Header Dompet Dhuafa Jatim
Tunanetra Menagaji Quran Braille

Tunanetra Menagaji Quran Braille

Rabu, 22 Juni 2022. Dompet Dhuafa Jawa Timur bekerjasama dengan Kawan Netra, Urunan Kebaikan dan Titik Balik mengadakan kegiatan rutinan yaitu Tunanetra Mengaji Quran Braille di Warung Gratis Surabaya Jl. Ketintang Madya RK02 setiap hari Senin dan Rabu.

Kegiatan ini dihadiri oleh 15 orang terdiri dari 12 peserta, 3 guru ngaji dan 3 pendamping. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberantas buta huruf Quran Braille. Konsep tunanetra mengaji Quran Braille ini adalah satu guru tiga murid. Pembahasan nya adalah mulai dari pengenalan huruf hijaiyah dan hukum bacaan tajwid.

Kegiatan Tunanetra Mengaji Quran Braille, Alhamdulillah berjalan dengan sukses dan lancar, peserta pun sangat khusu’ mengikuti kegiatan tersebut. Suasana yang tenang dan nyaman sangat mendukung proses kegiatan ini.

“Kami berterimakasih atas akses dan fasilitas terbaik yang diberikan demi kelancaran kegiatan Tunanetra Mengaji Quran Braille ini, tutur Budianto, Guru Quran Braille”.

Semoga kegiatan Tunanetra Mengaji Quran Braille bermanfaat dunia dan akhirat, menjadikan inspirasi bagi setiap insan untuk lebih mencintai ilmu, khususnya Al-Quran. Apapun kondisinya, semoga kita bisa membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran sebagai pedoman kehidupan.
Aamiin Allahuma Aamiin (DompetDhuafaJatim/Ilham)

Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur meresmikan program Petani Belimbing Berdaya

Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur meresmikan program Petani Belimbing Berdaya

Boyolangu, Tulungagung – Jawa Timur, Pariwisata merupakan sektor yang dapat dijadikan sebagai industri yang potensial sebagai alat pengembangan potensi daerah. Pariwisata juga berpengaruh besar terhadap perkembangan dan kemajuan suatu daerah. Meningkatnya sektor pariwisata akan membuka lapangan kerja dan kesempatan usaha. Peningkatan pendapatan usaha dan pemerintah akan mendorong sektor yang terkait lebih berkembang. Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur menangkap peluang ini, tepatnya di Desa Bono Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung sedang berkembang potensi agrowisata belimbing. Hampir setiap hari libur, tempatnya ini selalu dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar Tulungagung.

“ Setiap pekan, kebutuhan produk belimbing disini itu kurang lebih 1 ton Mas, satu bulan antara 4 s/d 5 ton. Sampai hari ini kelompok tani Arta Mandiri masih kekurangan. Jangankan untuk dipasarkan keluar daerah atau sepermarket, untuk pengunjung disini saja masih kekurangan. Diwilayah Boyolangu ini didata ada kurang lebih 3.596 pohon, hamipir 50 % nya kondisinya tidak terkolola dengan baik alias mangkrak, hanya dijadikan pakan ternak, eman bianget Mas “, Kata Pak Udin selaku petani belimbing di Tulungagung.

Atas dasar petensi dan problem ini yang melatar belakangi Dompet Dhuafa hadir di wilayah Tulungagung. Tepatnya hari Selasa, 21 Juni 2022 Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur meresmikan program Petani Belimbing Berdaya di Ds. Bono Kec. Boyolangu Kab. Tulungagung. Target dari proprogram ini, diharapkan produksi buah belimbing meningkat dan petani binaan mampu memperoleh tambahan pendapatan dari berbudidaya belimbing. Peresmian program juga dihadiri oleh Muhammad Mujamil (57 th) selaku Kepada Desa Bono.

“ Pelaksanaan program sementara kita awali dengan membantu petani sebanyak 10 orang dengan luasan lahan kurang lebih sekitar 2.940 m² dan 330 pohon belimbing. Petani binaan Dompet Dhuafa tidak memulai berbudidaya dari nol (0), melainkan memperbaiki kondisi tanaman yang saat ini tidak terkelola dengan baik. Jadi bersama praktisi dan ahli pembudidaya belimbing, kami mendampingi para petani menguatkan potensinya kembali “. Kata Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jatim. Senada dengan Kholid, selanjutnya Arifin (42 th) salah satu petani menyampaikan, “ Niki lo Mas sampean tingali, pohon belimbing sehat niki lek dipotong kulite taseh enten kambiume, kebalikane lek pohon belimbing engkang sakit muncul kambiume. Insyallah mas target tiga (3) bulan bisa diperbaiki. Mugi-mugi panen berdaya saget medal satu (1) ton. (DompetDhuafaJatim/Ilhamhidayatulloh)

