Header Dompet Dhuafa Jatim
Dompet Dhuafa Jawa Timur menggelar acara Tarhib Ramadan bertempat di Masjid agung Surabaya.

Dompet Dhuafa Jawa Timur menggelar acara Tarhib Ramadan bertempat di Masjid agung Surabaya.

Bulan Ramadhan sudah semakin dekat. Berbagai kegiatan dilakukan agar diri lebih siap menghadap bulan yang penuh berkah ini. Dompet Dhuafa Jawa Timur juga turut meyambut Ramadhan dengan menggelar Tarhib Ramadhan, di Kawasan Masjid Agung Surabaya, Minggu (27/3). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengingatkan Masyarkat agar dapat menghidupkan bulan Ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah.

Dompet Dhuafa Jawa Timur menggelar acara Tarhib Ramadan Pada Ahad (27/03) bertempat di Masjid agung Surabaya.

Tahrib Ramadan kali ini memiliki beberapa rangkaian acara di antaranya Pawai keliling masjid Agung Surabaya, bagi-bagi Jadwal Imsakiyah, Flash Mob dan Aksi Layanan Sehat untuk para masyarakat yang berkunjung , Selain itu acara ini bertujuan untuk menyambut datangnya bulan ramadhan dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat.

Mari kita sambut bulan Ramadan ini dengan keadaan yang gembira dan kita ekspresikan dalam bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, memperbanyak amal sholeh, berdzikir, dan bersedekah atas nama iman dan semata-mata mengharapkan ridho Allah Subhanahu Wata’ala,” ujar Najib selaku Koordinator Tarhib Ramadan, meskipun dalam kondisi puasa semangat agar terus dijaga dan juga kesehatan serta tetap menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik dan ikhlas.

Dompet Dhuafa Jatim Undang Donatur dan Influencer Lihat Langsung Program Wakaf Hingga Pemberdayaan

Dompet Dhuafa Jatim Undang Donatur dan Influencer Lihat Langsung Program Wakaf Hingga Pemberdayaan

Sabtu (26/3) Dompet Dhuafa Jatim gelar acara Care Visit mulai dari Jombang hingga ke Pujon, Batu. Acara ini merupakan event yang diadakan agar donatur dan masyarakat mengetahui secara langsung bagaimana dana zakat, infak/sedekah, wakaf disalurkan oleh Dompet Dhuafa. Donatur dan Influencer diajak untuk tour ke beberapa program di dua kota.

Tujuan pertamanya RS Hasyim Ashari Jombang. Rumah sakit ini dibangun dari dana wakaf di lahan seluas satu hektar dan akan memberikan layanan kesehatan gratis untuk Dhuafa. Selain menghadiri acara soft launching RS Hasyim Asy’ari, peserta Care Visit diajak untuk berkeliling melihat fasilitas yang ada di RS Hasyim Asy’ari.

Selanjutnya peserta berkunjung ke program pemberdayaan ekonomi UMKM Dela Muda. Dela Muda adalah rumah produksi beraneka ragam olahan keripik yang memberdayakan masyarakat dhuafa serta guru ngaji di Desa Sobo, Madiredo, Pujon Kota Batu. Di sini selain dapat bertanya dan berinteraksi langsung dengan penerima manfaat, peserta Care Visit juga dijelaskan dan praktek membuat camilan Carang Mas.

Terakhir peserta diajak untuk berkunjung ke kawasan Bumi Maringi Peni (BMP) Pujon. Kawasan yang dibangun di lahan Wakaf Produktif ini tidak hanya memiliki pesantren yatim tapi juga program zakat produktif, mulai dari Warung Sehat yang menjual berbagai kebutuhan pokok, pom mini, perkebunan aloevera dan sayuran lainya, kolam budidaya ikan, peternakan domba hingga rumah produksi minuman aloevera yang semua keuntungan nya dikembalikan untuk mustahik.

Selain berkunjung peserta Care Visit juga diajak menanam, memetik dan mengolah secara langsung tanaman aloevera hingga menjadi produk minuman yang memiliki daya jual.

“sungguh pengalaman yang sangat luar biasa sampe capeknya ndak terasa” ujar Binar Tika, Enterpreneur sekaligus Influencer Surabaya

Bukan hanya sekedar charity, Dompet Dhuafa membuat program-program penyaluran nya adalah program pemberdayaan, Dompet Dhuafa Jatim fokus memberikan kail agar masyarakat Dhuafa bisa berdaya dan mandiri.


