget, mugi-mugi usana bersama niki angsal kasil sae. Saget damel perantara lek kulo pado kasehteraan “. Kata Yopi (31 th) salah satu peserta program.
” Program pengembangan belimbing organik ini kita juga melibatkan praktisi yang sudah ahli dibidang pertanian organik, bersama kelompok tani Artha Mandiri yang dulunya juga adalah dampingan program Dompet Dhuafa kami komitmen berjuang bersama petani untuk meningkatkan pendapatan. Hal mendasar yang perlu kita benahi adalah SDM “. Kata Rizzqi (33 th) selaku koordinasi program Dompet Dhuafa Jatim.
BANYUWANGI, JAWA TIMUR — Usai meresmikan Serambi Budaya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu (12/2/2022), tim Dakwah, Budaya dan Pelayanan Masyarakat (DBPM) Dompet Dhuafa lanjut menyambangi kebun pemberdayaan Dompet Dhuafa Jawa Timur di Muncar, Banyuwangi. Dompet Dhuafa ingin menyapa dan berdiskusi dengan penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi keluarga ini.
Sekitar dua jam perjalanan dari Serambi Budaya menuju lokasi kebun. Sayup-sayup mentari mulai memejamkan mata. Waktu yang tepat memang untuk menikmati teh hangat bersama dengan segarnya melon yang langsung dipetik dari kebunnya. Ditemani beberapa suara kicauan burung dan pemandangan yang hijau di segala sudutnya, membuat suasana menikmati buah kebun hasil pemberdayaan Dompet Dhuafa ini semakin lengkap.
Seorang bapak 34 tahun dari dua anak usia sekolah adalah penerima manfaatnya. Umar Taufik namanya. Memang sudah sepantasnya dia mampu menghidupi segala kebutuhan keluarganya. Apalagi dengan kebutuhan sekolah anaknya yang mungkin tak sedikit membutuhkan biaya. Mulanya tak seberapa ia hasilkan uang dari hasil berkebun. Namun pada tahun 2020 setelah Allah mempertemukannya dengan tim ekonomi Dompet Dhuafa, ia mampu mengantongi cuan berlipat kali dari sebelumnya.
Berkonsep Green House, kini kebunnya seluas 500 meter persegi dengan berbagai tanaman buah. Menurut Umar, buah yang paling diunggulkan di Green House-nya ini adalah melon kinanti atau juga disebut golden melon. Dengan jumlah tanaman melon kinanti sebanyak 1150 tanaman, tentu ini membuatnya bisa melakukan panen hampir setiap minggu. Atau bahkan setiap saat ada yang ingin mencicip langsung dari kebunnya.
“Usia tanam melon kinanti ini 2 (dua) bulan. Karena ini sistemnya adalah green house jadi panennya tidak kenal musim. Misal habis ada yang dipanen langsung ditanam lagi. Alhamdulillah, berkat dibina oleh Dompet Dhuafa, kebun ini semakin pesat berkembang. Bahkan untuk pemasarannya, buah-buah dari green house ini dapat masuk ke supermarket-supermarket,” jelas Umar.
Selain buah melon, juga ada beberapa buah lainnya yaitu pepaya california, cabai, dan jagung. Seperti juga melon, semua hasil kebun green house milik keluarga Umar ini berkualitas terbaik dan mampu menembus pasar-pasar di kalangan atas.
“Pak Umar ini adalah salah satu penerima manfaat yang berdaya di bawah binaan Dompet Dhuafa Jatim. Tentu masih banyak lagi penerima manfaat – penerima manfaat lainnya yang menjadi binaan Dompet Dhuafa Jatim. Tidak hanya pemberdayaan pada sektor perkebunan saja melainkan masih banyak lagi pada sektor lain seperti peternakan, UMKM, dan lainnya. Doakan supaya Dompet Dhuafa dapat terus hadir untuk masyarakat-masyarakat kecil supaya bisa besar dan berdaya,” ucap Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur. (Dompet Dhuafa Jatim / Aldhi)
MADIUN, JAWA TIMUR- Pagi (Kamis, 17/02) air embun menetes dari bulir-bulir padi yang telah di panen hari ini. Lahan sawah dengan luas 150 Hektare menjadi tonggak dalam melanjutkan program ketahanan pangan Food For Dhuafa dan kemandirian ekonomi mulai dari hulu hingga hilir.
Dompet Dhuafa bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera, Magetan, Jawa Timur melakukan Panen Raya perdana. Turut hadir Samsuri selaku Ketua Gapoktan Sejahtera, Bambang Suherman selaku Direktur Komunikasi & Aliansi Strategis, perwakilan Kementerian Pertanian yakni Batara Siagian hingga Dr. Drs. Suprawoto, S.H., M.Si selaku Bupati Magetan.
