Header Dompet Dhuafa Jatim
Kisah Pasutri Sepuh Penyintas Semeru: Rumah dan Sawah Hancur, Bersyukur Cucunya Tak Gugur (Bagian Satu)

Kisah Pasutri Sepuh Penyintas Semeru: Rumah dan Sawah Hancur, Bersyukur Cucunya Tak Gugur (Bagian Satu)

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Tak pernah terbayangkan oleh warga di sekitar lereng Gunung Semeru, yang akan mengalami bencana erupsi pada awal Desember 2021 lalu, Sabtu (4/12/2021). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan guguran awan panas tanpa diduga sebelumnya. Langit yang mulanya cerah mendadak gelap gulita. Hujan disertai abu hitam turun bercampur gumpalan-gumpalan lumpur. Begitulah yang diceritakan oleh pasangan suami istri, Hasyim (65) dan Sukarminah (56), warga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Guguran awan panas Gunung Semeru meninggalkan kisah pilu bagi keluarga Hasyim. Bencana yang datang secara tiba-tiba, membuat Pak Hasyim dan warga lainnya panik berhamburan menyelamatkan diri. Saat peristiwa itu, ia bersama sang istri harus berjibaku dengan abu vulkanik menyelamatkan diri dan dua cucunya yang yatim. Rumah yang berpuluh-puluh tahun ia tinggali, ambruk menimpa barang-barang di dalamnya.

Saat ditemui oleh tim Dompet Dhuafa di tenda pengungsian di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Hasyim menceritakan kondisi pilu rumahnya. Ia tak menyangka bisa kehilangan rumah yang merupakan aset kehidupannya. Bagian belakang rumahnya ambruk, bagian depannya pun juga ambruk. Atap rumah yang terbuat dari asbes pun lepas dan hilang dari kerangka-kerangkanya. Barang-barang berharga yang tak sempat ia selamatkan pun terkubur abu lumpur bahkan sebagian hilang entah terbawa angin atau hujan.

“Kondisi griyane, nggeh, ambyuk. Wingking ambyuk, ngajeng ambyuk. Atape asbes nggeh mboten karu-karuan sampunan (Kondisi rumahnya, ya, ambruk. Bagian belakang ambruk, bagian depan ambruk. Atap asbes juga tidak karuan sudahan),” jelasnya mendiskripsikan kondisi rumah, Selasa (28/12/2021).

Rumah Pak Hasyim jelas sudah tak bisa ia tempati lagi. Bahkan meski diperbaiki pun tidak mungkin untuk dijadikan tempat layak tinggal. Pemerintah setempat juga telah mengumumkan bahwa Dusun Kajar Kuning sudah dinyatakan tidak layak lagi untuk ditinggali. Sebab menjadi zona bahaya yang berpotensi bencana serupa akan menimpa kembali.

“Di sana sudah tidak boleh ditempati lagi. Melihat lokasinya saja sudah trauma. Mau tidak mau, ya memang harus pindah. Sementara ini saya dan istri mengungsi di posko ini. Kalau cucu-cucu, saya titipkan di rumah paman dan bibinya. Karena supaya lebih aman dan nyaman,” lanjut Pak Hasyim.

Ditengah-tengah musibah yang begitu dahsyat menimpa, namun Pak Hasyim berulang kali mengucapkan syukur. Hal pertama yang paling ia syukuri adalah keselamatan keluarganya yang berhasil keluar dari musibah dengan keadaan hidup dan sehat. Menurutnya, biarlah harta, benda, rumah dan sawah hilang, yang penting dirinya, istri, dan kedua cucunya selamat dari musibah.

Tatkala APG Gunung Semeru menerjang dengan dahsyat kala itu, yang dilakukan Pak Hasyim dan Bu Sukarminah adalah memeluk erat kedua cucunya sembari berulang-ulang memohon doa keselamatan. Kalimat-kalimat istighfar, tahlil, dan takbir, tak terhitung yang terucap dari bibir kedua pasangan ini.

Usai hamburan awan panas sedikit mereda kala itu, Pak Hasyim, Bu Sukarminah, juga kedua cucunya beserta warga lainnya, bergegas menuju tempat yang aman. Pergilah mereka berempat ke rumah sanak keluarganya di lain desa yang dinyatakan aman.

“Setelah itu kami berempat ngungsi di rumah saudara,” kata Bu Sukarminah.

Beberapa hari setelah gunung terlihat aman, serta diperbolehkannya para penyintas untuk mendatangi lokasi bencana oleh BNPB, Pak Hasyim mencoba menyambangi rumahnya. Ia ke sana untuk menengok bagaimana kondisi rumah sekaligus melihat-lihat apa sekiranya yang bisa diselamatkan.

“Habis semuanya. Rumahnya saja tidak bisa dimasuki ,” ucapnya pilu.

Meski jelas tak punya tempat tinggal, namun pasangan ini tetap saja merasa tak enak menumpang di rumah saudara. Alih-alih takut membebani, dua minggu berselang mereka berdua kemudian memilih untuk pindah ke tenda pengungsian yang disediakan oleh Kemensos di lapangan Desa Penanggal. Meski begitu, dua cucunya tetap dititipkan di rumah saudaranya karena akan lebih nyaman dan aman.