Care visit ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan para donatur dan melibatkan mereka di program-program yang sedang berjalan. 

Penasaran dengan program lain? Nantikan Care Visit berikutnya ya.

Gelap Melihat Terang Memandang, Wagiyem Lantunkan Surat Al Anfal Gunakan Qur’an Braille

Gelap Melihat Terang Memandang, Wagiyem Lantunkan Surat Al Anfal Gunakan Qur’an Braille

SURABAYA, JAWA TIMUR — Keriput jemari Wagiyem (60), berupaya gigih meraba huruf demi huruf hijaiyah pada sebuah Al-Qur’an Braille. Getar jari-jemari Wagiyem, renta. Berlabuh dari lembar ke lembar. Mencari halaman sebelumnya agar dapat membaca ayat selanjutnya.

Kedua telapaknya menari ringan, menjamah susunan kalimat ayat suci agar ‘terbaca’ sempurna. Meski tertatih, ayat demi ayat ia lantunkan. Juz 10, Surat Al Anfal, ayat 46-51.

“Ya, kalau mengaji, hati saya itu terhibur, Nak,” aku Wagiyem pada kami.

Masya Allah.. Dalam gelap melihat, Wagiyem terang memandang. Dan izinkan kami sedikit mengungkapkan lagi, meski tertatih berjalan, hati Wagiyem riang menari.

“Tadi itu, alhamdulillah, saya baca Juz 10 ayat 46 sampai ayat 51 hari ini. Dari dulu, inginnya ya sampai khatam Qur’an, tapi semoga saya sempat ada umur,” harapnya.

Mungkin berlebihan rasanya jika kami, selaku Penulis artikel ini mengakui, bahwa kami tak mampu membendung buih air mata kami sendiri. Tamparan keras pada kami yang awas. Mendengar Wagiyem mengungkapkan asa mulia di usia senjanya. Wagiyem kini memang tidak melihat, pun tidak melihat keterbatasan pada dirinya.

Sore itu, Rabu (9/3/2022), kami hadir di Masjid Baitul Muslim di Ngagel, untuk silaturahmi sekaligus mendistribusikan amanah para Donatur Dompet Dhuafa berupa 30 Juz (satu set) Al-Qur’an Braille kepada komunitas Kawan Netra di Surabaya.

Disana, kami juga bertemu dengan Budi selaku Kepala Sekolah Tunanetra sekaligus Pengurus ITMI (Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia). Ia katakan, se-Indonesia, tunanetra yang bisa membaca Al-Qur’an Braille hanya berjumlah 5%.

“Keinginan mengaji teman-teman itu kuat. Hal ini jugalah yang mendasari kami untuk menggencarkan aksi tunanetra mengaji. Dengan proses yang tidak mudah, alhamdulillah, gerakan ini berkembang terus, pun dengan adanya upaya bantuan pendampingan-pendampingan dari komunitas juga lembaga seperti Kawan Netra dan Dompet Dhuafa,” terang Budi.

Namun, tidak semua tunanetra memiliki Iqra dan Al-Qur’an Braille sendiri-sendiri. Umumnya Al-Qur’an Braille memiliki ukuran cetakan yang lebih besar dan hanya 1 (satu) buku tiap Juz-nya. Harga jual pun cukup tinggi. Juga cetakan huruf Braille, akan rapuh tiap cetakan timbulnya, terlebih jika sering digunakan. Dan kebutuhan kami juga ada pada pendampingan. Akses transportasi dan tenaga pengajar dari yang awas juga.

“Kemudian kami cari permasalahan-permasalahan yang ada. Ternyata, bukan hanya jumlah Al-Qur’an Braille-nya. Namun, akses pada kami teman-teman tunanetra untuk menuju lokasi pengajian. Misalnya, kadang-kadang kami sulit untuk menggunakan transportasi umum. Sering tidak pas penurunan lokasinya, kami kan bingung ketika turun ada dimana? Belum lagi jika kami salah mengeluarkan uang, ada saja kelakuan orang yang bohong pada kami,” sebut Budi.

Sebelumnya, Dompet Dhuafa bersama Kawan Netra yang didukung oleh banyak pihak, hadir untuk mendampingi tunanetra yang tergabung dalam ITMI Kota Surabaya dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur’an Braille, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Festival Tunanetra Mengaji (FTM) di Surabaya pada Ahad, (24/10/2021) lalu. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 tunanetra dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, dan melibatkan sekitar 70 relawan pendamping.