Pada sambutan di acara tersebut, Suprawoto mengatakan, “Masuk sawah menyenangkan hati banyak orang tapi belum mampu menyenangkan hati para petani. Kehidupan petani berbanding terbalik dengan mereka penikmat beras yang rata-rata orang kaya. Maka itu dengan bergulirnya program kerjasama termasuk para stakeholder bisa membangkitkan ekonomi para petani di Magetan khususnya di Krajan, Parang.
“Kami dan saya mewakili masyarakat Magetan berterima kasih atas inovasi program Dompet Dhuafa, ditambah dengan pengawalan-pengawalan program oleh berbagai mitra dengan multi aksi, sehingga diharapkan program ini menjadi model ditempat lain yang berdampak luas bagi masyarakat Magetan dan sekitarnya. Sehingga program yang bergulir di Magetan menjadi contoh bagi bayak pihak nantinya serta mendorong lahirnya close loop program bagi internal Magetan”, jelas Suprawoto.
Suprawoto menambahkan, “Dengan bergulirnya program kerjasama ini, kami berharap bisa berkontribusi dalam ketahanan pangan, terutama dalam upaya pemenuhan logistik maupun pangan di lingkup Pondok Pesantren, Rumah Sakit yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan lain-lainnya. Di sisi lain, dengan pengembangan program ini, kami mengajak anak-anak muda Magetan untuk mendorong lahirnya produk-produk pangan dari hulu yang sehat tapi juga mensejahterakan petani. Pemda Magetan perlu mengawal atas kolaborasi ini untuk memberikan kebaikan-kebaikan di Magetan dan sekitarnya.
Sementara dalam kesempatan yang sama Bambang Suherman menjelaskan, “Bergulirnya program ini merupakan contoh keberhasilan kolaborasi Dompet Dhuafa dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) salah satunya Gapoktan Sejahtera,dengan kerjasama ini diharapan Dompet Dhuafa dapat menyerap hasil panen dan menjamin margin bagi petani untuk lebih baik. Terutama untuk kita serap di ranah zakat fitrah nanti. Melihat potensi zakat fitrah yang besar, maka ini bisa menjadi potensi yang besar dalam meningkatkan ekonomi petani”.
“Tegaknya sebuah pilar negara dapat dilihat dari segi Pertanian, dengan mendorong anak-anak muda (petani milenial) agar konsen terhadap tegaknya potensi bangsa, diharapkan dengan keterlibatan anak-anak muda dapat memaksimalkan fungsi dan guna teknologi hingga potensi pasar. Pertanian, bukan profesi yang mati di masa depan tetapi justru menjadi penjaga kearifan lokal bagi bangsa. Model program pertanian Dompet Dhuafa ini diharapkan dapat diduplikasikan oleh lembaga-lembaga zakat hingga kemanusiaan untuk ruang-ruang aktivitas pertanian. Langkah-langkah ini sekaligus menjadi Closed Loop untuk internal “pasar” kebutuhan. Mampu memutus rantai pemasok produk pertanian ke masyarakat. Sehingga Magetan menjadi model keberhasilan program pertanian yang mampu diduplikasi banyak pihak”, tambah Bambang Suherman.
Acara Panen Raya di Lahan Sawah, Desa Krajan, Parang, Magetan, Jawa Timur ditutup dengan kegiatan panen bersama serta penandatangan kesepakatan kerjasama antar dua belah pihak. Tidak hanya itu Dompet Dhuafa memberikan 350 ternak sebagai bakalan atau plasma ternak untuk Gapoktan Sejahtera. Dalam sesi akhir kegiatan, Batara Siagian perwakilan Kementerian Pertanian mengatakan, “Kolaborasi program terus didorong untuk lebih variatif dan punya daya saing. 3 Hal strategis yang dapat mendorong Korporasi Pertania yakni: inovasi sesuai kearifan lokal & optimalisasi teknologi, produktivitas produk serta membangun jaringan pemasaran (internal & eksternal). Diharapkan beras dari program ini dibuatkan “merek” produk Magetan. Ditjen tanaman pangan mendukung langkah-langkah kolaborasi pertanian”.
Banyuwangi (12/2) Sebagai lembaga filantropi yang peduli terhadap kondisi budaya Indonesia Dompet Dhuafa Jawa Timur tidak henti-hentinya melakukan kegiatan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya menjaga budaya bangsa. Nilai-nilai budaya ketimuran yang dimiliki oleh bangsa Indonesia agaknya pelan-pelan mulai terenduksi oleh budaya luar seiring dengan kemajuan teknologi.
