Header Dompet Dhuafa Jatim
Belum dilaunching, BRILIAN FARM MOJOKERTO sudah ramai dikunjungi anak-anak PAUD dan TK sekitar

Belum dilaunching, BRILIAN FARM MOJOKERTO sudah ramai dikunjungi anak-anak PAUD dan TK sekitar

MOJOKERTO- Anak-anak sangat antusias bermain bersama domba dan bermain air di lokasi program kerjasama YBM BRILiaN Surabaya dan Dompet Dhuafa Jawa Timur.

Anak-anak PAUD-TK berinteraksi dengan domba

Program yang terletak di daerah wisata, Padusan, Pacet ini memang bertujuan sebagai eduwisata. Terdapat edukasi tentang peternakan dan pertanian. Terdapat kandang kapasitas 500 ekor, aula pelatihan, dan villa. Untuk Wisatanya, terdapat kolam renang, atraksi bersama domba dan wisata alam lainnya.

Domba di BRILiaN Farm

Program ini bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dhuafa sekaligus memberikan edukasi dan pelatihan agar ilmu peternakan dapat diterapkan oleh banyak orang. Dengan ekonomi yang kuat, diharapkan ibadah semakin baik.

Pengunjung sedang Menikmati Nata De Aloevera, produk pemberdayaan DDJatim

 

Baca juga: 

https://dompetdhuafajatim.org/jelajah-kandang-tebar-hewan-kurban-2022/

Program ini menjadi contoh kolaborasi dua lembaga zakat yang mempunyai visi dan misi yang sama.

Semoga kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi semua lembaga zakat lainnya.

 

(Dompet Dhuafa Jatim/Marcom/Nunik)

Gelar IVD Camp 2022, DDV Ajak Para Relawan Beraksi secara Inklusif

Gelar IVD Camp 2022, DDV Ajak Para Relawan Beraksi secara Inklusif

LAMPUNG — Dalam rangka memperingati Hari Relawan Sedunia, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) menggelar International Volunteer Day (IVD) Camp di Lampung. Bertajuk “Inclusive Volunteer in Action”, pertemuan nasional relawan se-Indonesia ini berlangsung selama 3 (tiga) hari, pada Jumat – Minggu (16-18/12/2022), bertempat di Wira Garden, Bandar Lampung.

Setelah melalui proses seleksi nasional, sebanyak 130 relawan terpilih dari seluruh Indonesia untuk mengikuti program capacity building dalam IVD Camp 2022. Kali ini, Dompet Dhuafa mengajak para relawannya untuk memperdalam pemahaman terkait program-program inklusif.

Arif R. Haryono selaku General Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa menjelaskan, IVD Camp Dompet Dhuafa kali ini mengusung isu-isu keberagaman dan inklusi serta menghadirkan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Hal ini yang membedakan penyelenggaraan IVD Camp 2022 dengan tahun-tahun sebelumnya.

Para peserta dengan antusias menyimak setiap pemaparan dari pembicara.
Triana Rahmawati selaku Founder Griya Schizofren & Happyfam menyampaikan materi seminar berjudul “Inklusi & Komunikasi Empati”.

Lebih mengkerucut lagi, Inclusive Volunteer in Action ini berfokus sasarannya pada kelompok lanjut usia (lansia), difabel, dan Orang-orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“.” seru Arif.

Sebagai tuan rumah, Yogi Achmad Fajar selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung berharap hasil IVD Camp di Lampung ini dapat tertularkan kepada seluruh relawan di seluruh Indonesia. Kepada para relawan, ia berpesan bahwa para penyintas difabel itu butuh kesetaraan, buka kasihan.

“Kerap kali masyarakat melihat mereka (para penyandang disabilitas) adalah orang lemah yang perlu dibantu. Padahal sebenarnya yang mereka butuhkan adalah ruang kreasi, aspirasi, bukan melulu soal uang,” tegasnya.

Para peserta IVD Camp belajar berinteraksi langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Sahabat Difabel Lampung.
Salah satu peserta melontarkan pertanyaan kepada pemateri.