“Alhamdulillah, terima kasih doa para donatur Dompet Dhuafa Jatim yang telah ikut mendukung banyak hal pada acara ini. Mulai dari donasi paket sembako sebagai hadiah untuk para peserta hingga transportasi antar jemput bagi para peserta tunanetra yang semangat untuk belajar Al-Quran Braille,” ucap Gusti, Pendiri Yayasan Urunan Kebaikan.

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa Jawa Timur turut mendukung kebutuhan dakwah para Dai tunanetra dalam menyebarluaskan ilmu mengaji Al-Qur’an Braille. Bersama Yayasan Urunan Kebaikan juga beberapa komunitas di Surabaya, Dompet Dhuafa Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Qur’an Braille untuk Guru Ngaji Tunanetra. Gerakan tersebut berlangsung selama 4 hari, yaitu sejak 27-31 Maret 2021 di TPA Nurulhuda Surabaya.

Di ujung pembicaraan, Wagiyem bertutur, “Ibu sekarang makin terlihat tua ya? Tapi memang sudah nenek-nenek, cucu sudah tiga. Semoga anak-anak kalian juga rajin baca Al-Qur’an ya, Nak,” pungkas Wagiyem, melempar harap.

Hari itu pun, kami masih terngiang suara Ibu Wagiyem yang melantunkan 5 (lima) ayat dari Surat ke-delapan dalam Al-Qur’an. Berikut bunyi ayat tersebut:

اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ – ٤٦

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. (8-46)

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَّرِئَاۤءَ النَّاسِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ بِمَايَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ – ٤٧

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan. (8-47)

Dompet Dhuafa Jawa Timur Kembali Menyalurkan Bantuan untuk Yatim

Dompet Dhuafa Jawa Timur Kembali Menyalurkan Bantuan untuk Yatim

Jum’at (11/3/2022) Dompet Dhuafa Jawa Timur menyalurkan program Peduli Yatim kepada anak yatim di Surabaya. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pangan yakni beras, gula, teh dll. 

Salah satu penerima manfaat bantuan pangan ini adalah anak dari ibu Ani berumur 6 tahun. Mereka tinggal di daerah Joyoboyo Surabaya. Sedangkan ayahnya meninggal dua tahun yang lalu karena sakit covid 19 dan ibunya bernama Ani memiliki penyakit kanker payudara stadium 2b sejak tahun 2020.

Kini mereka hanya tinggal bertiga. Untuk mecukupi kebutuhan sehari-hari keduanya, ibu Ani hanya mengandalkan jualan penyetan rumahan itupun jika ada tetangga yang meminta untuk dibuatkan. Hasilnyapun pas-pasan kadang juga kurang, penghasilan perhari ibu Ani 20 ribu, hanya cukup untuk makan dan sedikit sisa buat biaya sekolah.

“Alhamdulillah, dapat bantuan dari Dompet Dhuafa Jawa Timur mulai dari sembako dan lain sebagainya, semoga berkah, sukses dan bisa membantu bagi orang-orang yang membutuhkan aamiin. ” (Ani). dompet dhuafa jawa timur(ilham hidayatulloh)

Tingkatkan ketrampilan beternak, Dompet Dhuafa Jatim selenggarakan Sekolah Ternak

Tingkatkan ketrampilan beternak, Dompet Dhuafa Jatim selenggarakan Sekolah Ternak

Bidang peternakan menjadi salah satu sektor dalam mendukung kemandirian pangan. Untuk mewujudkan hal tersebut Dompet Dhuafa Jawa Timur melalui DD Farm Madiun mengadakan sekolah ternak. Sekolah ternak tersebut berlangsung selama dua hari, dimulai pada hari Sabtu (19/3) di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Kegiatan perdana tersebut dibuka dengan pemotongan pita oleh Bapak Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur sebagai tanda dimulainya sekolah ternak DD Farm Madiun angkatan pertama.

17 peserta sekolah ternak mengikuti kegiatan tersebut dengan sangat antusias. Adapun peserta dari sekolah ternak ini beragam, mulai dari kalangan praktisi hingga mustahiq.