Kata ustadz Ahmad Sonhaji selaku Direktur Dakwah Budaya dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa berkata, ” program Serambi Budaya Dompet Dhuafa mengawal kekuatan karakter dan tradisi budaya masyarakat yang menjadi kekayaan khazanah Nusantara. Melestarikan dan menjaga tradisi budaya menjadi tanggungjawab generasi selanjutnya agar tidak bergeser apalagi tergusur dan hilang. Akulturasi budaya tradisional dan Milenial akan semakin apik jika dikemas dengan tetap menjaga kearifan lokal”.
Pada peresmian program Serambi Budaya Dompet Dhuafa hari ini, terlaksana di Desa Taman Suruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur kali ini. Peserta dampingan program turut memeriahkan acara dengan menampilkan kesenian burdah, hadrah, kuntulan, pocoan lontar dan pencak sumping. Alhamdulillah acara berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran satgas covid Pemkab Banyuwangi.
Ustadz Sonhaji berharap, program serambi budaya Kampung Hadrah Dompet Dhuafa ini menjadi stimulus bagi semua pihak dan pencinta budaya untuk bersama menghormati tradisi dan melestarikan peninggalan budaya para pendahulu, terutama di Banyuwangi ini. (Dompet Dhuafa Jawa Timur/Aldhi)
SITUBONDO, JAWA TIMUR — Perahu menjadi sarana transportasi utama bagi masyarakat pedalaman di Dusun Merak Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Jalan menuju Dusun Merak selama ini sulit ditempuh. Pada saat musim hujan, warga harus menempuh jalur laut, karena jalur darat tak bisa dilalui.
Sudah sejak lama masyarakat di sana menggunakan perahu sebagai akses bersosial dan berkegiatan ekonomi. Sekitar satu jam lamanya jarak tempuh menggunakan perahu dari pelabuhan menuju Dusun Merak. Sedangkan pada saat musim kemarau, masyarakat lokal sebenarnya bisa menempuh melalui jalur darat, namun waktu tempuhnya bisa mencapai 2 (dua) jam.
Di hari yang penuh berkah, pada Jumat (11/2/2022), Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN meresmikan program Perahu Dakwah. Alhamdulillah, acara yang berlangsung di Dusun Merak tersebut berjalan dengan lancar.
Dalam sambutannya, Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, menyampaikan, hadirnya Program Perahu Dakwah ini kedepan akan difungsikan sebagai pelayanan emergensi kesehatan bagi warga Merak dan sekitarnya. Tidak hanya digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat Dusun Merak, namun juga untuk mendukung aktivitas dakwah Islam di wilayah Merak dan sekitarnya. Ia juga berharap sinergi kebaikan antara Dompet Dhuafa dan YBM PLN ini dapat terus berlanjut bahkan bisa dikembangkan pada program-program lainnya.
“Program Perahu Dakwah ini nantinya juga berfungsi untuk pelayanan emergensi kesehatan bagi masyarakat Dusun Merak dan sekitarnya. Harapan kami bahwa kolaborasi bersama ini tidak berhenti di program ini. Bersama YBM PLN, Dompet Dhuafa akan terus berupaya menghadirkan program lain yang kiranya dibutuhkan oleh masyarakat Dusun Merak, utamanya bagi warga dhuafa,” sebut Kholid.
Selain dari tim Dompet Dhuafa, hadir pula pada acara peresmian tersebut Manajer Pendistribusian dan Pendayagunaan YBM PLN, pengurus YBM PLN dari wilayah Situbondo, Jember, dan Banyuwangi. Selain itu tentu tak terlewat tokoh-tokoh masyarakat serta para warga Dusun Merak juga ikut memeriahkan acara ini.
Menurut Manajer Pendistribusian dan Pendayagunaan YBM PLN, Riki Bagus, dalam sambutannya menyampaikan, program Perahu Dakwah ini menjadi salah satu misi program Cahaya YBM PLN. Senada dengan Kholid, ia juga menyampaikan bahwa Perahu Dakwah ini selain untuk melayani kebutuhan masyarakat Dusun Merak, juga untuk mendukung aktivitas dakwah di sana.
“Fungsi perahu ini tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat di Dusun Merak, namun juga mendukung kegiatan dakwah bagi para dai yang ingin melakukan kegiatan syiar di wilayah Merak,” ucapnya. (Dompet Dhuafa Jatim / Aldhi)
Pujon – Jawa Timur. 9 Februari 2022. Hari ini menjadi momen paling spesial yang dinanti-nantikan oleh peserta program pelatihan vokasi Institut Kemandirian Dompet Dhuafa (IK-DD) di wilayah Pujon Malang Jawa Timur. Pasalnya mereka telah resmi lulus diwisudakan siap bekerja dan berkarya ditengah-tengah masyarakat.