Guna memperdalam pemahaman tentang program inklusi, DDV menghadirkan sesi-sesi yang menggugah dengan narasumber-narasumber yang begitu kompeten di bidangnya. Di antaranya yaitu seminar “Inklusi & Komunikasi Empati” oleh Triana Rahmawati selaku Founder Griya Schizofren & Happyfam, workshop “Membuka Jalan untuk Mereka yang Spesial” oleh Sritje Habibie selaku pembina di Sekolah Pelita Hati, dan bedah film “Tegar” oleh Anggi Frisca selaku Sutradara dan penulis naskah Film Tegar.

Perempuan Tangguh di Jalur SAR Cianjur

Perempuan Tangguh di Jalur SAR Cianjur

CIANJUR, JAWA BARAT  — “Awalnya dari rasa takut. Jangankan evakuasi, dengar kata innalillahi aja tidurnya tidak nyenyak,” terang Erika Widianti (23).

Erika merupakan anggota Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Barat. Saat ini, ia sedang menjadi satu-satunya perempuan dalam tim pencarian dan pertolongan (SAR) Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa  dalam percepatan penanganan gempa bumi di Cianjur.

“Semenjak hari pertama, hanya saya sendiri perempuan dalam tim evakuasi,” terang Erika.

Perempuan asal Bandung ini memiliki seorang suami yang juga tergabung dalam lembaga kemanusiaan di Indonesia. Sang ibu juga merupakan relawan kemanusiaan yang bergerak di bidang kesehatan.

Sebelum menjadi tim SAR, ia merupakan relawan yang juga bergerak di bidang kesehatan. Tugasnya mengantarkan pasien yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan medis yang layak. Jumlah pasien yang ia jemput sudah tidak terhitung. Sehingga membuat dia berani menjadi tim SAR.

“Memang sudah terbiasa mengurusi jenazah,” lanjutnya.

Terhitung, ia sudah menekuni aksi SAR selama satu tahun. Sehingga kegiatan pencarian dan pertolongan seperti mengangkat puing-puing reruntuhan, mengangkat kantong jenazah dan lainnya sudah ia lakukan.

Erika menuturkan alasan ia tertarik bergabung karena rasa kemanusiaan. Ia mencoba membayangkan apabila ia berada di posisi korban yang sedang membutuhkan bantuan. Ia merasakan langsung duka yang dialami korban.

“Ketika melihat korban kecelakaan dan nggak ada yang menolong, di situ saya timbul rasa menolong. Walaupun rasa takut saat melihat korban tetap ada dan membuat saya susah tidur,” imbuhnya.

“Cukup membekas di ingatan saya ketika melakukan evakuasi korban anak kecil. Karena hal itu mengingatkan saya kepada anak dan adik saya di rumah: bagaimana jika korban tersebut adalah anak dan adik saya? Sehingga setiap melihat jenazah saya pasti merasa kehilangan juga walaupun jenazah itu orang lain,” pungkasnya.

Demi mengobati kerinduan, setiap kali memulai aksi, pada pagi hari ia akan melakukan video call group dengan keluarganya. Mengabari kondisi satu sama lain. Saling menyemangati dan mendoakan satu sama lain. Namun sesekali dalam beberapa kesempatan, ia bertemu dengan sang suami di lokasi pencarian korban bencana. Seperti belum lama ini ia bertemu dengan suami di salah satu titik pencarian korban gempa bumi di Cianjur.

“Walaupun beda lokasi, tapi kita saling mendoakan dan kita nggak saling ketemu. Sekalinya ketemu di lokasi lapangan,” tambahnya.

Meski demikian ia tetap berharap yang terbaik untuk penyintas bencana di mana pun berada. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Bagi keluarga yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Serta anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan. Selama ia berada dalam aksi kemanusiaan ia sangat bersyukur bisa memberikan bantuan dan sumbangsih bagi penyintas maupun dunia kemanusiaan.

“Alhamdulillah bisa bermanfaat untuk rekan dan saudara kita di tanah air,” tutup Erika. (Dompet Dhuafa / DMC / Fajar)

Dompet Dhuafa Terima Penghargaan BWI sebagai Nazhir Wakaf Terbaik

Dompet Dhuafa Terima Penghargaan BWI sebagai Nazhir Wakaf Terbaik

JAKARTA – Dompet Dhuafa mendapatkan anugerah sebagai Nazhir Wakaf Terbaik dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada BWI Award 2022 yang berlangsung di Gran Melia Jakarta, Rabu (7/12/2022). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi didampingi oleh Ketua BWI Prof. Mohammad Nuh kepada Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Yayat Supriyatna.