Saat ini, yang paling dibutuhkan oleh Pak Hasyim dan keluarganya adalah tempat tinggal. Tinggal berdesakan di tenda pengungsian tentu semakin lama akan banyak menimbulkan persoalan lain salah satunya kesehatan para pengungsi. Selain itu, Pak Hasyim dan Bu Sukarminah ingin segera memulai kehidupan baru entah sebagai apa untuk terus menghidupi keluarganya. (Dompet Dhuafa Jatim/Aldhi)

Relawan Mengajar, Dompet Dhuafa Pendidikan Ajak Anak-anak Pengungsi Candipuro Bermain Sambil Belajar

Relawan Mengajar, Dompet Dhuafa Pendidikan Ajak Anak-anak Pengungsi Candipuro Bermain Sambil Belajar

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Relawan Mengajar sebagai salah satu Klaster Bencana Semeru yang menjadi aksi respon oleh Dompet Dhuafa, mengajak anak-anak pengungsi untuk bermain dan belajar. Kali ini, tim Relawan Mengajar Dompet Dhuafa hadir di pengungsian Tenda Belajar Desa Kebun Deli, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (24/12/2021).

Empat pengajar yaitu Siska, Yustia, Nita dan Binti menyisipkan keseruan bermain dengan menggelar lembaran besar bergambar ular tangga, lengkap dengan dadunya. Secara bergantian, sebanyak 36 anak di pengungsian ini memainkan ular tangga dengan pion yang langsung diperankan oleh masing-masing anak. Setiap kotak ular-tangga mengarahkan para pemainnya untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kebaikan dan kemanusiaan.

Di samping itu, aksi penyediaan makanan sehat yaitu Corner Gizi (COZI) Dompet Dhuafa juga hadir untuk mensuplai gizi anak-anak pengungsi.

Siska Mumtaz selaku PIC pada aksi tersebut mengatakan, pada kegiatan ini, tim respon Dompet Dhuafa Pendidikan di Candipuro ingin mengajak anak-anak Desa Kebun Deli untuk berceria dengan belajar sambil bermain bersama. Secara spesifik, aksi yang dilakukan adalah dengan melakukan pembiasaan literasi membaca kepada anak-anak selama 15-20 menit, kemudian berhitung, membuat Surat cinta untuk Ibu, dan berkreasi dgn kertas lipat. Kemudian dilanjutkan dengan bermain ular tangga.

“Aksi ini terus kami lakukan setiap harinya di beberapa titik-titik pengungsian. Mudah-mudahan upaya kami ini dapat membangun meringankan beban mental para penyintas terutama anak-anak serta mengembalikan keceriaan mereka,” ucapnya.

Yudistira Gilang Pratama, salah satu anak kelas 6 SD yang ikut pada aksi ini menceritakan curahan hatinya kepada kakak-kakak Relawan Mengajar. Ia mengaku sudah mulai bosan di tempat pengungsian. Ia mulai merindukan suasana rumahnya yang dulu. Teman-teman bermainnya pun sudah berpencar ke titik-titik pengungsian yang lain.

“Waktu itu lagi main bola sama temen temen. Trus dipanggil sama pak kampung suruh persiapan suruh berangkat ke atas jembatan. Di sini kemaren kena asap dan debu semua. Sama pak RT disuruh pakai masker semua. Di sini ngungsinya ga enaknya temen-temen banyak mencar,” ceritanya. (Dompet Dhuafa Jatim/Aldhi)

Kado Akhir Tahun Bukalapak dan Dompet Dhuafa Bangkitkan Senyum Penyintas Bencana APG Semeru

Kado Akhir Tahun Bukalapak dan Dompet Dhuafa Bangkitkan Senyum Penyintas Bencana APG Semeru

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Pada Selasa (4/1/2022), Bukalapak dan Dompet Dhuafa berupaya bangkitkan senyuman penyintas bencana awan panas guguran (APG) Semeru dengan memberikan 35 paket sembako Kado Akhir Tahun. Adapun titik distribusi merupakan penyintas warga terdampak yang mengungsi di Dusun Krajan dan Dusun Pancut di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Bencana APG Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021 lalu menyisakan banyak luka bagi warga Lumajang. Tercatat data yang dikumpulkan oleh Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa  per 27 Desember 2021 ada 51 jiwa meninggal dunia, jumlah warga mengungsi berjumlah 10.400 jiwa, yang tersebar di 410 titik pengungsian.

Pengungsian terkonsentrasi di 3 kecamatan, yaitu Pasirian 17 titik dengan 1.746 jiwa, Candipuro 21 titik 4.645 jiwa dan Pronojiwo 8 titik 1.077 jiwa. Sedangkan di luar Kabupaten Lumajang, pengungsian berada di Kabupaten Malang 9 titik 341 jiwa, Blitar 1 titik 3 jiwa, Jember 3 titik 13 jiwa dan Probolinggo 1 titik 11 jiwa. Kemudian sebanyak 2.970 rumah, 25 fasilitas pendidikan dan 47 fasilitas umum terdampak.