IK atau Institut Kemandirian merupakan salah satu program Dompet Dhuafa yang lahir dengan visi menjadi pusat pelatihan vokasi dan inkubasi bisnis terbaik dalam menyiapkan SDM berkualitas untuk menciptakan masyarakat berdaya. Tidak terasa program ini sudah 16 tahun berjalan turut membantu dhuafa menjadi lebih berdaya dengan beragam program peningkatan keterampilan.
Program IK DD kini tidak hanya di Jakarta, namun sudah mulai merambah kewilayah cabang seperti Dompet Dhuafa Jawa Timur. Event hari ini merupakan wisuda angkatan ke 2 (dua) dan diikuti oleh peserta sebanyak 30 penerima manfaat yang berasal dari wilayah sekitar Kecamatan Pujon Malang. ” Pada hari ini kami meluluskan peserta pelatihan menjahit, service sepeda motor dan pangkas rambut, Alhamdulillah selama 1 periode program yaitu kurang lebih 3 bulan ini berjalan dengan baik, ” Kata Abdurrahman Usman Direktur IK Dompet Dhuafa. Lanjut Usman, “Ini adalah awal kalian untuk berkarya, ilmu-ilmu yang selama ini kalian peroleh segera aplikasikan secara optimal. Tunjukan karya kalian insyaallah rejeki akan datang”.
Senada dengan Abdurrahman Usman, Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur juga menitipkan pesan kepada seluruh peserta wisudawan, “Hari ini kita harus bersyukur, karena diantara banyak pendaftar kalianlah yang memperoleh kesempatan untuk belajar di Program IK Dompet Dhuafa. Selama mengikuti pelatihan IK DD di Ponpes Fathusalam Bumi Maringi Peni (BMP) Pujon ini kalian dilatih ilmu menjahit, ilmu bengkel dan ilmu pangkas rambut, saya doakan semoga kalian sukses, lancar usahanya, ingat yang kita gunakan adalah zakatnya para donatur, maka kalau sudah berdaya dan sukses jangan lupa ikut juga untuk menolong saudaranya yang belum sukses “.
Kegiatan wisuda IK DD Wilayah Jatim hari ini juga dihadiri oleh Lurah Tawang Sari Kec Pujon yang sejak angkatan 1 telah berkontribusi mendukung kegiatan ini. Setelah wisuda, peserta akan melanjutkan tahap kegiatan selanjutnya yaitu magang selama 30 hari di unit bisnis terkait.
SURABAYA – Kolaborasi Dompet Dhuafa Jawa Timur, Komunitas Titik Balik, dan Capita melahirkan “Warung Gratis Surabaya” yang diresmikan pada Jumat (04/02/2022). Berawal dari sedekah makan siang di hari Jumat menjadi program rutin, nantinya akan dibagikan 100 hingga 150 porsi makan gratis setiap harinya dan mudah-mudahan terus bertambah.
“Warung Gratis ini tidak hanya untuk masyarakat dhuafa yang membutuhkan makan, tetapi untuk siapa pun yang ingin mampir ke soni, termasuk keluarga pra sejahtera,” terang De laguna Lantari Putera, ketua program Warung Makam Gratis.
Warung Gratis Surabaya terletak di Ruko Perumahan Ketintang Residence, di kawasan Ketintang. Terdapat banyak perkantoran di sekitarnya.
“Sengaja kami pilih di sini sekaligus sebagai bentuk syiar untuk masyarakat yang ingin turut berkontribusi menyisihkan sebagian hartanya untuk Warung Gratis Surabaya,” ujar Ketua Komunitas Titik Balik, Giri Bayu Kusumah.
“Hari Jumat di pilih sebagai pembuka, semoga langkah ini menjadi awal baik dalam memulai bisnis dengan Allah,” tambah mantan ketua HIPMI Jawa Timur tersebut.
Dia mengatakan, Warung Gratis Surabaya menjadi pilot project dalam membantu warga Surabaya terutama masyarakat dhuafa dan keluarga pra-sejahtera. Bukan hanya restoran atau cafe saja yang bisa berjejaring, Warung Gratis Surabaya juga bakal dikembangkan jaringannya.
“Peluang terbuka untuk semua yang ingin bergabung dalam jejaring kebaikan ini,” ujar Giri.
Kholid Abdillah, Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Timur, mengatakan, Warung Gratis Surabaya merupakan program yang bagus. Dompet Dhuafa Jawa Timur senang diberikan kepercayaan dalam berkolaborasi program bersama orang-orang yang hebat dalam Warung Gratis Surabaya.
“Warung Gratis Surabaya adalah doa dan usaha bersama dalam meringankan warga Surabaya, menjadikan ladang sedekah sekaligus ajakan dalam membantu sesama,” ujar Kholid.