Selain itu, BWI Award 2022 juga memberikan penghargaan pada beberapa kategori lainnya. Di antaranya adalah kategori tokoh wakif tanah, kategori tokoh wakif uang, kategori lembaga mitra wakaf nasional, kategori LKS-PU terbaik, kategori mitra wakaf ASN terbaik, kategori mitra media wakaf nasional online dan cetak, dan kategori BWI daerah terbaik.

Mohammad Nuh menyampaikan, penghargaan yang diberikan kepada Dompet Dhuafa tersebut merupakan penghargaan atas dedikasi pengelolaan aset-aset wakaf yang begitu baik. “Anugerah ini berbagi rasa terima kasih kepada semua (yang memperoleh BWI Award 2022) atas dedikasinya di dunia perwakafan,” ujarnya.

Ketua BWI Prof. Mohammad Nuh memberikan sambutan sekaligus meluncurkan QR Code sertifikat BWI.
Penghargaan BWI Award 2022 ini sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Nasional BWI.

Dengan berkembangnya era digital, wakaf pun harus ikut bertransformasi secara digital. Menurut Nuh, wakaf dapat menjadi jembatan yang mengawinkan antara physical space dan digital space.

Di samping itu, Zainut Tauhid Sa’adi menambahkan, semua penerima anugerah BWI Award adalah para pejuang wakaf yang memiliki komitmen kuat dalam memajukan perwakafan di Indonesia.

Ia berharap, para pejuang wakaf ini terus maju dan berkembang, sehingga semakin baik dalam menjalankan tugas pengabdian di bidang wakaf. Sehingga akan selaras dengan dengan tagline Rakornas BWI 2022, yaitu “Percepatan Ekosistem Perwakafan; Profesionalisasi Nazhir”.

“Kami percaya semua yang hadir di sini (BWI Award) memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan perwakafan di Indonesia,” ujarnya.

Para penerima penghargaan BWI Award 2022 dari berbagai kategori.
General Manager Wakaf Dompet Dhuafa Bobby Manulang mengangkat plakat penghargaan Dompet Dhuafa sebagai Nazhir Wakaf Terbaik.

Atas penghargaan ini, Yayat Supriyatna menerangkan, sebagaimana upaya BWI, Dompet Dhuafa turut selalu berupaya melakukan transformasi digital pada wakaf, pengembangan wakaf produktif, profesionalisme lembaga untuk kebangkitan wakaf nasional.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat atas kepercayaan kepada Dompet Dhuafa. Ini akan menjadi semangat bagi kami dalam meningkatkan pengelolaan wakaf secara digital dan profesional,” ucapnya.

Apresiasi BWI Award 2022 ini telah menambah Dompet Dhuafa koleksi penghargaan selama tahun 2022. Belum pada penghujung tahun, Dompet Dhuafa sudah mengantongi 21 penghargaan. Sebelum ini, Dompet Dhuafa dinobatkan sebagai Lembaga Filantropi Terbaik II pada Indonesia SDG’s Action Award 2022, Kamis (1/12/2022). (Dompet Dhuafa / Muthohar)

Serah Terima Program Kemaslahatan Pengadaan Alkes RS Hasyim Asyari

Serah Terima Program Kemaslahatan Pengadaan Alkes RS Hasyim Asyari

JAWA TIMUR — Dompet Dhuafa melakukan serah terima program kemaslahatan berupa bantuan pengadaan alat kesehatan (alkes) ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk melengkapi fasilitas kesehatan Rumah Sakit (RS) Hasyim Asyari, Jombang, pada Jumat (2/12/2022).

Dompet Dhuafa dan BPKH mengawali acara tersebut dengan silaturahmi dan ziarah ke Pondok Pesantren Tebuireng yang disambut dengan hangat oleh Pengasuh Pondok Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin.