“Kita membuka tangan selebar-lebarnya bagi mitra yang ingin turut serta dalam program kebaikan membantu penyintas bencana APG Semeru. Selain logistik DMC Dompet Dhuafa juga tengah fokus mengerahkan program-program paska bencana (recovery) salah satunya ialah pembuatan sumur bor dan hunian sementara kerja sama dengan pemerintah daerah Lumajang. Semoga sinergi ini tetap terjaga hingga ketika kita kembali ke Lumajang, kehidupan masyarakat sudah kembali atau lebih baik lagi dibandingkan seusai turunnya APG Semeru,” pungkas Haryo Mojopahit selaku Chief Executive DMC Dompet Dhuafa.

Berdasarkan laporan per 27 Desember, DMC Dompet Dhuafa telah memberikan layanan bagi penyintas bencana APG Semeru berupa SAR-Evakuasi, Pos Hangat (1.150 penerima manfaat), Dapur Umum (3.323 penerima manfaat), Dapur Keliling (1.300 penerima manfaat), Layanan Kesehatan (1.603 penerima manfaat), Pojok Laundry (175 penerima manfaat), Psychological First Aid /PFA (416 penerima manfaat), Potong Rambut (14 penerima manfaat), dan layanan WASH berupa pemberian tempat sampah serta Aksi Bersih Itu Sehat dengan total penerima manfaat mencapai 367 orang.

Selain itu DMC Dompet Dhuafa juga membantu bangun Sumur Bor di Kajang Kosong, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Tidak lupa juga, Dompet Dhuafa terpilih menjadi salah satu mitra dalam pembuatan hunian sementara (huntara) yang digagas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang.

Ibu Ulum salah satu penerima manfaat Kado Akhir Tahun menuturkan banyak terima kasih atas bantuannya. Hingga kini mendiang suaminya belum ditemukan, almarhum suami merupakan buruh tambang yang bekerja di Penambang H. Satuhan. Ibu Ulum sudah memberikan DNA anak mereka untuk segera identifikasi korban-korban yang sudah ditemukan. Namun hasilnya masih nihil.

“Terima kasih para pengguna bukadonasi Bukalapak,” pungkasnya. (Dompet Dhuafa Jatim / Aldhi)

Gelar I-HitS 2022, Dompet Dhuafa Bongkar Skema Capaian Tahun 2021

Gelar I-HitS 2022, Dompet Dhuafa Bongkar Skema Capaian Tahun 2021

JAKARTA — Membuka gelaran Indonesian Humanity Summit (I-HitS) 2022 pada Selasa (4/1/2021), di Gedung SMESCO Jakarta Selatan, Bambang Suherman selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, memaparkan berbagai gagasan yang dikelola Dompet Dhuafa dalam ragam program untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Bahwa ternyata di bawah garis kemiskinan, di sekitar kita tidak homogen. Dari pengalaman Dompet Dhuafa, paling tidak kemiskinan terbagi dalam 3 (tiga) segmen. Miskin menyerah (tidak berdaya), miskin berpotensi (kelompok anak muda yang terbatas), miskin beraset (perlu pendampingan). Ketiga segmen ini bisa mendapat pelayanan yang baik, lalu ditumbuhkan kapasitasnya agar menjadi lebih mandiri di atas garis kemiskinan tersebut.

“Selama 28 tahun perjalanan Dompet Dhuafa itu tidak singkat. Kami juga telah banyak melakukan proses-proses untuk mendapatkan metode terbaik yang paling efektif dan efisien, yang bisa memberikan dampak yang paling besar bagi masyarakat. Kami dipandu oleh satu visi yang cukup kuat, yang telah ditanamkan sejak Dompet Dhuafa pertama kali hadir di muka bumi ini,” aku Bambang Suherman.

“Yaitu, mewujudkan masyarakat global yang berdaya melalui kegiatan pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan, dengan sistem yang berkeadilan. Ini menempatkan Dompet Dhuafa untuk berkiprah pada skema di atas dan di bawah garis kemiskinan,” lanjutnya.

Berdiri di depan ratusan khalayak, Ia juga menyebutkan, ada 3 tujuan skema pengelolaan kemiskinan Dompet Dhuafa. Menggulirkan Layanan (pada darurat kemiskinan, akses, juga aset), pendampingan program Pemberdayaan (berupa modal, produk, serta pasar), hingga Pembelaan (berupa kebijakan, pendampingan hukum, juga jaringan). Sehingga Dompet Dhuafa mengelola Mustahik, yang berkembang dan menempatkannya sebagai Mitra, hingga berdaya dan mandiri sebagai Muzzaki.

“Nah, yang telah dilakukan Dompet Dhuafa dengan skema-skema inilah, kemudian mewujud menjadi capaian-capaian. Sehingga di tahun 2021 ini, telah mengembangkan partisipasi publik senilai Rp424 Miliar lebih. Dan ini adalah bentuk KolaborAksi yang sekarang sedang dikelola oleh kita bersama-sama,” aku Bambang Suherman.

Berdiri di depan ratusan khalayak, Ia juga menyebutkan, ada 3 tujuan skema pengelolaan kemiskinan Dompet Dhuafa. Menggulirkan Layanan (pada darurat kemiskinan, akses, juga aset), pendampingan program Pemberdayaan (berupa modal, produk, serta pasar), hingga Pembelaan (berupa kebijakan, pendampingan hukum, juga jaringan). Sehingga Dompet Dhuafa mengelola Mustahik, yang berkembang dan menempatkannya sebagai Mitra, hingga berdaya dan mandiri sebagai Muzzaki.