 

“Sengaja kelas ini kita adakan di lingkungan kandang, agar para peserta bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat serta lebih mudah dalam merefleksikannya”, – Kholid Abdillah

Jaga transparansi, Dompet Dhuafa Jatim menyerahkan laporan tahunan kepada Kakanwil Kemenag Jatim

Jaga transparansi, Dompet Dhuafa Jatim menyerahkan laporan tahunan kepada Kakanwil Kemenag Jatim

Maret 2022, Dompet Dhuafa Cabang Jatim lakukan agenda kunjungan ke Kemenag Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bentuk kemitraan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa kepada pemerintah setempat. Sebagai organisasi zakat yang taat hukum negara, Dompet Dhuafa berkomitmen bersama regulator memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dhuafa.

 

“Silaturahmi ke Kakanwil Kemenag Jawa Timur sekaligus menyerahkan laporan tahunan 2021 ini adalah upaya kami menunjukkan bahwa kami adalah lembaga zakat yang taat hukum. Kami siap berkolaborasi dan mengikuti amanah-amanah yang diberikan oleh pemerintah dalam rangka mengangkat harkat martabat kaum dhuafa “. Kata Kholid Abdillah Pimpinan DD Jatim.
Sementara itu, Kepala Kanwil Jatim, Husnul Maram sangat mengapresiasi Dompet Dhuafa atas semua kegiatan sosialnya dan menitip pesan agar menjaga moderasi Islam dalam semua aspek kegiatannya, “Semoga DD senantiasa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan menjaga moderasi Islam di negri ini.”

 

Peduli Terhadap Keamanan Pangan, Dompet Dhuafa Berikan Edukasi Tentang Pertanian Organik

Peduli Terhadap Keamanan Pangan, Dompet Dhuafa Berikan Edukasi Tentang Pertanian Organik

Tulungagung – Jawa Timur, Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur adakan sosialisasi program pengembangan budidaya belimbing organik kepada petani muda di Desa Bono Kecamatan Boyolangu Tulungagung. Alhamdulillah sebanyak 11 petani muda yang berasal dari Desa Bono, Waung dan Moyoketen mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian tahapan dari pelaksanaan program pengembangan pertanian belimbing yang rencananya akan terlaksana di Wilayah Tulungagung. Selain sosialisasi, dalam rangka untuk menguatkan komitmen bersama maka dilakukan juga proses penandatanganan kerjasama antara Dompet Dhuafa bersama petani muda binaan. ” Alhamdulillah kulo remen bianget, mugi-mugi usana bersama niki angsal kasil sae. Saget damel perantara lek kulo pado kasehteraan “. Kata Yopi (31 th) salah satu peserta program.

” Program pengembangan belimbing organik ini kita juga melibatkan praktisi yang sudah ahli dibidang pertanian organik, bersama kelompok tani Artha Mandiri yang dulunya juga adalah dampingan program Dompet Dhuafa kami komitmen berjuang bersama petani untuk meningkatkan pendapatan. Hal mendasar yang perlu kita benahi adalah SDM “. Kata Rizzqi (33 th) selaku koordinasi program Dompet Dhuafa Jatim.

Sapa Penerima Manfaat Kebun Green House Pemberdayaan DD Jatim

Sapa Penerima Manfaat Kebun Green House Pemberdayaan DD Jatim

BANYUWANGI, JAWA TIMUR — Usai meresmikan Serambi Budaya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu (12/2/2022), tim Dakwah, Budaya dan Pelayanan Masyarakat (DBPM) Dompet Dhuafa lanjut menyambangi kebun pemberdayaan Dompet Dhuafa Jawa Timur di Muncar, Banyuwangi. Dompet Dhuafa ingin menyapa dan berdiskusi dengan penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi keluarga ini.

Sekitar dua jam perjalanan dari Serambi Budaya menuju lokasi kebun. Sayup-sayup mentari mulai memejamkan mata. Waktu yang tepat memang untuk menikmati teh hangat bersama dengan segarnya melon yang langsung dipetik dari kebunnya. Ditemani beberapa suara kicauan burung dan pemandangan yang hijau di segala sudutnya, membuat suasana menikmati buah kebun hasil pemberdayaan Dompet Dhuafa ini semakin lengkap.

Seorang bapak 34 tahun dari dua anak usia sekolah adalah penerima manfaatnya. Umar Taufik namanya. Memang sudah sepantasnya dia mampu menghidupi segala kebutuhan keluarganya. Apalagi dengan kebutuhan sekolah anaknya yang mungkin tak sedikit membutuhkan biaya. Mulanya tak seberapa ia hasilkan uang dari hasil berkebun. Namun pada tahun 2020 setelah Allah mempertemukannya dengan tim ekonomi Dompet Dhuafa, ia mampu mengantongi cuan berlipat kali dari sebelumnya.