Hadir juga, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Rahmad Riyadi, Perwakilan Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng Gus Gofar, Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf, Kepala Divisi Kemaslahatan BPKH Agung Sri Hendarsa, Direktur Dompet Dhuafa Medika dr. Zakaria, Direktur RS Hasyim Asyari dr. Arya, General Manager Wakaf Bobby Manullang, dan General Manager PPW Iqbal.

Rahmad Riyadi menyampaikan rasa terima kasih atas pengadaan alat kesehatan untuk melengkapi fasilitas kesehatan yang memadai di RS Hasyim Asyari. Menurutnya, rumah sakit ini merupakan hasil kolaborasi antara Dompet Dhuafa dan Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng yang berbasis wakaf untuk masyarakat, terutama pasien dhuafa.

“Alhamdulillah kita bisa kumpul dalam momentum yang berkah ini dalam rangka serah terima alkes dari BPKH. Terima kasih telah mendukung program ini,” katanya saat memberikan sambutan di RS Hasyim Asyari, Jombang, Jawa Timur.

Dia menuturkan bahwa segala dinamika perkembangan RS Hasyim Asyari dapat dilalui bersama. Rahmad juga mendorong agar rumah sakit berbasis wakaf tersebut mampu menciptakan sistem layanan kesehatan yang bertaraf internasional.

“Mudah-mudahan tahun ini selesai dan Januari (nanti) kita (adakan) grand launching. Semoga kolaborasi antara Dompet Dhuafa, Pondok Pesantren Tebuireng, dan BPKH menjadi berkah dan bermanfaat,” ujarnya penuh harap.

Perwakilan Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng Gus Gofar menyatakan rasa syukur. Dia juga memaparkan, RS Hasyim Ayari adalah rumah sakit baru yang bukan tumbuh dari klinik. Namun Langsung dibangun menjadi rumah sakit tipe C. Menurutnya, perlu ada sosialisasi ke masyarakat mengenai keberadaan rumah sakit berbasis wakaf tersebut.

“Kebetulan di Jombang Selatan belum ada rumah sakit tipe ini,” katanya.

Gus Gofar juga mengingatkan, RS Hasyim Asyari merupakan cita-cita Salahuddin Wahid dan Parni Hadi. Dia berharap semoga lekas terwujud dan menjadi manfaat.

“Alhamdulillah apa yang diupayakan Dompet Dhuafa bisa terwujud seperti ini, saya kira perlu perjuangan. Mungkin Dompet Dhuafa sudah pernah membangun rumah sakit. Namun bagi Tebuireng, ini adalah yang pertama. Semoga rumah sakit ini dapat segera beroperasi,” ucapnya haru.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf juga berterima kasih atas terwujudnya rumah sakit Hasyim Asyari. Ia merasa kagum dan salut terhadap Dompet Dhuafa yang bisa mewujudkan rumah sakit ini. Ia menjelaskan, terdapat 3 (tiga) kunci sukses agar suatu rumah sakit dapat berkembang. Pertama adalah harus memiliki dokter yang hebat. Kedua adalah kelengkapan fasilitas kesehatan. Ketiga adalah adanya fasilitas kesehatan yang memadai sehingga pasien yang datang berobat akan merasa terlayani secara hospitality.

Amri menjelaskan, hospitality adalah memberikan pelayanan yang ramah, bersahabat, dan terdapat rasa keinginan membantu pasien yang datang ke rumah sakit. Jadi, pelayanan di rumah sakit itu baiknya senyaman seperti ada di hotel. Begitu jelasnya.

Acara serah terima itu ditutup dengan berkeliling Rumah Sakit Hasyim Asyari dan juga beberapa alat kesehatan sebagai penunjang layanan medis di rumah sakit tersebut. (Dompet Dhuafa Jatim / Markom / Aldhi)

Dompet Dhuafa Raih Peringkat 2 Kategori Filantropi di SDGs Action Award 2022

Dompet Dhuafa Raih Peringkat 2 Kategori Filantropi di SDGs Action Award 2022

JAKARTA –    Dompet Dhuafa meraih peringkat kedua kategori Filantropi dalam ajang SDGs Action Award 2022 yang digelar di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, pada Kamis, (1/12/2022).