“Nah, yang telah dilakukan Dompet Dhuafa dengan skema-skema inilah, kemudian mewujud menjadi capaian-capaian. Sehingga di tahun 2021 ini, telah mengembangkan partisipasi publik senilai Rp424 Miliar lebih. Dan ini adalah bentuk KolaborAksi yang sekarang sedang dikelola oleh kita bersama-sama,” aku Bambang Suherman.

“Ya, mewujud menjadi intervensi kepada 3 Juta lebih Penerima Manfaat di Indonesia. Tentu saja ini bukan pekerjaan yang besar kalau kita bandingkan dengan PR kemiskinan yang harus kita hadapi. Tetapi kita memulai dari sini, dan saya berharap dengan acara ini, akan memperkuat kembali kolaboraksi di antara kita, sehingga sumber daya kolaborasinya menjadi lebih besar dan penerima manfaatnya turut lebih luas,” serunya.

Bambang Suherman juga mengungkapkan, suatu bentuk syukur bagi Dompet Dhuafa untuk menginspirasi gerakan zakat, gerakan kemanusiaan di dunia ini. Memperkuat KolaborAksi kita bersama dan KolaborAksi Bangun Negeri yang nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang miskin, marginal, yang penuh keterbatasan.

Paparan selanjutnya dalam I-HitS 2022, turut menghadirkan Flip, sebuah aplikasi digital keuangan untuk melakukan transfer antar bank dengan tanpa biaya. Eko Priyanto selaku Head of Enterprise Sales Flip, sebelumnya menyampaikan, ketiga founder Flip, yang salah satunya adalah Rafi Putra Arriyan selaku Co-Founder & CEO Flip, ialah juga merupakan Alumni Beasiswa Aktivis Dompet Dhuafa di tahun 2013.

“Flip terbentuk di 2015, sebagai pioner solusi penyedia layanan transfer antar bank dengan gratis biaya admin. Dan seperti yang Pak Bambang sampaikan, bahwa saat ini adalah waktu yang sangat luar biasa dan challanging untuk paling besar tujuannya adalah saling berkolaborasi. Karena masing-masing dari kita pasti memiliki kemampuan yang saya rasa itu yang perlu dikolaborasi,” ujar Eko.

Ya, Dompet Dhuafa menginisiasi gelaran I-HitS 2022, sebagai bentuk rangkaian agenda tahunan Public Expose dan Social Humanity Outlook. Dengan menghadirkan ragam Narasumber ternama dalam bidang tema sosial kemanusiaan, ekonomi syariah, inovasi teknologi, dan lainnya, yang berlangsung selama 2 (dua) hari sejak tanggal 4 – 5 Januari 2022. Disana, Dompet Dhuafa juga menghadirkan berbagai programnya dalam pameran booth kemanusiaan, yang diramaikan oleh LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma), DMC (Disaster Mangement Center), LPM (Lembaga Pelayan Masyarakat), LPI (Lembaga Pengembangan Insani), Zona Madina, DD Tekno, DD Konstruksi, DDP (Digdaya Dinamika Publika), Institut Kemandirian, KMM (Karya Masyarakat Mandiri), STIM Budi Bakti, juga Kampus Bisnis Umar Usman. (Dompet Dhuafa Jawa Timur/Aldhi)

Suntik Semangat Para Penghafal Al-Quran, Sinergi Akhir Tahun PT Petrogas Jatim Utama Cendana Bersama Dompet Dhuafa

Suntik Semangat Para Penghafal Al-Quran, Sinergi Akhir Tahun PT Petrogas Jatim Utama Cendana Bersama Dompet Dhuafa

PONOROGO, JAWA TIMUR — Ada yang lain dalam aktivitas sehari-hari para santi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Munadi, Karangan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur. Pasalnya, hari itu, Kamis (23/12/2021), mereka kedatangan tamu dari Dompet Dhuafa bersama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) untuk berbagi kebahagiaan dengan membagikan 400 makanan siap santap dan 50 paket sembako.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bantuan program Kado Pangan untuk penambah gizi bagi para santri dan para guru yang ada di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an. PT Pertrogas Jatim Utama Cendana, sebagai donatur, menggandeng Dompet Dhuafa untuk menyalurkan kebaikannya kepada para santri penghafal Al Qur’an agar kebutuhan akan gizi seimbang mereka terpenuhi.

Yang dilakukan oleh PT Petrogas Jatim Utama Cendana merupakan suatu bentuk kebaikan yang patut dicontoh oleh setiap kaum muslimin dimana pun berada. Mengapa demikian? Setiap ayat yang dibaca berulang-ulang oleh penghafal Al Qur’an, Insya Allah mengalir juga amalannya untuk para pemberi sedekah.

Bahkan ada cerita menarik saat kegiatan berlangsung. Kholid Abdillah selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Timur, yang hadir dalam kesempatan tersebut sempat melempar pertanyaan kepada para santri tentang siapa yang ingin menjadi pribadi kaya raya di masa depan, namun Kholid justru mendapat jawaban mencengangkan dari para santri penghafal Al Qur’an di sana.