Berdaya Karena Beternak

Berdaya Karena Beternak

Pujon, Malang – Jawa Timur. Beliau bernama Agus Mulyanto (48 th), aktifitas sehari-hari saat ini berprofesi sebagai peternak sapi perah. Sebelum memperoleh bantuan sapi dari Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur, beliau menjadi buruh tani. ” kerjoan dados petani niku katah tantangane Mas, kadang pas musime sae regani anjlok. Pas regani sae musime mboten bersahabat. Dadi damel nglanjutne urip niku sering utang mrono, utang mrene. Alhamdulillah rejeki saking ngopeni sapi niki apik banget Mas. Pendapatan dari Sapi sebulan tidak tentu, besaranya kisan Rp. 1,6 juta – 1.9 juta. ” Alhamdulillah cukuplah mas kalau untuk hidup di kampung, dah bisa nabung juga Mas “. Kata Pak Agus.

Program hibah bergulir berupa sapi perah ini adalah salah program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa Jawa Timur. Berjalan di dua wilayah, Malang dan Magetan. Program ini sudah berjalan selama 2 tahun, para peternak seperti pak Agus ini per hari memperoleh hasil susu perah rata-rata dalam sehari sebanyak 15 – 17 liter. Hasil susu kemudian dijual dikoprasi, harga susu saat ini Rp. 5.500,-. Jadi kalau dihitung kasar per bulannya peternak memperoleh penghasilan kotor sebesar Rp. 2.640.000,-. Pera peternak biasanya mengambil pakan langsung dari koprasi, sehingga pas saat akhir bulan pendapatan langsung dipotong oleh koprasi.

 

” Alhamdulillah program sapi perah ini progresnya sangat baik, sementara kemampuan kami hanya bisa menghibahkan 1 keluarga penerima manfaat sebanyak 1 ekor sapi. Target kami kedepan 1 kelurga bisa bisa memperoleh hibah minimal 2 ekor sapi, agar mereka bisa memperoleh penghasilan bulanan setara UMK setempat ” Kata Rizzqi Aladib selaku Manager Program Dompet Dhuafa Jatim (DompetDhuafaJawaTimur/Ilham)

 

 

Launching Program Guru Hebat Batch 2

Launching Program Guru Hebat Batch 2

Jumat/17 Juni/ 2022, Launching Program Guru Hebat Batch 2 di Pujon, Malang. Diikuti oleh 20 Peserta Guru Hebat. Program ini merupakan Program Pembinaan dan Tunjangan Bagi Guru Al-Quran. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas mengajar Guru Al-Quran, agar mampu bersaing dan meningkatkan kapasitas ajar dengan menggunakan metode Ummi yang mudah, menyenangkan dan menyentuh hati melalui pendekatan seperti bahasa Ibu untuk Membangun Generasi Qurani. 

“Terimakasih saya ucapkan kepada para ustadzah-ustadzah yang menjadi orang pilihan untuk mengikuti program Guru Hebat Batch 2 ini, karena sebaik-baik kalian adalah yang mau belajar Al Quran dan mengajarkan nya, tutur Kholid Abdillah (Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jatim) dalam sambutannya.”

“Alhamdulillah melalui pembinaan Guru Hebat Batch 1 ini, saya mendapatkan ilmu, keahlian mengajar Al-Quran metode Ummi dan mendapatkan pengalaman untuk sharing dengan para peserta Guru Hebat Batch 1. Adapun setelah mendapatkan sertifikat pelatihan Al-Quran Ummi yang Dompet Dhuafa Jatim fasilitasi alhamdulillah puji syukur saya diterima mengajar Al – Quran di SMP Islam 2 Pujon, Malang. Terimakasih Dompet Dhuafa Jatim telah melaksanakan Program Binaan Guru Hebat dalam meningkatkan kualitas Guru dalam mengajarkan Ilmu Al-Quran, semoga program Guru Hebat ini terus terlaksana agar bisa membina Guru Al-Quran demi mencetak generasi Qurani, tutur Ustadzah Iklima (Peserta Guru Hebat Batch 1).” (DompetDhuafaJatim/Ilham)

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin Tinjau RS Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin Tinjau RS Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang

JOMBANG, JAWA TIMUR – Sepekan ini, Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. DR. (HC.) KH. Ma’ruf Amin gelar kunjungan kerja ke wilayah Jawa Timur. Beragam kegiatan berentet mengisi kunjungan kerja tersebut. Tak ketinggalan, setelah reuni di Pondok Pesantren Tebuireng, dalam kunjungan kerjanya, Wapres Ma’ruf Amin juga singgah di RS Hasyim Asy’ari, Tebuireng Jombang. Salah satu rumah sakit berbasis wakaf yang digagas Yayasan Dompet Dhuafa dan Pondok Pesantren Tebuireng.