Pemerintah memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan kinerja terbaiknya dalam memberikan aksi nyata untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa dan diterima oleh Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis, Bambang Suherman. 

SDGs Award 2022 ini sebagai indikator tentang keikutsertaan lembaga-lembaga zakat dalam ikut berkontribusi mensukseskan semua pilar SDGs. Penerimaan penghargaan ini juga sekaligus mengukuhkan bahwa lembaga zakat, program-program zakat, gerakan zakat adalah bagian penting dalam pengelolaan dan pelaksanaan SDGs di Indonesia. 

Bambang Suherman, Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa

Bambang Suherman, selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa mengungkapkan penghargaan yang diberikan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap mutu dan kualitas pelaksanaan program yang secara nyata bermanfaat bagi masyarakat. 

“Alhamdulillah hari ini lembaga-lembaga zakat dan gerakan zakat diwakili oleh Dompet Dhuafa untuk kategori filantropi sebagai bentuk pengakuan terhadap kiprah yang dilakukan oleh dompet dhuafa dan juga lembaga-lembaga zakat di indonesia,” ungkap Bambang saat diwawancarai pada, Kamis (1/12/2022).

Lebih lanjut Bambang juga memaparkan berbagai program yang diajukan dalam kerangka SDGs, Dompet Dhuafa mengajukan tiga program dalam bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan.

“Kalau di pendidikan, program kita adalah menjadi mustahik berdaya dengan kualifikasi yang sangat baik di sektor pendidikan, sebagian besar serapan program kita ini masuk ke dalam dunia kerja dengan posisi yang relatif cukup baik ya,” kata Bambang.

Sementara di bidang kesehatan, terdapat 4 hal yang menjadi fokus dalam program kesehatan yaitu pengetatan identifikasi penyakit tidak menular dan menular di masyarakat, kemudian sanitasi, gizi dan ibu dan anak.

“Dengan 4 isu ini kita menyasar sebuah wilayah kemudian menyelenggarakan program kesehatan berbasis promotif, preventif dan kuratif. Sehingga masyarakat bukan hanya satu dua orang tapi satu kawasan berubah perilaku (behavior) sehatnya. lalu mampu menekan isu-isu kesehatan yang berat seperti stunting, gizi buruk ya lalu kekurangan akses terhadap sanitasi, serta penanganan ibu dan anak dengan berbagai macam model program,” tambah Bambang. 

Dibidang ekonomi, program difokuskan di bidang pertanian, dengan menyajikan perbandingan penghasilan yang dimiliki. 

“Sementara ekonomi kita sajikan program pertanian dan yang digunakan adalah paparazi beforenya ppenghasilan yang mereka miliki rata-rata ½ juta menjadi afternya diatas ump antara 5-7 juta,” tambahnya.

Sesuai dengan motto dari SDGs, no one left behind, kata Bambang, Dompet Dhuafa senantiasa akan terus bergerak dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan berjuang bersama dalam memastikan pertumbuhan ekonomi, menciptakan pemerataan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Award yang kita dapatkan ini adalah merupakan produk kepedulian kita terhadap dinamika dan kondisi masyarakat yaa, sehingga kita berjuang bersama-sama untuk memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang berada dalam kesendiriannya menderita gitu, kecuali mendapatkan bantuan dari kita semua ya, dari pegiat-pegiat kemanusiaan, jadi no one left behind,” kata Bambang. 

Penghargaan ini juga sebagai indikator bahwa Dompet Dhuafa telah berada di jalur yang tepat sesuai dengan ekspektasi publik. Dengan adanya penghargaan ini Dompet Dhuafa mengemban tanggung jawab untuk terus meningkatkan capaian ini, memperbaiki mutu dan kualitas produk program Dompet Dhuafa di masyarakat.

Sambut Hari Disabilitas, Dompet Dhuafa bersama PJUC & Titik Balik Gelar KolaborAksi Cine Charity 2022

Sambut Hari Disabilitas, Dompet Dhuafa bersama PJUC & Titik Balik Gelar KolaborAksi Cine Charity 2022

SURABAYA, JAWA TIMUR — Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur bersama Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) dan Komunitas Titik Balik menggelar KolaborAksi bertajuk Cine Charity 2022 di Bioskop XXI Plaza Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (26/11/2022). Namun demikian, acara ini tak hanya digelar di satu kota, tetapi Cine Charity 2022 juga digelar secara serentak di 20 kota di Indonesia. Perhelatan ini juga diusung dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember mendatang.