“Siapa yang ingin kaya?” tanya Kholid, namun tidak ada satupun santri yang mengangkat tangannya. “Kaya tidak dibawa sampai akhirat, saya ingin hafal Al Qur’an,” demikian jawaban salah satu santri. Seketika tim Dompet Dhuafa dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana yang mendengarkan jawaban tersebut merasa terenyuh dan takjub dengan jawaban santri tersebut.

Belum lepas dalam ingatan, beberapa waktu lalu PT Petrogas Jatim Utama Cendana juga pernah menyalurkan kebaikannya melalui Dompet Dhuafa. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Petrogas Jatim Utama Cendana menyerahkan 5 (lima) Al Qur’an Braille secara simbolis kepada perwakilan penyandang tunanetra binaan Yayasan Urunan Kebaikan Surabaya.

KH. Agus Maghfur selaku Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Dompet Dhuafa dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana atas kebaikannya di pengujung tahun 2021 kepada para santri di pondok pesantren asuhannya. Agus juga turut mendo’akan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini agar terus bisa berbagi manfaat bagi masyarakat luas.

“Alhamdulillah, bantuan ini kami terima dengan senang hati. Berkah untuk Dompet Dhuafa dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana, selalu dimudahkan dalam segala hal dan semakin lancar usahanya dalam berbagi kemanfaatan untuk masyarakat,” ungkap KH. Agus Maghfur setelah mendampingi tim menyalurkan bantuan. (Dompet Dhuafa Jawa Timur / Markom / Aldhiansyah)

Relawan Pendidikan SLI Dampingi Penyintas Anak di Tenda Pengungsian Erupsi Semeru

Relawan Pendidikan SLI Dampingi Penyintas Anak di Tenda Pengungsian Erupsi Semeru

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Hingga pada Selasa (28/12/2021), Tim Relawan Pendidikan SLI (Sekolah Literasi Indonesia) Dompet Dhuafa masih dalam giat respon Erupsi Gunung Semeru disana. Bertempat di Tenda Darurat Kemensos Desa Penanggal, Kecamatan, Candipuro, Kabupaten Lumajang, mereka menggulirkan bantuan layanan belajar dan bermain bersama para penyintas khususnya anak-anak di pengungsian itu.

“Dompet Dhuafa masih membersamai, masih menggulirkan respon kemanusiaan, juga menyalurkan amanah bantuan dalam tanggap darurat Erupsi Semeru. Nah, pagi hari ini, tim respon pada klaster pendidikan, menggulirkan layanan belajar dan bermain bersama para penyintas khususnya anak-anak di tenda-tenda pengungsian Semeru. Jumlah siswa yang hadir sebanyak 29 orang dengan rentang usia yang beragam,” sebut Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, melalui pesan singkat.

Adapun materi kegiatan berupa pembiasaan literasi membaca dan tanya jawab terkait buku yang dibaca, mengenal ragam hewan yang dikemas dengan bermain puzzle, hingga kerajinan tangan origami.

Kegiatan belajar-mengajar ini berlangsung sedari pukul 8.30 WIB sampai 10.30 WIB. Turut hadir bersama dengan adik-adik penyintas, Ibu Nisa sekalu Koordinator Lapangan di tenda belajar tersebut.

Sahabat, dukungan dan sinergi kita sangat berarti. Berani baik dengan ikut bantu penuhi kebutuhan darurat warga yang terdampak bisa kita lakukan dengan berdonasi melalui dompetdhuafajatim.org/erupsi-gunung-semeru . (Dompet Dhuafa Jawa Timur / Markom / Aldhiansyah)

Dompet Dhuafa Terus Beri Semangat Kepada Para Penyintas Erupsi Semeru

Dompet Dhuafa Terus Beri Semangat Kepada Para Penyintas Erupsi Semeru

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Usai menghadiri acara Launching Program Mina Padi dan Program Daur Ulang Sampah di Bantul, Sekretaris Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Yayat Supriyatna, dan Direktur Pemberdayaan & Pengembangan Ekonomi, Doni Marlan, langsung bertandang ke Pos Respon Semeru Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang berada di Lumajang. Agenda tersebut dilakukan untuk menyapa para penyintas erupsi gunung Semeru yang sedang mengungsi guna memberikan semangat supaya terus berusaha memulihkan aktivitas bersama para tim DMC.

Bersamaan dengan itu, Direktur Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat, Ahmad Shonhaji, usai menghadiri Peringatan Hari Ibu oleh para Pelestari Budaya di Suluk Nusantara, juga langsung bertandang ke Pos DMC di Lumajang. Juga Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, Kholid Abdillah, usai penyaluran Kado Pangan untuk sebuah pesantren di Ponorogo, langsung menuju pos.

Setelah lengkap berkumpul di pos, pada Jum’at (24/12/2021), para petinggi aksi kemanusiaan Dompet Dhuafa tersebut menyapa beberapa titik intervensi aksi para relawan Dompet Dhuafa. Mulai dari Dapur Umum, Dapur Keliling, Pos Gizi Sehat, Pos Relawan Mengajar, Pos Kesehatan, Pos Pengadaan Air Bersih, hingga Taman Bermain.