Pada kesempatan tersebut, dengan didampingi KH. Abdul Ghofar, seaku Sekretaris Ponpes Tebuireng, H. Iqbal Billy Wahid, selaku Direktur RS Hasyim Asy’ari, Etika Setiawanti, selaku Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa, dan dr. Muhammad Zakaria, selaku Direktur PT. DD Medika, Wapres Ma’ruf Amin melakukan hospital tour. Dengan dipandu dr. Muhammad Zakaria, Ma’ruf Amin meninjau sejumlah fasilitas dan ruangan di RS Hasyim Asy’ari. Berangkat dari lobby rumah sakit, tinjauan berlanjut ke ruang operasi, ruang perawatan hingga ruang ICU. Dengan mengikuti hospital tour, Wapres Ma’ruf Amin dapat melihat langsung kondisi dan kesiapan dari RS Hasyim Asy’ari untuk melayani pengobatan masyarakat.

Seusai hospital tour di RS Hasyim Asy’ari, Wapres Ma’ruf Amin kembali ke lobby rumah sakit untuk memberikan kesan atas tinjauannya sekaligus memimpin doa bersama untuk kesuksesan dan keberkahan RS Hasyim Asy’ari. Wapres mengapresiasi adanya RS Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang. Sebagai alumni Ponpes Tebuireng, beliau mengungkapkan kekagumannya atas perkembangan ponpes tersebut di era sekarang. Karena Ponpes Tebuireng kini jauh lebih maju dengan beragam fasilitas yang ada.

“Saya ketika masih kecil pernah di Pesantren Tebuireng. Saya melihat, saat ini pesantren sudah berkembang begitu rupa. Jadi, tidak hanya sekolah agama saja, bahkan juga mengembangkan kegiatan ekonomi dan kini ada rumah sakitnya. Saya berharap, perkembangan ini terus berlanjut,” ungkap Wapres Ma’ruf Amin, di sela kunjungannya di RS Hasyim Asy’ari.

Mohon Doa dan Dukungan Masyarakat

 

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, memohon doa dan dukungan masyarakat agar RS Hasyim Asy’ari dapat beroperasi pada 2022 ini. “Mohon doanya, supaya RS Hasyim Asy’ari bisa segera beroperasi. Sehingga dapat segera memberikan pelayanan bagi masyarakat. Diharapkan tahun ini sudah dapat dioperasikan,” jelas Abdul.

Senada dengan KH. Abdul Hakim Mahfudz, dr. Muhammad Zakaria, selaku Direktur PT. DD Medika yang memandu langsung peninjauan Wapres di RS Hasyim Asy’ari juga memohon doa dan dukungan masyarakat. Ungkap dr. Zakaria, meskipun bangunan rumah sakit sudah berdiri megah di tengah masyarakat, namun masih ada kebutuhan alat kesehatan untuk melengkapi beroperasinya RS Hasyim Asy’ari.

“Kami sudah maksimalkan penghimpunan untuk pembangunan dan alhamdulillah sudah bisa mewujudkan fisik bangunannya. Saat ini kami paralel melakukan pengurusan izin beroperasi dan utamanya melengkapi alat kesehatan dari fasilitas RS. Dengan adanya kunjungan KH. Ma’ruf Amin, kami berharap dapat menjadi salah satu ikhtiar kami dalam percepatan beroperasinya RS Hasyim Asy’ari. Selain itu, kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat akan kesuksesan dan keberkahan dari RS Hasyim Asy’ari di Tebuireng,” papar dr. Muhammad Zakaria, seusai memandu hospital tour. (Dompet Dhuafa Jatim/Ilham)

Wapres RI, KH Ma’ruf Amin berkunjung ke Hunian tetap dan Hunian Sementara APG Semeru

Wapres RI, KH Ma’ruf Amin berkunjung ke Hunian tetap dan Hunian Sementara APG Semeru

Wapres RI, KH Ma’ruf Amin berkunjung ke Hunian tetap dan Hunian Sementara APG Semeru yang terletak di desa Sumbermujur, Candipuro, Lumajang pada Kamis (2/6/21).