Dalam acara Cine Charity 2022, hadir 60 adik-adik disabilitas, yatim dan dhuafa yang berasal dari empat yayasan berbeda. Selain itu, hadir pula 44 relawan pendamping untuk menemani adik-adik dalam beraktivitas selama acara berlangsung.

Senyum semringah seorang anak penyandang disabilitas dalam acara Cine Charity 2022.

Sesuai dengan temanya, gelaran KolaborAksi kali ini mengajak seluruh peserta yang datang untuk menonton film Tegar yang baru saja dirilis pada 24 November 2022. Film ini mengisahkan Tegar, seorang anak penyandang disabilitas yang masih berusia 10 tahun. Tegar dikisahkan tak pernah mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya.

Harapannya, film ini dapat memompa semangat adik-adik disabiliats, yatim, dan dhuafa yang hadir. Mengingat di luar sana masih banyak penyandang disabilitas yang berkecil hati karena merasa tak memiliki kesempatan yang sama dengan orang-orang pada umumnya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Ketua Panitia Cine Charity 2020, Muslimah. Ia berharap agar film Tegar dapat menguatkan mental adik-adik dalam menjalani kehidupan.

“Harapannya dengan menonton film ini dapat menguatkan mental adik-adik dalam menjalani kehidupan di tengah keterbatasan, layaknya Tegar,” katanya.

Antusiasme adik-adik saat diajak bermain bersama.

Selain menonton film, adik-adik juga diajak untuk bermain wahana, makan bersama, dan mendapat hampers serta uang saku di akhir acara. Terselenggaranya acara ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) dan Komunitas Titik Balik.

Suney Nugraha selaku perwakilan PJUC dalam sambutannya mengatakan bahwa ia senang karena dapat bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk menyelenggarakan acara ini. Suney juga mengaku haru karena semangat yang dipancarkan oleh adik-adik penyandang disabilitas, yatim, dan dhuafa yang hadir.

“Kami lembaga yang bergerak di bidang gas, khususnya di Surabaya, dan memang mempunyai kewajiban penuh untuk membantu. Kami sudah lama bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Jawa Timur dalam bidang sosial. Dan saat ini, kami kembali terlibat untuk men-support adik-adik.”

“Jujur, saya pribadi merasa bangga dan terharu dengan semangat adik-adik di sini. Semoga film Tegar ini nanti dapat menginspirasi adik-adik dan tetap semangat dengan segala kekurangan, karena ada banyak kelebihan dalam diri kita,” tutur Suney Nugraha.

Adik-adik penyandang disabilitas, yatim, dan dhuafa saat akan menonton film Tegar.

Delaguna selaku ketua Komunitas Titik Balik juga turut menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah dilibatkan dalam acara KolaborAksi Cine Charity 2022.

“Kami bersyukur dilibatkan dalam kegiatan ini serta memberikan motivasi kita untuk lebih bersyukur. Senang melihat adik-adik antusias di sini, dan saya juga menyampaikan terima kasih serta sukses untuk segenap panitia yang sudah menyukseskan acara hari ini,” ujar Delaguna.

Di sisi lain, Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur berharap agar acara hari itu dapat memberikan inspirasi bagi para penyandang disabilitas dan para orang tua di luar sana.

“Acaranya keren, luar biasa. Program ini menginspirasi para anak disabilitas dan orang tua,” ucap Kholid Abdillah di Surabaya, Jawa Timur.

(Dompet Dhuafa Jawa Timur / Markom / Aldhi)

Taman Ceria Rekahkan Semburat Senyum Penyintas Cilik di Cianjur

Taman Ceria Rekahkan Semburat Senyum Penyintas Cilik di Cianjur

CIANJUR, JAWA BARAT — “Pas gempa, aku lagi di bumi na teman, langsung weh pada lari. Gak lama, bumi na teman raruntuh (Saat gempa, aku lagi di rumah teman, langsung saja berlarian. Gak lama, rumahnya teman pada runtuh),” ungkap Sapma (9), salah satu penyintas Gempa Bumi di Cianjur yang terjadi pada Senin, 21 November 2022, lalu.