“Kami memberikan respect kepada para relawan yang melakukan aksi sejak hari pertama terjadi erupsi hingga hari ini pun masih berlangsung. Segala bentuk respon dan aksi Dompet Dhuafa yang telah dilakukan, mulai evakuasi, dapur umum, pelayanan medis, sekolah ceria, hingga pengadaan air bersih merupakan upaya untuk membantu meringankan beban fisikal dan mental para penyintas yang terdampak,” ucap Sonhaji.

Di samping itu, Kholid Abdillah mengatakan akan terus memberikan upaya menggandeng para penyintas. Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Dompet Dhuafa telah mendiskusikan lebih lanjut rencana-rencana tahap recovery. Salah satunya dengan akan dibangunnya Huntara di tempat relokasi yang sedang disediakan oleh pemerintah daerah.

Sejalan dengan program-program Dompet Dhuafa dan DMC, Dhuafa Jawa Timur akan terus membersamai para penyintas dan mendukung Pemkab Lumajang untuk melakukan relokasi. Tingga minggu telah berlalu, banyak warga yang mulai tidak nyaman di pengungsian. Selain itu juga dikhawatirkan semakin banyak berkembang penyakit di pengungsian karena harus berdesak-desakan.

“Saatnya untuk memikirkan kehidupan mereka berikutnya. Mohon doanya supaya dapat segera terealisasikan sehingga mereka dapat tempat yang layak untuk beraktivitas,” tandas Kholid. 

Sahabat, dukungan dan sinergi kita sangat berarti. Berani baik dengan ikut bantu penuhi kebutuhan darurat warga yang terdampak bisa kita lakukan dengan berdonasi melalui dompetdhuafajatim.org/erupsi-gunung-semeru . (Dompet Dhuafa Jawa Timur / Markom / Aldhiansyah)

Dompet Dhuafa dan Pemda Lumajang Bersinergi Perkuat Penanganan Dampak APG Semeru

Dompet Dhuafa dan Pemda Lumajang Bersinergi Perkuat Penanganan Dampak APG Semeru

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Dompet Dhuafa melakukan kunjungan ke pemerintah daerah Lumajang untuk membahas sinergi percepatan penanganan bencana Awan Panas Guguran (APG) Semeru. Pertemuan tersebut diadakan di Pendopo Arya Wiraja Lumajang, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, pada Jum’at (24/12/2021).

Turut hadir dalam diskusi kesinergian tersebut Yayat Supriyatna (Sekretaris Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa), Ahmad Sonhaji (Direktur Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa), Doni Marlan (Direktur Pemberdayaan & Pengembangan Dompet Dhuafa), Haryo Mojopahit (Kepala Disaster Management Center Dompet Dhuafa), Kholid Abdillah (Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur), dan Thoriqul Haq selaku Bupati Lumajang beserta para jajarannya.

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menguatkan program-program percepatan penanganan bencana APG Semeru di masa paska bencana (recovery) atau di masa pemulihan. Salah satu program yang menjadi topik utama sinergi ialah program hunian tetap bagi penyintas bencana APG Semeru.

“Saya bersyukur dapat kolaborasi bersama Dompet Dhuafa. Banyak masyarakat yang terdampak kemudian apa yang harus dilakukan oleh siapapun dalam memberikan pendampingan kepada mereka?” ucap Thoriq.

“Tentu yang berkaitan dengan infrastruktur berada di wewenang pemerintah, tetapi pendampingan yang berkenan dengan pemberdayaan dan berkehidupan sosial yang utuh kembali, kami perlu ada sinergi dengan kelembagaan sosial masyarakat, NGO atau LSM. Saya merasakan Dompet Dhuafa hadir dan kami itu jadi pelengkap dari sekian persoalan yang harus ditangani. Sehingga masyarakat mempunyai harapan baru. Berkehidupan baru terutama yang terdampak akibat APG Semeru,” imbuhnya.

Adapun Yayat Supriyatna menyampaikan, rencana penanganan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang sangat sesuai dengan upaya yang akan dilakukan oleh tim DMC Dompet Dhuafa. Begitu pula dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh tim DMC Dompet Dhuafa dan pemerintah daerah. Maka alangkah luar biasanya jika kedua niat yang sama ini disinergikan menjadi satu sehingga akan terealisasi dengan cepat dan kuat.

“Pertama kami bisa silahturahmi dengan Bapak Bupati. Bapak Bupati sudah memikirkan yang lebih expand tentang penanganan bencana mulai dari respon hingga relokasi. Ini sejalan dengan apa yang Dompet Dhuafa rencanakan juga. Jadi mudah-mudahan dua niat ini bisa bertemu sehingga bisa segera membantu masyarakat keluar dari dampak kebencanaan ini dan memulai kehidupan yang lebih baik ke depannya. Sehingga sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Pemda Lumajang yang telah memberikan kesempatan kami untuk bisa sharing apa yang akan dan sudah lakukan di sini,” terang Yayat.

Di samping itu, Haryo Mojopahit menerangkan tentang upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Yaitu melalui unitnya, Disaster Management Center (DMC), Dompet Dhuafa telah melakukan berbagai layanan percepatan penanganan bencana APG Semeru semenjak tanggal 5 Desember lalu seperti layanan SAR-Evakuasi, Dapur Umum, Dapur Keliling, Pos Hangat, Pojok Laundry, Layanan Kesehatan dan Gizi, Psychological First Aid (PFA), Taman Ceria, Distribusi Hygine Kit, Aksi Bersih itu Sehat, dan Cukur Rambut dengan total penerima manfaat mencapai 5.062.