Berkonsep Green House, kini kebunnya seluas 500 meter persegi dengan berbagai tanaman buah. Menurut Umar, buah yang paling diunggulkan di Green House-nya ini adalah melon kinanti atau juga disebut golden melon. Dengan jumlah tanaman melon kinanti sebanyak 1150 tanaman, tentu ini membuatnya bisa melakukan panen hampir setiap minggu. Atau bahkan setiap saat ada yang ingin mencicip langsung dari kebunnya.

“Usia tanam melon kinanti ini 2 (dua) bulan. Karena ini sistemnya adalah green house jadi panennya tidak kenal musim. Misal habis ada yang dipanen langsung ditanam lagi. Alhamdulillah, berkat dibina oleh Dompet Dhuafa, kebun ini semakin pesat berkembang. Bahkan untuk pemasarannya, buah-buah dari green house ini dapat masuk ke supermarket-supermarket,” jelas Umar.

Selain buah melon, juga ada beberapa buah lainnya yaitu pepaya california, cabai, dan jagung. Seperti juga melon, semua hasil kebun green house milik keluarga Umar ini berkualitas terbaik dan mampu menembus pasar-pasar di kalangan atas.

“Pak Umar ini adalah salah satu penerima manfaat yang berdaya di bawah binaan Dompet Dhuafa Jatim. Tentu masih banyak lagi penerima manfaat – penerima manfaat lainnya yang menjadi binaan Dompet Dhuafa Jatim. Tidak hanya pemberdayaan pada sektor perkebunan saja melainkan masih banyak lagi pada sektor lain seperti peternakan, UMKM, dan lainnya. Doakan supaya Dompet Dhuafa dapat terus hadir untuk masyarakat-masyarakat kecil supaya bisa besar dan berdaya,” ucap Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur. (Dompet Dhuafa Jatim / Aldhi)

Panen Raya Dompet Dhuafa Bersama Gapoktan Sejahtera, Ajak Anak Muda Kembangkan Potensi Pertanian di Magetan

Panen Raya Dompet Dhuafa Bersama Gapoktan Sejahtera, Ajak Anak Muda Kembangkan Potensi Pertanian di Magetan

MADIUN, JAWA TIMUR- Pagi (Kamis, 17/02) air embun menetes dari bulir-bulir padi yang telah di panen hari ini. Lahan sawah dengan luas 150 Hektare menjadi tonggak dalam melanjutkan program ketahanan pangan Food For Dhuafa dan kemandirian ekonomi mulai dari hulu hingga hilir.

Dompet Dhuafa bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera, Magetan, Jawa Timur melakukan Panen Raya perdana. Turut hadir Samsuri selaku Ketua Gapoktan Sejahtera, Bambang Suherman selaku Direktur Komunikasi & Aliansi Strategis, perwakilan Kementerian Pertanian yakni Batara Siagian hingga Dr. Drs. Suprawoto, S.H., M.Si selaku Bupati Magetan.

Pada sambutan di acara tersebut, Suprawoto mengatakan, “Masuk sawah menyenangkan hati banyak orang tapi belum mampu menyenangkan hati para petani. Kehidupan petani berbanding terbalik dengan mereka penikmat beras yang rata-rata orang kaya. Maka itu dengan bergulirnya program kerjasama termasuk para stakeholder bisa membangkitkan ekonomi para petani di Magetan khususnya di Krajan, Parang.

“Kami dan saya mewakili masyarakat Magetan berterima kasih atas inovasi program Dompet Dhuafa, ditambah dengan pengawalan-pengawalan program oleh berbagai mitra dengan multi aksi, sehingga diharapkan program ini menjadi model ditempat lain yang berdampak luas bagi masyarakat Magetan dan sekitarnya. Sehingga program yang bergulir di Magetan menjadi contoh bagi bayak pihak nantinya serta mendorong lahirnya close loop program bagi internal Magetan”, jelas Suprawoto.