Anak kelas 4 (empat) SD itu juga mengaku, saat ini ia dan keluarganya mengungsi di tenda bersama penyintas lainnya. Hingga artikel ini dibuat, Gempa Bumi susulan di Cianjur masih sering terjadi meski kekuatannya kian melemah. Sapma pun mengakui, dirinya masih sangat khawatir jika Bumi kembali ‘bergetar’ di Cianjur.

“Rumah ku kena gempa juga. Kamar dan dapur runtuh. Kalau subuh-subuh suka ada susulan (gempa), jadinya masih kaget terus,” akunya lagi pada tim Dompet Dhuafa Senin (28/11/2022).

Baca juga : https://dompetdhuafajatim.org/darling-bagikan-ratusan-peket-nasi-di-pengungsian-pengungsian/

Ya, di area pengungsian Taman Prawatasari Cianjur, Dompet Dhuafa menghadirkan Taman Ceria sebagai layanan hiburan anak dan armada mini truk Darling (Dapur Keliling) sebagai layanan penyaji kudapan serta minuman hangat untuk para penyintas disana.

Selepas hujan yang turun sejak pagi hari, anak-anak di area pengungsian itu langsung memenuhi arena bermain anak Sore itu. Tawanya lepas, layaknya tak pernah terjadi peristiwa apapun di Kota Santri itu. Mereka saling bergantian bermain trampolin, perosotan, juga ayunan.

Meski kabut tipis menyelimuti senja yang mulai bertaut kala itu. Cuaca sejuk selepas hujan, mereka padukan dengan hangatnya kudapan juga minuman yang disajikan oleh para Relawan Dompet Dhuafa.

“Senang ada Taman Ceria, bisa main sama teman-teman, jadi gak bosen,” seru Sapma.

Anugerah Syariah Republika 2022: Pulih dan Tangguh Bersama Ekonomi Syariah

Anugerah Syariah Republika 2022: Pulih dan Tangguh Bersama Ekonomi Syariah

JAKARTA – Industri syariah berperan penting dalam menggerakan perekonomian masyarakat dan negara. Dalam rangka bentuk apresiasi terhadap industri syariah atas peran sertanya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan pemerataan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, Republika kembali menggelar Anugerah Syariah Republika (ASR) 2022. 

Perhelatan ini merupakan pemberian penghormatan dan penghargaan untuk Industri Syariah, ini merupakan kali ke-6 Republika menggelar ASR 2022. Tahun ini ASR mengusung tema “Pulih dan Tangguh bersama Ekonomi Syariah” yang dilaksanakan Selasa, (29/11/2022) di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta. 

Tema ini dipilih karena menyadari bahwa semua pelaku ekonomi dan keuangan syariah punya peran masing-masing dalam membesarkan industri. Acara ini didedikasikan untuk industri syariah dan para pelakunya atas kiprah mereka selama ini dalam membangun negeri, Irfan Junaidi, sebagai Pemimpin Redaksi Republika mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang terlibat dalam Industri Syariah.

Penyampaian sambutan oleh Irfan Junaidi

“Penghargaan ini tidak lebih dan tidak bukan adalah rasa terima kasih kami, untuk semua yang sudah bekerja keras untuk mengembangkan ekosistem perekonomian syariah di Indonesia,” kata Irfan. 

Irfan berharap Industri Syariah bisa terus tumbuh dan banyak terobosan yang dilakukan dalam mengembangkan ekonomi syariah di negeri ini.

“Tantangan tidak pernah berhenti, itu semua memerlukan terobosan dan antisipasi supaya bisa relevan dan kami yakin lembaga keuangan syariah ini terus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman,” ucap Irfan pada, Selasa, (29/11/2022).

Menteri BUMN, Erick Thohir menghadiri Anugerah Syariah Republika

Sementara itu, terdapat beberapa perubahan dalam pelaksanaan ASR 2022. Misalnya adalah penambahan kategori investasi karena melihat maraknya tren tersebut selama masa pandemi. Lebih lanjut, tahun ini terdapat 25 kategori penerima penghargaan ASR 2022 yang diberikan kepada para pelaku ekonomi syariah.