“DMC Dompet Dhuafa sebagai lembaga menangani kebencanaan secara utuh Kami melakukan aktivitas recovery bersama dengan pemerintah kabupaten lumajang. Tadi kami sudah bertemu dengan Bupati Lumajang dengan harapan bisa mengkoordinasikan segala aktivitas pemulihan, rekonstruksi dan rehabilitasi Dompet Dhuafa dengan rencana yang sudah direncanakan pemerintah. Sehingga kolaborasinya lebih cantik dan bermanfaat luas kepada masyarakat,” terang Haryo Mojopahit.

Dalam masa pemulihan, DMC Dompet Dhuafa siap melakukan program pemulihan seperti ekonomi yaitu membentuk sentra ternak terpadu yang dikelola oleh masyarakat. Dan DMC Dompet Dhuafa juga akan membentuk Badan Usaha Desa atau Bude yang memberikan supply kebutuhan sehari-hari masyarakat dalam bentuk minimarket yang dikelola oleh lembaga kemasyarakat lokal seperti koperasi atau perkumpulan sebagainya. Kemudian di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa juga akan mengadakan program pendampingan sekolah dan pendampingan kesehatan lingkungan. Sehingga ketika nanti dua tiga tahun mendatang, Lumajang menjadi lebih baik sebelum terjadinya bencana.

Berdasarkan data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru per 21 Desember 2021, pukul 18.00 WIB mencatat korban meninggal bertambah 1 jiwa sehingga total meninggal dunia akibat erupsi menjadi 51 jiwa. Penambahan korban tersebut dari warga yang sebelumnya dirawat akibat luka bakar. Selain jumlah korban meninggal, Posko mencatat 5 potongan tubuh ditemukan di lokasi terdampak.

Sementara itu, jumlah warga mengungsi berjumlah 10.395 jiwa, yang tersebar di 410 titik pengungsian. Pengungsian terkonsentrasi di 3 kecamatan, yaitu Pasirian 17 titik dengan 1.746 jiwa, Candipuro 21 titik 4.645 jiwa dan Pronojiwo 8 titik 1.077 jiwa.

Sebaran titik pengungsi juga teridentifikasi di Kabupaten Lumajang, sedangkan di luar kabupaten tersebut, pengungsian berada di Kabupaten Malang 9 titik 341 jiwa, Blitar 1 titik 3 jiwa, Jember 3 titik 13 jiwa dan Probolinggo 1 titik 11 jiwa. Posko terus memutakhirkan data pengungsian akibat dampak erupsi Semeru.

Di masa tanggap darurat perpanjangan kedua ini, salah satu prioritas posko yaitu penyiapan lahan relokasi. Pihak Posko dan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian sementara atau huntara.

Dua lokasi telah dipilih menjadi relokasi warga terdampak erupsi, yaitu di Desa Sumbermujur di Kecamatan Candipuro dan Desa Oro-Oro di Kecamatan Pronojiwo.

Sahabat, dukungan dan sinergi kita sangat berarti. Berani baik dengan ikut bantu penuhi kebutuhan darurat warga yang terdampak bisa kita lakukan dengan berdonasi melalui dompetdhuafajatim.org/erupsi-gunung-semeru . (Dompet Dhuafa Jawa Timur / Markom / Aldhiansyah)

Dompet Dhuafa Bangun Sumur Bor untuk Pengungsi Terdampak Erupsi Semeru

Dompet Dhuafa Bangun Sumur Bor untuk Pengungsi Terdampak Erupsi Semeru

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Hampir 3.000 unit rumah terdampak akibat erupsi Semeru, lebih dari 6.000 warga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman. Pedukuhan Kajang Kosong, Dusun Kebon Deli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menjadi salah satu tempat warga untuk mengungsi. Lebih dari 300 warga sedang mengungsi di sana. Namun kendalanya adalah minimnya air bersih di sana.

Setelah dilakukan assessment bahwa memang di sana adalah tempat yang aman untuk bermukim, juga potensi air bersih pada kedalaman 15 meter, Dompet Dhuafa segera melakukan pengeboran sumur untuk dimanfaatkan warga setempat dan para pengungsi. Di hari yang berkah pada Jumat (24/12/2021), Dompet Dhuafa mulai pengeboran dan pembangunan sumur Air Untuk Kehidupan. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Yayat Supriyatna (Sekretaris Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa), Ahmad Sonhaji (Direktur Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa), Doni Marlan (Direktur Pemberdayaan & Pengembangan Dompet Dhuafa), Haryo Mojopahit (Kepala Disaster Management Center Dompet Dhuafa), Kholid Abdillah (Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur), dan Harun Arrasyid (tokoh masyarakat setempat).

Haryo menjelaskan, “Warga di sini merupakan pengungsi, ada sekitar 300 warga. Kendala di sini memang salah satunya adalah air bersih. Kami sudah melakukan pengajian, dan di sini memiliki potensi air bersih untuk dibor. Maka itu DMC akan melakukan pengeboran sumur untuk dimanfaatkan para warga Pedukuhan di sini. Fasilitas air bersih ini tentu akan sangat membantu warga, dan hari ini alhamdulilah kita lakukan peletakan batu pertama”.