Suprawoto menambahkan, “Dengan bergulirnya program kerjasama ini, kami berharap bisa berkontribusi dalam ketahanan pangan, terutama dalam upaya pemenuhan logistik maupun pangan di lingkup Pondok Pesantren, Rumah Sakit yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan lain-lainnya. Di sisi lain, dengan pengembangan program ini, kami mengajak anak-anak muda Magetan untuk mendorong lahirnya produk-produk pangan dari hulu yang sehat tapi juga mensejahterakan petani. Pemda Magetan perlu mengawal atas kolaborasi ini untuk memberikan kebaikan-kebaikan di Magetan dan sekitarnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Bambang Suherman menjelaskan, “Bergulirnya program ini merupakan contoh keberhasilan kolaborasi Dompet Dhuafa dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) salah satunya Gapoktan Sejahtera,dengan kerjasama ini diharapan Dompet Dhuafa dapat menyerap hasil panen dan menjamin margin bagi petani untuk lebih baik. Terutama untuk kita serap di ranah zakat fitrah nanti. Melihat potensi zakat fitrah yang besar, maka ini bisa menjadi potensi yang besar dalam meningkatkan ekonomi petani”.

“Tegaknya sebuah pilar negara dapat dilihat dari segi Pertanian, dengan mendorong anak-anak muda (petani milenial) agar konsen terhadap tegaknya potensi bangsa, diharapkan dengan keterlibatan anak-anak muda dapat memaksimalkan fungsi dan guna teknologi hingga potensi pasar. Pertanian, bukan profesi yang mati di masa depan tetapi justru menjadi penjaga kearifan lokal bagi bangsa. Model program pertanian Dompet Dhuafa ini diharapkan dapat diduplikasikan oleh lembaga-lembaga zakat hingga kemanusiaan untuk ruang-ruang aktivitas pertanian. Langkah-langkah ini sekaligus menjadi Closed Loop untuk internal “pasar” kebutuhan. Mampu memutus rantai pemasok produk pertanian ke masyarakat. Sehingga Magetan menjadi model keberhasilan program pertanian yang mampu diduplikasi banyak pihak”, tambah Bambang Suherman.

Acara Panen Raya di Lahan Sawah, Desa Krajan, Parang, Magetan, Jawa Timur ditutup dengan kegiatan panen bersama serta penandatangan kesepakatan kerjasama antar dua belah pihak. Tidak hanya itu Dompet Dhuafa memberikan 350 ternak sebagai bakalan atau plasma ternak untuk Gapoktan Sejahtera. Dalam sesi akhir kegiatan, Batara Siagian perwakilan Kementerian Pertanian mengatakan, “Kolaborasi program terus didorong untuk lebih variatif dan punya daya saing. 3 Hal strategis yang dapat mendorong Korporasi Pertania yakni: inovasi sesuai kearifan lokal & optimalisasi teknologi, produktivitas produk serta membangun jaringan pemasaran (internal & eksternal). Diharapkan beras dari program ini dibuatkan “merek” produk Magetan. Ditjen tanaman pangan mendukung langkah-langkah kolaborasi pertanian”.

Dompet Dhuafa Resmikan Program Serambi Budaya di Banyuwangi

Dompet Dhuafa Resmikan Program Serambi Budaya di Banyuwangi

Banyuwangi (12/2) Sebagai lembaga filantropi yang peduli terhadap kondisi budaya Indonesia Dompet Dhuafa Jawa Timur tidak henti-hentinya melakukan kegiatan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya menjaga budaya bangsa. Nilai-nilai budaya ketimuran yang dimiliki oleh bangsa Indonesia agaknya pelan-pelan mulai terenduksi oleh budaya luar seiring dengan kemajuan teknologi.

Kata ustadz Ahmad Sonhaji selaku Direktur Dakwah Budaya dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa berkata, ” program Serambi Budaya Dompet Dhuafa mengawal kekuatan karakter dan tradisi budaya masyarakat yang menjadi kekayaan khazanah Nusantara. Melestarikan dan menjaga tradisi budaya menjadi tanggungjawab generasi selanjutnya agar tidak bergeser apalagi tergusur dan hilang. Akulturasi budaya tradisional dan Milenial akan semakin apik jika dikemas dengan tetap menjaga kearifan lokal”.

Pada peresmian program Serambi Budaya Dompet Dhuafa hari ini, terlaksana di Desa Taman Suruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur kali ini. Peserta dampingan program turut memeriahkan acara dengan menampilkan kesenian burdah, hadrah, kuntulan, pocoan lontar dan pencak sumping. Alhamdulillah acara berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran satgas covid Pemkab Banyuwangi.

Ustadz Sonhaji berharap, program serambi budaya Kampung Hadrah Dompet Dhuafa ini menjadi stimulus bagi semua pihak dan pencinta budaya untuk bersama menghormati tradisi dan melestarikan peninggalan budaya para pendahulu, terutama di Banyuwangi ini. (Dompet Dhuafa Jawa Timur/Aldhi)