Dalam kunjungannya Wapres mengecek progres pembangunan, membagikan sembako dan berdiskusi dengan para penerima manfaat hunian.

Hunian tetap yang terhubung dengan hunian sementara yang dibangun oleh lembaga kemanusiaan, salah satunya Dompet Dhuafa saat ini sudah 90 persen selesai.

Secara bertahap, masyarakat akan menempati hunian tersebut.

Warga merasa senang dengan hunian yang diberikan, karena kondisinya sangat nyaman asri dan tentu aman. Wapres Juga berpesan agar hunian ini dijaga dengan baik dan jangan dijual.

Sementara itu, pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Timur, Kholid Abdillah yang juga hadir di acara tersebut sempat berdiskusi dengan Wakil Bupati Lumajang, Ibu Indah, terkait pembangunan huntara oleh Dompet Dhuafa. Beliau mendukung penuh untuk terus dilanjutkan dan terus kolaborasi dengan pemkab Lumajang. (Domet Dhuafa Jawa Timur/Ilham)

SEKOLAH TERNAK DD JATIM BATCH-2

SEKOLAH TERNAK DD JATIM BATCH-2

Di era sekarang, usaha peternakan menjadi salah satu usaha yang cukup diminati dan menjanjikan. Namun dibalik itu, dibutuhkan ilmu guna menunjang keberhasilan para peternak apalagi dengan maraknya wabah PMK yang menyerang banyak ternak. Sebagai bentuk kepedulian akan hal tersebut, Dompet Dhuafa Jawa Timur kembali membuka sekolah ternak Batch 2. Setelah berhasil dengan sekolah ternak batch 1, sekolah ternak batch 2 kembali digelar pada Sabtu (28/5) hingga Minggu (29/5).

Di tengah merebaknya wabah PMK yang cukup mengusik para peternak,
materi mengenai PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) juga disertakan pada sekolah ternak kali ini. Adapun pada sekolah ternak kali ini juga sama diadakan di lingkungan kandang DD Farm langsung yang diikuti oleh 12 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Madiun, Ngawi, Ponorogo, Surabaya, hingga Klaten, Jawa Tengah. Keduabelas peserta tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari yang belum pernah beternak sama sekali, hingga peternak yang sudah memiliki ternak 10-100 ekor bahkan 300 ekor.

Tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, para peserta juga aktif saling bertukar ilmu dan pengalaman satu sama lain. Hal ini sejalan dengan harapan Dompet Dhuafa Jawa Timur selaku pihak penyelenggara. “Onok sing iso, aku yo kudu iso. Kari golek dalane. Iso ugo sekolah ternak iki dalane.” Tutur salah satu peserta sekolah ternak sebagai salah satu motivasi untuk belajar. (Ilham/Dompet Dhuafa Jatim)

Ada 700 Santri, Ponpes di Lereng Perbukitan Ponorogo Ini Butuh Ruang Layak Mukim dan Belajar (Bagian Satu)

Ada 700 Santri, Ponpes di Lereng Perbukitan Ponorogo Ini Butuh Ruang Layak Mukim dan Belajar (Bagian Satu)

PONOROGO, JAWA TIMUR — Berdirinya Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Munadi Ponorogo sejak tahun 2007 lalu memang mengalami perkembangan pesat hingga tahun 2022 saat ini. Sekilas tidak tampak seperti Ponpes pada umumnya. Berada di lereng perbukitan, beralaskan tanah, dan sebagian bangunannya menggunakan dinding triplek juga atap anyaman bambu. Meski bergitu, kini Ponpes Hasan Munadi memiliki 700 santri dan telah mencetak banyak generasi hafidz Qur’an.

Disampaikan oleh Ustadz Adi Sukamto selaku Pengurus Ponpes Hasan Munadi, bahwa Pengasuh Ponpes tersebut, K. H. Agus Mahfud, bertekad untuk mengamalkan ilmu pendidikan Qur’an, dan menggunakan nama Hasan Munadi yang merupakan nama seorang leluhur dari keluarga sang istrinya sendiri. Pun tokoh penyebar agama Islam di wilayah Dukuh Pohsawit, Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

“Beliau (Hasan Munadi) juga salah satu orang yang babat tanah di Pohsawit sekitar 100 tahun lalu, dan menyebarkan syiar Islam disini. Tekad amalkan ilmu Qur’an dan menghidupkan kembali sejarah serta peradaban Islam yang disini sejak lama, dari tanah wakaf ini lah kami mulai mendirikan Madrasah Diniyah Awaliyah dan Madrasah Diniyah Musto,” ungkap Ust. Adi, ditemuinya langsung di Ponpes Hasan Munadi, Jum’at (11/3/2022).