Penempatan sumur air di dekat masjid dianggap menjadi pilihan yang sangat bijak. Selain menjadi pusat ibadah, kawasan sekitar masjid juga menjadi pusat aktivitas para warga dan pengungsi.

Haryo menjelaskan, “Warga di sini merupakan pengungsi, ada sekitar 300 warga. Kendala di sini memang salah satunya adalah air bersih. Kami sudah melakukan pengajian, dan di sini memiliki potensi air bersih untuk dibor. Maka itu DMC akan melakukan pengeboran sumur untuk dimanfaatkan para warga Pedukuhan di sini. Fasilitas air bersih ini tentu akan sangat membantu warga, dan hari ini alhamdulilah kita lakukan peletakan batu pertama”.

Penempatan sumur air di dekat masjid dianggap menjadi pilihan yang sangat bijak. Selain menjadi pusat ibadah, kawasan sekitar masjid juga menjadi pusat aktivitas para warga dan pengungsi.

Di samping itu, Yayat selaku Pengurus Dompet Dhuafa turut menegaskan, alasan dibangunnya sumur di tempat ini karena merupakan salah satu terdekat dari bencana dsn juga menjadi pemukiman untuk pengungsi. Tempat ini juga sangat dekat dengan aliran lahar, namun memiliki potensi pengairan baik.

“Pembangunan sumur bor ini menjadi salah satu permulaan program recovery setelah berbagai respon DMC di Erupsi Semeru. Kami usahakan semaksimal mungkin supaya masyarakat dapat kembali berkativitas seperti semula,” pungkasnya. 

Sahabat, dukungan dan sinergi kita sangat berarti. Berani baik dengan ikut bantu penuhi kebutuhan darurat warga yang terdampak bisa kita lakukan dengan berdonasi melalui dompetdhuafajatim.org/erupsi-gunung-semeru . (Dompet Dhuafa Jawa Timur / Markom / Aldhiansyah)

Semeru Erupsi Lagi, Tetap Bergandeng Tangan Saling Menguatkan Pengungsi

Semeru Erupsi Lagi, Tetap Bergandeng Tangan Saling Menguatkan Pengungsi

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Sempat mereda meski berstatus Waspada, Gunung Semeru kembali erupsi pada Kamis (16/12/2021) pagi kemarin. Awan panas guguran terpantau kembali keluar dari perut Semeru pada pukul 09.30 WIB. Peristiwa itu membuat warga dan sejumlah relawan yang tengah melakukan pencarian korban, panik berlarian.

Guguran awan panas dengan cepat menyeruak, membawa material vulkanik dan menyebabkan hujan abu sampai ke Desa Sumber Wuluh yang berjarak 17 kilometer dari Semeru. Alhamdulillah, sebanyak 50 warga di desa tersebut berhasil dievakusi Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama para Tim SAR gabungan

Kabar erupsi susulan Semeru menambah rentetan berita duka dewasa ini. Semoga rahmat Allah SWT senantiasa menjaga kita semua termasuk para korban dan relawan di lokasi. Hingga berita ini dibuat, Dompet Dhuafa masih ikhtiar membersamai di lokasi erupsi, dalam kebaikan yang terus kami upayakan untuk mereka yang terdampak erupsi Semeru di pengungsian.

Selain menggulirkan tim evakuasi, medis, PFA (Psychological First Aid), DARLING (Dapur Keliling), serta mendirikan Pos Hangat, Tim Respon DMC Dompet Dhuafa turut menggulirkan program respon bantuan seperti:

– Taman Ceria

Sebagai upaya menghilangkan trauma bencana pada anak-anak, tim relawan mendirikan Taman Ceria yang berlokasi di Kp. Kebondeli, Desa Sumber Wuluh untuk fasilitas bermain anak-anak selama di pengungsian. Di taman ini, anak-anak bisa bermain dan melakukan hal-hal yang mereka sukai seperti menggambar, mewarnai, juga bernyanyi.

– Corner Gizi (COZI)

COZI merupakan program lanjutan Dapur Umum yang sudah diinisiasi oleh tim relawan sejak respon hari pertama. Program ini bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi seimbang untuk para pengungsi secara mobile. Setiap harinya, sebanyak 50 porsi makanan sehat dibagikan untuk para pengungsi.

– Pojok Laundry

Penyediaan mesin cuci untuk membantu para pengungsi mencuci pakaian sekaligus menjaga kebersihan diri agar tetap sehat selama masa pengungsian.

– Aksi Bersih Pengungsian Semeru

Bersama DKLH (Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup), tim relawan DMC Dompet Dhuafa melakukan aksi bersih-bersih sampah di sekitar pos pengungsian Candipurwo. Aksi ini dilakukan sebagai pencegahan penyebaran penyakit yang bersumber dari sampah-sampah yang bertumbuh di sekitar posko pengungsian.

Sahabat, dukungan dan sinergi kita sangat berarti. Berani baik dengan ikut bantu penuhi kebutuhan darurat warga yang terdampak bisa kita lakukan dengan berdonasi melalui dompetdhuafajatim.org/erupsi-gunung-semeru . (Dompet Dhuafa Jawa Timur / Markom / Aldhiansyah)