Ketua Dewan Juri ASR 2022, Nur Hasan Murtiaji, mengungkapkan penilaian tahun ini berbeda dengan ASR sebelum-sebelumnya. Penilaian ASR 2022 memiliki 3 kategori utama yakni infrastruktur, kinerja dan kampanye.

“Kategori tersebut memungkinkan perusahaan bisa dinilai di playing field yang setara, tak ketinggalan adalah inovasi dan terobosan yang menjadi poin penting pada program yang masuk kedalam penilaian dewan juri,” kata Hasan. 

Diketahui, dalam perkembangan ekonomi dan keuangan syariah tahun 2021 dan paruh pertama tahun 2022, suasana pemulihan ekonomi masih menjadi mode utama dari permasalahan ekonomi dan keuangan syariah. Beberapa diantaranya berhasil bangkit dan kini memulai ekspansi sehingga para pemenang ASR 2022 merupakan yang terbaik di kategorinya.

(Dompet Dhuafa Jawa Timur / Markom / Aldhi)

Darling Bagikan Ratusan Peket Nasi di Pengungsian-pengungsian

Darling Bagikan Ratusan Peket Nasi di Pengungsian-pengungsian

CIANJUR, JAWA BARAT — Dapur Keliling (Darling) Dompet Dhuafa bergerak ke beberapa titik pengungsian guna memberikan layanan pos-pos hangat. Di hari ketiga kejadian gempa bumi Cianjur, pada Rabu (23/11/2022), tim Darling hadir di 2 (dua) titik pengungsian.

Posko pertama yang didatangi adalah Posko Pengungsian Taman Prawatasari, Jl. Surya Kencana No.1, Sawah Gede, Kec. Cianjur. Di posko ini, ada setidaknya 700 warga terdampak yang mengungsi di lokasi ini. Dengan begitu antusias, lebih dari 250 pengungsi ramai mendatangi mobil Darling untuk mendapatkan makanan dan minuman penghangat tubuh.

Tim Darling sedang menyiapkan makanan-makanan penghangat bagi para pengungsi
Suasana di dalam salah satu tenda pengungsian

Penanggung Jawab Darling, Asep mengatakan, di lokasi ini juga tim Dompet Dhuafa berencana akan mendirikan sebuah tenda untuk dipergunakan sebagai musala bagi para pengungsi. Musala lapangan ini bermanfaat juga bagi mereka yang membutuhkan penanganan medis.

“Kami terus berupaya menyediakan pemenuhan kebutuhan logistik berupa makanan siap saji kepada para pengungsi. Sejak datang ke sini, Darling telah banyak melayani ratusan pengungsi di beberapa titik pengungsian,” kata Asep.

Selanjutnya, posko pengungsian yang didatangi Darling berlokasi di Pesantren Al- Humaediyyah, Jl. Awi Larangan Kidul, RT 04 / 05, Desa Benjot, Kec Cugeunang. Di posko, tim Darling berhasil membagikan sebanyak 250 nasi kotak siap santap.

Salah satu pengungsi usai mengambil segelas teh hangat.
Salah satu pengungsi usai mengambil segelas teh hangat.

Siti Nur Yali, wanita asal Kampung Tapal Kuda Babakan, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang adalah satu warga terdampak yang mengungsi di pengungsian Taman Prawatasari. Bersama sang suami dan anak, ia kini hanya mengandalkan bantuan-bantuan yang ada di pengungsian. Hadirnya mobil Darling menjadi hal yang ia syukuri.

“Saya senang ada mobil dapur keliling di sini yang membagikan makanan-makanan dan minuman,” ucapnya.

Baca juga: https://dompetdhuafajatim.org/gempa-56-m-guncang-cianjur-dmc-bergerak-menuju-lokasi/

Guna kelancaran aksi penanganan dampak bencana ini, sahabat dapat membantu dengan berdonasi melalui tautan berikut:

https://kitabisa.com/campaign/kuatkanwargacianjurterdampakgempa

(Dompet Dhuafa Jatim / Markom / Aldhi)