Ia lanjutkan, “Lalu tahun 2009 mendirikan Raudhatul Athfal, dan tahun 2011 mendirikan Madrasah Aliyah, cuma ada 6 anak waktu itu. Kondisinya bisa dibilang tidak layak, ada yang bilang, sekolahan kok seperti kandang ayam? Jadi ya ini memang bekas hutan belantara, waktu babat awal saja masih kami temukan ular bahkan macan”.

Perlahan, Ponpes Hasan Munadi mulai mendapat minat serta dukungan lebih dari masyarakat. Pada tahun 2015, santri yang bermukim mulai bertambah. Tahun 2017 dan 2018, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah didirikan disana. Alhasil, pondok putra pun dipindah lokasinya ke Dukuh Tunggur di lereng perbukitan.

“Mulanya, tenaga pengajar juga hanya ada 3 orang, pengurus 5 orang. Sekarang, alhamdulillah, ada 45 orang. Ya, termasuk kami sejak tahun 2017 itu santri di Ponpes Hasan Munadi ini,” jelas Pengurus Bagian Kesekretariatan Pusat Ponpes Hasan Munadi asal Tembilahan, Riau, tersebut

“Awal santri juga memang cuma ada 6 anak, itupun salah satunya anaknya pak Kiyai. Terus berproses dari tahun ke tahun, kini ada 700 santri. Ada yang dari Surabaya, Banyuwangi, bahkan Palembang, Lampung, dan Riau. Yang mukim sekitar 200-an santri putri dan 100-an santri putra. Di Dukuh Pos Sawit sampai tidak muat lagi dan pondok putra dipindah ke Dukuh Tunggur, Desa Puhlowo,” sebutnya. (Dompet Dhuafa / Ilham hidayatulloh)

Menelusuri Pelosok Sekalus, Salurkan Kado Pangan Untuk Masyarakat Dhuafa

Menelusuri Pelosok Sekalus, Salurkan Kado Pangan Untuk Masyarakat Dhuafa

Perjalanan menelusuri pelosok Dusun Sekalus, Des Cermo, Kare berlanjut di hari kedua.
(30/4) Tidak hanya menyalurkan zakat dan Al Quran, di hari kedua kami diamanahkan donatur untuk mengantar kado pangan untuk warga sekalus.

Pada kesempatan ini Kami mengantar donatur Alumni SMPN 1 Madiun, yang terjun langsung dan melihat kondisi disana. Sebanyak 16 paket kado pangan kami salurkan untuk masyarakat dhuafa yang membutuhkan di sana. Adapun bantuan berupa bahan pangan atau sembako guna menyambung hidup masyarakat yang terisolir tersebut.

“Saya baru tahu ini, di Madiun ada desa yang yang bersa di tengah hutan, jauh dari keramaian dan belum adanya listrik. Semoga bantuan yang kami menjadi keberkahan bagi warga masyarkat disini” ujar salah satu Alumni

Semoga dengan adanya kado pangan ini mampu meringankan dan memberikan sedikit kebahagiaan dan meringankan kehidupan masyarakat dhuafa di sana dan semakin menjadikan kita menjadi insan yang lebih bersyukur. Aamiin (DompetDhuafaJatim/Ilham)

Layanan Ambulan Siaga DD Jatim Banyuwangi

Layanan Ambulan Siaga DD Jatim Banyuwangi

12/5/2022, melakukan pelayanan pengantaran pasien dhuafa bernama Ibu Muslikah 57 th. Asal Wongsorejo tetapi saat ini tinggal dirumah saudaranya di Dusun Petang, Desa Grogol, Kec. Giri, Banyuwangi. Beliau sudah hampir 6 bulan tidak bisa beraktifitas diakibatkan saraf kejepit.

 

Sahabat, program pelayanan Barzah ini memang diperuntukan bagi masyarakat dhuafa yang memiliki kendala dalam mengakses layanan pemulasaran barzah. Semoga melalui ikhtiar ini Dompet Dhuafa bisa membantu mereka yang membutuhkan. (DompetDhuafaJatim/Ilham)